icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Release the Darkness

Bab 5 RTD - [04]

Jumlah Kata:1668    |    Dirilis Pada: 16/04/2024

ta itu tampak mengembara dengan liar mengawasi keadaan di sekitarnya. Gelap. Hanya satu kata itu yang mampu mewakili keadaan di sekitarnya saat ini. Nam

n pertanyaannya, bagaimana bisa dia tiba-tiba berada di tengah hutan seperti ini?

at tentang pria itu adalah teriakannya yang begitu menyayat hati. Jerit kesakitan yang

terbayang jelas bagaimana teriakan dan ekspresi Kesakitan Kaylein di ingatannya. Mungkin mahluk

ng hanya memiliki Kaylein dalam hidupnya. Wanita itu sama sekali tak tahu siapa ayah ataupun ibunya. Apakah dia memiliki saudara atau tid

Heaven akhirnya ingat dengan semua hal yang baru saja menimpa dirinya. Mahluk terkutuk itu bukan hanya mer

sudah tak ada lagi yang bisa ia banggakan dalam hidupnya. Bunuh diri mungkin sebuah pilihan yang cukup menjanjikan, meski i

Heaven terasa dingin. Dia benar-benar sendirian sekarang. Tak akan ada lagi orang yang bisa dijadikannya sandaran, tak akan ada lagi orang yang memarahinya jik

mahluk biadab yang dengan tega melakukan semua ini padanya. Bukankah mereka memang mahl

yang bisa menjamin mahluk apa yang tengah mengendap-endap di dekatnya itu. Bisa saja ia langsung disergap hewan buas atau bahkan mahluk terkutuk jenis lainnya. Namun

a, bukankah itu justru bagus? Setidaknya Heaven mati bukan karena bunuh

ngga cahaya bulan yang bersinar di antara bayangan pepohonan itu menyapu sesosok tubuh laki-laki yang tengah

ucap begitu saja dari bibir Heaven. Dengan

ylein, Kayleinnya. Namun ada yang berbeda dengan tatapan pria itu. Tatapan yang bias

h antisipasi. Sebagian dari dirinya terus menerus memerintahkannya untuk lari. Namun, ia haru

membuka mulut dan menunjukkan sepasang taring yang Heaven yakini tak pernah ad

kepalanya, pria di depannya jelas bukan Kaylein, kek

ah karena pandangan yang tak jelas, langit masih gelap sehingga Heaven harus mengandalkan instingnya untuk melarik

ya, memang hanya itu yan

lemah terus ia paksakan untuk berlari. Dia sama sekali tak ingin menghabiskan waktu untuk sekedar berist

ergores kerikil tajam ataupun ranting-ranting pohon yang berserakan. Pakaian yang ia kenakan bahkan tampak compang-camping karena ber

n berhenti mengejarnya. Namun gadis itu rasanya ingin menjerit frustasi saat itu juga ketika melihat orang itu -enta

ga membuat langkahnya oleng dan tubuhnya terjerembab k

uhnya sedemikian rupa. Mencengkeram tangannya dengan kasar dan mengunci semua pergerakan Heaven. Heaven merasa se

na biru penuh karisma, terlihat berubah merah penuh aura pemangsa. Tanp

dadanya. Darah segar mengalir dengan cepat memenuhi permukaan dada dan perutnya, bahkan ada

marinya yang berlumuran darah dengan ekpresi kenikmatan. Mem

n macam apa yang tengah mera

dua taring panjang yang menambah ke

n!" Heaven terus berteriak. Menggelengkan kepalanya men

sunyi ini, ketika taring Kaylein akhirnya menembus kulit

asa ngilu. Kaylein yang memang kehilangan kendali sepenuhnya justru menghisap darah gadis itu denga

yang putih terlihat mulai memucat, nafasnya ter

ebelum akhirnya menyerah pada

rwarna merah berangsur-angsur berubah menjadi biru, warna aslinya. Dia menatap Heaven, keadaan sekitar dan keadaan tub

ya pipi gadis itu. Saat itulah Kaylein terpana melihat tangannya yang berlumura

mungkin baru saja terjadi. Berulang kali menggelengkan kepala dengan frustasi, Kaylein langsung merengkuh tub

. maafkan aku. Jangan pergi...

imana bisa ia melakukan hal sejahat dan sekejam ini te

alar, Kaylein bahkan perlu waktu untuk

irnya jatuh dengan posisi tengkurap di atas tanah berumput. Dengan cepat pria itu bangkit dari posisinya meski sesek

ng telah menghancurkan hidupnya. Pria yang telah menodai Heaven tepat di depan matanya sendiri. Pria itu kini tengah b

Kaylein sambil memegangi dada

engan tatapan merendahkan sebelum akhirnya mengecup bibir H

elakukan apa-apa. Jadi, apa kau pikir kali ini kau bisa melakukan sesuatu jika aku menyent

itu sambil memutar tubuhnya membelakangi Kaylein, "ah, satu lagi. Perubahanmu belum sempurna, aku masih bisa mencium bau

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Release the Darkness
Release the Darkness
“Heaven dan Kaylein, sepasang kekasih yang saling mencintai dan menaruh perhatian berlebih terhadap segala sesuatu yang berbau immortal. Pasangan itu bahkan rela berkeliling dunia hanya untuk memuaskan obsesi mereka untuk bisa bertemu secara langsung dengan sang immortal. Sekian lama mencari namun tak kunjung mendapatkan hasil membuat mereka nyaris menyerah dan mengganggap jika mahluk immortal itu sekedar dongeng dan sama sekali tak pernah ada. Namun ketika mereka mengunjungi sebuah kastil tua bergaya Victorian di kawasan New Orleans, akhirnya mereka menemukan segala yang selama ini mereka cari, namun dari sana juga sebuah malapetaka terjadi. Kaylein diubah secara paksa menjadi salah satu bagian dari klan mereka. Sementara di tengah rasa sakit yang mendera akibat virus Vampir yang mulai menjangkiti setiap relung tubuhnya, Kaylein harus menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, kekasihnya di nodai dengan begitu kejamnya oleh pimpinan klan itu sendiri. Sang iblis tampan yang terlampau kejam dan berhati dingin. Ketika takdir mulai menjalankan misinya, akankah kedua insan ini berhasil menjaga cinta mereka? Atau justru akan menemukan cinta yang baru, cinta yang mungkin telah takdir persiapkan bahkan jauh sebelum mereka terlahir ke dunia.”
1 Bab 1 RTD - [Prolog]2 Bab 2 RTD - [01]3 Bab 3 RTD - [02]4 Bab 4 RTD - [03]5 Bab 5 RTD - [04]6 Bab 6 RTD - [05] 7 Bab 7 RTD - [06] 8 Bab 8 RTD - [07]9 Bab 9 RTD - [08] 10 Bab 10 RTD -[09]11 Bab 11 RTD - [10]12 Bab 12 RTD - [11]13 Bab 13 RTD - [12]14 Bab 14 RTD - [13]15 Bab 15 RTD - [14]16 Bab 16 RTD - [15] 17 Bab 17 RTD - [16] 18 Bab 18 RTD - [17]