icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mbak, I Love You

Bab 4 Part 3

Jumlah Kata:1743    |    Dirilis Pada: 29/01/2024

uar kota?" pertanyaan itu ke

idak akan pergi sementara di tangan kanannya ia sudah menenteng koper besar yang membawa semua barang pri

s. Innara memutar bola matanya karena kelakuan sang ibu. "Terus Bunda

da ini, kan ada si kembar." Ucapnya seraya mengedikkan kepala ke a

da ajak curhat. Kalo ke mall gak bisa Bunda mintai saran." Uc

mengantarkan Innara ke kota dimana ia akan berkuliah. Ayahnya sudah menyarankannya untuk naik pesawat terbang, namun Innara menolaknya karena menurutnya perjalanan menggunakan pesawat terbang terla

dia harus mandiri dan tidak bergantung pada orang lain, itulah sebabnya ia le

i kalo Bunda ribut sama Ayah, gak ada yang belain Bunda."

lamanya. Cuma sampai selesai kuliah, habis itu Nara balik lagi kesini. Kecuali ya habis itu Nara ketemu sama cowok t

sa iya mau la

"Lagian kan enak kalo nikah muda, Bun. Nanti anak Nara udah dewasa, Nara

a orang jauh. Orang sini aja, biar nanti gampang kita ketemua

mbuat ibunya kesal dan memukul lengannya pelan. "Lagian Nara udah rencana mau punya suami orang luar negeri Bun

perbaiki keturunan." Jawab ibunya seraya terkekeh yang dijawab Innara dengan a

pada sang ayah yang saat ini berdiri dua langkah dari mereka. "Lagian malu juga sama penumpang lainnya, masa udah ibu-ibu masih nangis-nangis beg

"Kalo ada apa-apa, Kakak jangan ragu hubungi Ayah." Ucapnya yang dijawab anggukkan Innara. Ayahnya kembali memeluk

ya. "Doain Kakak sukses ya." Pintanya setelah melepas peluk

m mencium puncak kepala

engan tatapan yang tak bisa Innara artikan. "Kakak pergi. Jagain Bunda sama Ayah. Baik-baik juga di

ggukkan sehingga Innara hanya bisa tersenyum memandangnya

dan kursi yang sesuai dengan tiket yang ada di tangannya. Alih-alih menerima penawaran sang ayah untuk naik pesawat, Innara l

mun berakhir menjadi kekasih adiknya-beberapa bulan lalu. Innara akhirnya memutuskan bahwa mau tak mau ia

sesaat setelah pertemuan itu dan ia yang tadinya ingin mengikuti jejak san

di menyeramkan untuk Innara. Seolah itu adalah mimpi buruk untuknya. Karena itulah, Innara memutu

ncinya. Entah hanya perasaannya saja atau memang kenyataannya demikian, namun Innara merasa Azanie selalu bersikap dingin kepadanya dan innara me

an bahagia jika Innara masih bertahan untuk tinggal di tempat itu. Namun set

ingin yang tiba-tiba Azanie tabuh. Yang ia inginkan, kedua orangtuanya merasa tenang dan menganggap hubungannya dengan Azanie selalu baik-baik saja

telah melihat tayangan seorang traveler wanita-Innara tiba-tiba ingin menjadi seperti itu juga. Tah

enikmati hiburan untuk dirinya sendiri. Ia ingin

am negeri, namun juga hotel luar negeri. Karena itulah, semenjak membuat keputusan untuk berkelana. Selama sisa masa SMA nya Innara belajar untuk mengenal bisnis pariwisata dan perhotel

masih saja menyisakan senyum di wajah Innara setiap kali mengingatnya. Waktu empat tahun yang dilaluinya serasa baru saja kemarin. Kini, Innara bukan la

baru, teman-teman baru dan membiasakan diri hidup sendiri dan mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri. Innara tidak kesulitan untuk itu. Just

bukannya tidak ingin, namun setelah mendapati sikap tak menyenangkan Azanie di k

at ibunya mendapatkan pertanyaan tak menyenangkan dari tetangga ataupun kerabat. Dan ia selalu melakuka

li liburan semester. Entah menghabiskannya untuk magang di sebuah res

lebih memilih untuk kembali ke rumah nene

anya ibunya saat mereka menghabiskan makan mal

-alih beristirahat dulu. Ibunya sudah seringkali membujuknya untuk pulang dulu ke Jakarta dan menetap selama beberapa wakt

ngandelin kenalan Bunda buat masukin Kakak kerja ke ho

awaran untuk bekerja di salah satu hotel bintang empat di Jakarta. Namun karen

koneksi saja yang ia tolak. Tapi ia juga menolak

andiri. Terlebih dia sendiri memang memiliki biaya untuk melanjutkan kuliahnya karena selama ini dia menyimpan penghasilan dari kerja sampingannya dan juga uang jajan ya

ar daddy?" Tanya Azanie yang ternyata mengikutinya pergi ke

eduli?" Tanya I

a sama Ayah karena sikap mandiri dan bisa berdiri di atas kaki sendiri. Eh tau

kenalin?" Celetuk Innara yang e

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mbak, I Love You
Mbak, I Love You
“"Aku suka sama Mbak." Ucap Halil dengan senyum lebarnya. Innara mengerutkan dahi dan memandang pria yang usianya dua tahun lebih muda sekaligus bawahannya itu dengan tatapan tajam dan dingin. "Jangan suka sama saya. Saya ini lebih cocok jadi kakak kamu daripada jadi pacar kamu." Jawab Innara dengan ketus seraya berbalik pergi. "Siapa juga yang mau jadi pacar Mbak." Ucap Halil ketus yang membuat Innara kembali berbalik memandangnya dengan bingung. "Aku maunya Mba jadi istri aku aja." Lanjutnya kembali dengan senyum lebar yang membuat Innara kesal. "Lagipula Mbak jangan khawatir, postur tubuh aku bisa nyembunyiin usia Mbak yang lebih tua." Jawabnya yang membuat Innara merasa ditampar kenyataan. Inilah kisah putra Nadira-Erhan. Yang belum baca cerita mereka boleh mampir dulu ke "Bujang Kaya Jatuh Cinta."”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Part 13 Bab 3 Part 24 Bab 4 Part 35 Bab 5 Part 4.16 Bab 6 Part 4.27 Bab 7 Part 58 Bab 8 Part 6.19 Bab 9 Part 6.210 Bab 10 Part 711 Bab 11 Part 812 Bab 12 Part 913 Bab 13 Part 10.114 Bab 14 Part 10.215 Bab 15 Part 1116 Bab 16 Part 12.117 Bab 17 Part 12.218 Bab 18 Part 1319 Bab 19 Part 14.120 Bab 20 Part 14.221 Bab 21 Part 1522 Bab 22 Part 16.123 Bab 23 Part 16.224 Bab 24 Part 1725 Bab 25 Part 1826 Bab 26 Part 1927 Bab 27 Part 20.128 Bab 28 Part 20.229 Bab 29 Part 2130 Bab 30 Part 22.131 Bab 31 Part 22.232 Bab 32 Part 2333 Bab 33 Part 2434 Bab 34 Part 2535 Bab 35 Part 2636 Bab 36 Part 2737 Bab 37 Part 2838 Bab 38 Part 2939 Bab 39 Part 3040 Bab 40 Part 3141 Bab 41 Part 32.142 Bab 42 Part 32.2