icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mbak, I Love You

Bab 2 Part 1

Jumlah Kata:1960    |    Dirilis Pada: 29/01/2024

alanan batu di bawahnya. Kepalanya tertunduk memandang pita yang menjadi penghias sepatu berwarna merah mudanya. Dia buka

mereka. Ayah dan ibu, dan juga adik. Sementara dirinya, dia hanya bisa duduk sendiri

elabu sang nenek memandangnya dengan khawatir. "Ada yang salah? Nara

nggelengkan kepala. "Nara gak sakit, Nin." Ja

ai. Ia pandai menutupi perasaannya yang sebenarnya dan selalu berusaha men

ntuk corong tersebut. Neneknya hanya tersenyum. Saat rambut Innara jatuh menghalangi

gak bisa kesini sama Bun

emilih untuk menjilat eskrim di tangannya sebelum

. Kan Nara dulu bilang kalo Nara juga mau jadi dokter kayak Bunda

jalani masa residen. Saat masa akhir kuliahnya, ibunya bertemu dengan ayahnya yang kala itu sedang menengok saudaranya yang sedang proses m

m baku tembak saat sedang menjaga perbatasan. Ada seorang penyelundup yang mengambil ikan dari p

udah mendapatkan pertolongan pertama, namun karena keadaan darurat dan tembakan yang mendekati jantung membuat

mendiang ayahnya. Di mata semua orang, ayah Innara adalah pria yang hebat. Ayah yang sayang sekali terhadap putrinya da

angnya dari orang-orang di sekitarnya, Innara menjadi sangat mencintai pria itu.

mpahan kasih sayang dari kedua neneknya. Ia tidak punya kakek, karena kakek dari pihak ayahnya sudah berpulang jauh sebelum In

sehingga mereka tinggal berjauhan dan hanya bisa bertemu sekali dua kali kalau mereka datang ke Jakarta. Dan beberapa bulan yang lalu, ibu ayahnya itu pun di

teman sekolahnya datang ke sekolah atau pulang dengan dijemput oleh ayah mereka. Menceritakan akhir pekan mereka bersama ayah yang selalu terdengar men

, apa Bunda bakal sesibuk sekar

k. "Bunda masih akan sesibuk ini seandainya Ayah masih ada." Jawabnya jujur. "Karena inilah pekerjaannya. Nara tahu kan kalau pekerjaan dokter itu adalah membantu mereka yang kesakitan?" Innara me

a, apa Nara bakal punya adik?" tanyanya lagi ingin tahu.

tahu. Nara hanya tersenyum dan mengang

da temennya kalo Mama sama Papanya sibuk. Nara

nangisnya. Nara gak apa begitu?" tanya Nyonya Saidah lagi sebagai umpan. Nara kembali menganggukkan kepalanya dengan antusias. "Kalau begitu, mint

kalo Nara minta adik

nji apa Bunda bakal ngabulin apa yang Nara mau atau tidak." jawabnya bijak. "Tapi, segala ses

na beliau tidak memiliki jadwal jaga di rumah sakit. Dan seperti kegemarannya, jika sedang berad

Innara memilih untuk mendekati sang ibu, duduk di seberangnya, melipat k

a terlihat seperti mendiang suaminya jika sedang menginginka

l Innara dengan

." Jawab ibunya d

?" tanyanya dengan polosnya

ata wayangnya. Innara menganggukkan kepala cantiknya deng

a temen Nara, adik juga temen.

