icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bound by Destiny

Bab 7 Bujukan

Jumlah Kata:1552    |    Dirilis Pada: 06/02/2022

ni bukan hari

a baru saja akan melintasi meja sekretarisnya. Wanita yang sudah m

n salah satu pagi terbai

kakinya. Diikuti oleh sang sekretaris yang bangkit pula dari

ke meja kerjanya. Menaruh tas kerjanya dan

al penting

i itu mengenakan stelan jas dan rok

dak ada hal penting. Tidak a

h membutuhkan istirahat sebenarnya. Bahkan kalau bisa, ingin rasanya ia mengambil cuit hari itu. Tapi, ket

artinya tenagaku hari ini hany

roho Adi

orot malas. Dan ia membuang

an yang bernama Nugroho saja. Tent

mpu disembunyikan oleh sepasang mata yang sudah berlindung di balik lens

dah memut

memutuskan

ajahnya. "Tentu saja, Pak. Saya hanya bisa mendoak

bisa membalas perkataan Atra yang satu itu,

mbuatkan kopi

ustru mengangguk. Membiarkan wani

Lantas meraih satu map yang kebetulan tidak jauh dari jangkauan tangannya.

enerbangan lintas negara yang diikuti oleh penerbangan antar provinsi. Yang mengharuskan ia bertemu dengan orang-or

i sejenak di klub mampu membuatnya lepas dari penatnya pekerj

ce .

eadaan seperti itu. Memang ia tidak mengharapkan apa pun. Ia adalah pria dewasa dan tau deng

engenalnya. Tapi, dia adalah seorang pria yang terlahir

di benaknya. Diikut

ikirkan tindak tanduk keluarga Hartigan. Saat ini mereka sudah bersiap untuk semua tindakan yang mungkin aka

k Garett andai kata Atra tidak keburu masuk. Menyajikan segel

apak setelah pertemuan dengan Pak Nugroho nant

nya dan tanpa merasa sungkan, ia mendesah. Satu bukti tak terbant

enaruh kembali cangkir kopi itu di atas tatakannya. "Tidak. Tidak akan ada yang berubah. Dan satu-sat

kin bahwa memang itu alasan Garett. Karena bagaimanapun juga, setelah berta

enyum dengan sorot pengharapan. "Bagaimanapun juga saya akan de

rsenyum kecil dan memberikan satu a

h. Bagi lidah Garett tidak ada kopi hitam seenak buatan sekretarisnya itu. Betapa sebuah anugerah untuknya.

ang baru saja selesai sekitar tiga bulan yang lalu. Berkaitan dengan pengadaan satu apartemen terbaru di kota

Membaca tiap bagiannya dengan teliti dan mendapati ketukan

ho sudah d

ngguk. "Suru

et sofa yang tersedia di ruang kerjanya. Dan tak butuh waktu lama bagi Nugroho

menunggu Atra untuk menyajikan minumnya terlebih dahulu. Berupa secangkir kopi su

ang manis-manis untuk bis

pun langsung menuju pada topik yang ak

tidak ber

n diri dalam polemik keluarga yang tidak berkesudahan. Tapi, bagi Nugroho sendiri pekerjaan ini lebih dari sekadar pekerjaan. Ada kesetiaan dan janji yang mengiri

m .

ng napas panjang. Ia menyantaikan sedikit punggungnya. Bersanda

, Garett? Sampai semuanya lenyap

memang bukan milikk

ga jangankan untuk meneruskan perkataannya, ia bahkan nyaris ti

. P

jangan ditanya. Garett merasa dadanya mendadak bergemuruh seketika. Ada rasa panas yang seo

kspresi salah tingkah. Tapi, mau tak mau ia tetap harus melanjutkan pembicaraan itu. S

untukmu. Dan tentu saja. Dengan keadaan Bu Dayanti yang saat ini semakin tua, ia tid

yeret nama lainnya. Kali ini adalah Dayanti Kusumawati. Seorang wanita yang

Bu Dayanti ... kau adalah sat

tanpa menanggapi perkataan Nugroho

ma yang memandan

idak seharusnya memedulikan itu. Karena bagaimanapun juga kau adalah anak sah dari Tuan Adipura dan Nyonya

suka bila Nugroho terus saja menyinggung soal keluarganya. Tapi, apa boleh buat. Di mata Nu

kan bagi mendiang Tuan Adipura ketimbang mengeta

sampai dia berada di alam baka pun

ongo. Tapi, tidak lama. Karena pria

u tidak ingin mengambil alih perusahaan itu karena nama ayahmu, bagai

tidak akan ada yang bisa menggoyahkan Garett. Tapi, bila

melihat putra yang ia besarkan dengan pe

ga saja kali ini bujuk rayunya berhasil. Karena bagaimanapun juga, aset yan

mbung

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bound by Destiny
Bound by Destiny
“Dicampakkan dan dipermalukan, Elice Danurdara tak pernah mengira bahwa ia akan tetap bertahan pada hidup. Nyaris menyerah. Hingga malam itu mengantarkan dirinya pada satu pembuktian gila. Bahwa dirinya masih berharga. Garettinus Hardiyata namanya. Pria asing yang membuktikan pada Elice bahwa di matanya wanita itu masih sangat berharga. Melalui tatapannya, melalui cara bicaranya, dan melalui ... sentuhannya.”