icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

I Win You

Bab 3 2. Vanilla Bakery

Jumlah Kata:1006    |    Dirilis Pada: 23/08/2024

pte

lla

lagi?" tanya Xavier

n gerakannya, meletakkan alat penggilas lalu ia menga

kamarmu." Nada suara Xa

asi dengan apa yang sedang ia lakukan. "Suatu saat Beck yan

aat mendengar kau telah menin

orang lain di sampingku, dia akan marah." Gadis bermata biru gelap itu mengambil beber

di sini untuk kau dekati agar Beck

man pria dari dulu karena Beck. Sialan, dia benar-bena

oti yang telah ia isi dengan sebuah sosis utuh

n bahunya. "Ini sa

yang tidak terhitung jumlahnya. Ia ingin seperti ibunya dan tentunya karena ia adalah putri satu-satunya otomatis ia adalah penerus Vanilla Bakery kelak. Ayah Vanilla te

sekarang telah menjadi salah satu toko roti terbesar di Barcelona. Vanila Bakery memiliki sepuluh cabang yang tersebar di berbagai tempat strategis d

ergi bekerja, ia sendiri akan pergi mengurus bisnisnya, Vanilla Bakery. Itulah sebabnya meskipun ia telah mahir membuat berbagai

ku mengurus toko ini, kau bisa bekerja di kanto

orang lain?" Vanilla menatap X

a berusia empat puluh lima tahun itu menghela napasnya. "Maafkan aku,

an kesal

egitu cepat karena serangan jantung mendadak dan Xaviera yang hanya tahu bagaimana cara membuat kue tidak mungkin mengambil alih perusahaan itu. Adik iparnya mengambil kuasa atas perusahaan mendia

atas kakinya sendiri, membesarkan Vanilla dengan baik, mencukupi

ide," ujar Xav

n toque, ia memanggil salah satu karya

a menjauhkan loyang berisi roti siap panggang dari depan V

ergi ke salon

ucap dari bibir ibunya membuat

alu kita berbelanja."

a, ia juga melepas celemek yang melekat di tubuhnya. "Mo

ulan bangunan itu baru saja Xaviera beli saat putrinya kembali dari New York dan Vanilla mem

ulungan rambutnya. "Antara boros dan kebutuhan wanita itu berbeda sa

annya lalu terpaksa menyusul langkah kak

*

anilla saat ibunya memilihkan pakaian dengan mod

au hanya cukup menurut p

enjadi hanya sepunggung dengan bentuk yang meruncing ujungnya lalu memerintahkan petugas salon kecantikan untuk memasangkan kuku palsu yang membuatnya akan kesulitan m

h ibunya. Srluruh pakaian itu bergaya terbuka, sempit dan kurang bahan. Juga sepatu de

ucap Xaviera sungguh-sungguh membuat Vani

u tidak menyukai gaya pakaian

Beck meliha

in. Dua bulan sejak ia kembali dari New York, nyaris tidak ada kemajuan apa pun dalam hubungan mereka selain pertengkaran karena Beck jengah dengan semu

= topi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
I Win You
I Win You
“⚠️ 21+ sesuaikan usia kamu sebelum membaca tulisanku yang pasti bukan untuk anak remaja apa lagi anak kecil. "Vanilla, kau tahu apa yang kau lakukan?" "Tentu saja aku tahu." Ia menggesekkan area sensitifnya di benda berotot milik Nick. Bibirnya mengulas senyum penuh kemenangan yang terkesan jail. "Jangan salahkan aku jika... argh!" Nick menggeram, putus asa. "Fuck off!" "Jika apa?" "Jika benda itu tidak sengaja masuk, kau tahu itu risikonya, Vanilla," geram Nick jengkel karena Vanilla semakin menggodanya. Gadis itu terasa lembut, licin, dan hangat, Nick bisa merasakannya. Vanilla semakin menggoda Nick, menggesekkannya dengan lembut sambil mengerang dan menciumi sudut bibir bibir Nick berulang-ulang. "Nick... aku... sepertinya berubah pikiran." Nick mengatur napasnya. "Vanilla, jika kau terus bergerak ada kemungkinan benda itu akan tersesat masuk ke dalam." "Dia tidak akan tersesat kecuali kau menuntunnya." "Vanilla, it's not fucking jokes." Instagram @cherry.blossom0311 Facebook : Sakura Hikaru”