dengan pekerjaannya. "Ngasih adik

a masih dengan nada polosnya. Sita menganggukkan kepala mengiyakan ucapan putrinya. "Inna

pak tertunduk dengan bahu bergetar. Tentu saja putrinya tidak akan sepolos itu memiliki sebuah ide

semudah itu." ucap Sita lagi

adonan yang ada di dalam mangkuk, lalu kemudian ia masukan ke dalam mulutny

a, Bunda coba aja dulu nikah, trus coba kasih Nara adik. Ya?" ucap gadis keci

mendapati senyum cerah di wajah putrinya. Seketika Innara bersorak gembira dan berlari

an ya?" tanyanya yang dijawab anggukkan oleh neneknya. Nyonya Saidah menoleh ke belakang, me

argetnya sendiri untuk masuk ke sekolah favorit yang ada di kotanya. Karena itulah dia belajar dengan sangat giat supaya bisa masuk kesana karena

nalkan pada Innara dan juga sang nenek. Itu adalah sosok pria tinggi besar dengan wajah ramah yang jika tersenyum

memiliki seorang anak perempuan yang usianya dua tahun lebih muda dari Innara, namanya Azanie Layly. Dinamakan Azanie karena dalam b

k ada, sama seperti ayah Innara. Beliau meninggal du

anya Innara ingin tahu. Om

angguk antusias. Memikirkan dia akan punya teman dan sama-sama perempuan jelas membuatnya senang. Om Parsa kemudian mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan wajah seorang gadis

main. Kalian bisa ketemu dan main sam

mperhatikan di salah satu sudut rumah dan mendengarkan. Keduanya tampak terlihat lega melihat cara Par

h dijanjikan, keduany

kit bicara, Azanie yang ceria dan sangat terbuka membuat hubungan itu tidak

reka meminta pendapat pada putri mereka masing-masing tentang kemungkinan untuk tinggal bersama sebagai sebuah keluarga. Menjelaskan secara pelan-pelan pada keduanya bahwa pada akhirnya Parsa dan Sita akan m

nie kedua bocah itu kini mengenakan pakaian yang sama yang seng

anya bulatnya yang berbinar. Innara memandang adik tirinya dan tersenyum lantas menganggukkan kepala. Mereka

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mbak, I Love You
Mbak, I Love You
“"Aku suka sama Mbak." Ucap Halil dengan senyum lebarnya. Innara mengerutkan dahi dan memandang pria yang usianya dua tahun lebih muda sekaligus bawahannya itu dengan tatapan tajam dan dingin. "Jangan suka sama saya. Saya ini lebih cocok jadi kakak kamu daripada jadi pacar kamu." Jawab Innara dengan ketus seraya berbalik pergi. "Siapa juga yang mau jadi pacar Mbak." Ucap Halil ketus yang membuat Innara kembali berbalik memandangnya dengan bingung. "Aku maunya Mba jadi istri aku aja." Lanjutnya kembali dengan senyum lebar yang membuat Innara kesal. "Lagipula Mbak jangan khawatir, postur tubuh aku bisa nyembunyiin usia Mbak yang lebih tua." Jawabnya yang membuat Innara merasa ditampar kenyataan. Inilah kisah putra Nadira-Erhan. Yang belum baca cerita mereka boleh mampir dulu ke "Bujang Kaya Jatuh Cinta."”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Part 13 Bab 3 Part 24 Bab 4 Part 35 Bab 5 Part 4.16 Bab 6 Part 4.27 Bab 7 Part 58 Bab 8 Part 6.19 Bab 9 Part 6.210 Bab 10 Part 711 Bab 11 Part 812 Bab 12 Part 913 Bab 13 Part 10.114 Bab 14 Part 10.215 Bab 15 Part 1116 Bab 16 Part 12.117 Bab 17 Part 12.218 Bab 18 Part 1319 Bab 19 Part 14.120 Bab 20 Part 14.221 Bab 21 Part 1522 Bab 22 Part 16.123 Bab 23 Part 16.224 Bab 24 Part 1725 Bab 25 Part 1826 Bab 26 Part 1927 Bab 27 Part 20.128 Bab 28 Part 20.229 Bab 29 Part 2130 Bab 30 Part 22.131 Bab 31 Part 22.232 Bab 32 Part 2333 Bab 33 Part 2434 Bab 34 Part 2535 Bab 35 Part 2636 Bab 36 Part 2737 Bab 37 Part 2838 Bab 38 Part 2939 Bab 39 Part 3040 Bab 40 Part 3141 Bab 41 Part 32.142 Bab 42 Part 32.2