icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Release the Darkness

Bab 9 RTD - [08]

Jumlah Kata:1066    |    Dirilis Pada: 16/04/2024

Memang tak sopan menyebut mahluk rupawan seperti mereka sebagai mahluk terkutuk. Namun itu

i. Sudah cukup lama tampaknya. Mengingat sudah bertahun-tahun dia bahkan tak saling bertatap muka dengan sang pemilik kamar.

umah ini. Ditambah lagi Grisella, kakak tertuanya, merupakan seorang wanita pendiam yang lebih suka mengha

tadi mereka hanya terdiam sambil menatap pintu akhirnya angkat suara. Nam

yang pengertian." Lanjut pria itu k

as di luar kebiasaan, kalian datang bukan hanya ingin menanyakan keadaan wanita tua ini buk

a rambut yang memutih karena termakan usia. Namun sebenarnya, kesan itu sungguh berbanding terbalik dengan

n sama sekali tak menatap kepada lawan bicaranya, ia justru lebih memilih menatap ke arah dinding kamar. Namun itu bukan masalah. Tak ada bed

ni?" tanya Crystal sambil mendu

ti empat atau lim

b tanpa perlu menyertakan nada

mutar tubuhnya hingga kini ia berh

berkunjung ke kamarku yang kecil ini?" Grisella mengedipkan matanya dengan

pokok permasalahan. Karena sepertinya berbasa-basi dengan orang sinis macam Grise

nan arogan seperti dirimu menanyakan sesuatu padaku?" tampaknya ironisme, sa

ga aku mau tak mau harus mencaritahunya lewat wanita cer

usah diatasi. Karena pria itu setidaknya memiliki lebih dari separuh sifat

membuat gestur seolah kelelahan setelah berjam-jam bekerja membanting tulang. Hal

a sedikit lapar," uja

langkan rasa lapar mendadakmu itu." Jamie langsung angkat suara. Set

makan buntalan duri?" Grisel

Jamie dengan anggukan yakin. Lengk

Menarik nafas panjang sekali lagi, pria itu kemudian memejamkan mata, menajamkan indra pendengaran dan penciumannya yang sejak awal suda

ledai cukup?" tanya

sambil tersenyum. Seperti tengah menikma

api sudahlah, kurasa keledai tak terlalu buruk

akan mati sebelum bisa benar-b

dai itu sudah terjerat. Aku akan menikmatinya dulu. Kalian tunggulah di sini, duduk manis dan bersikaplah selayak

aan. Karena memang sepertinya tak ada topik menarik yang bisa mereka bahas bersama. Topik remeh seperti ramalan cuaca sayangnya

nya langsung mengarahkan pandangan kepada Grisella yang t

uh di depannya. Meraih tangan kanan gadis itu kemudian menempelkannya pada keningnya

kenangan orang lain hanya dengan menyentuh keningnya. Namun sebagai konsekuensi, gadis itu tidak bisa melihat sesuatu yang nyata. Buta

arik." Gumam ga

u mengetah

er dengan pertanyaan yang terdengar menyebalkan. "Dalam mimpimu j

Ayah kita?" Xavi

na mungkin kau bisa melupa

pembantaian itu terjadi,"

ya tanpa terkecuali." Grisella memejamkan mata. Tentu saja dia masih bisa m

emutuskan untuk menceritakan sedikit kisa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka