icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Mbak, I Love You

Bab 3 Part 2

Jumlah Kata:1744    |    Dirilis Pada: 29/01/2024

ahun k

sibuk dengan pekerjaan di rumah sakit. Dan ayahnya juga selalu ada di rumah setiap akhir pekan karena dia memilih untuk menghabiskan

umah baru yang lebih besar dari rumah yang selama ini Innara dan ibunya tinggali. Innara diberikan kamarnya sendiri, begitu juga

aik. Beliau tidak pernah membedakan Innara dan Azanie. Dalam segala hal beliau selalu berbuat adil. Jika salah satu diantara

lama itu masuk akal dan bisa dipenuhinya-maka beliau akan mengabulkannya. Dan ketika permintaan Innara ataupun Azanie

telah ibu Innara kemudian hamil da

an mencintai anak bawaannya saja atau hanya akan mencintai ibu Innara saja tanpa memedulikan Innara sama sekali.

ungnya yang saat itu masih duduk di bangku SD masih bersikap manis dan bahkan sering bermanja padanya seolah mereka adalah adik kakak kandu

itu tampak enggan menyapanya. Fakta bahwa ia tidak pernah mengatakan hubungannya dengan Azan

berkunjung ke kediaman Innara. Dan sampai saat sebelum Azanie masuk sekolah, gadis itu masih bersik

at di sekolah. Dan ia tidak keberatan akan hal itu. ia yakin kalau Azanie akan datang pada

tanya tentang bagaimana sekolahnya, dia selalu bicara seolah hubunga

menikmatinya sebagaimana anak seusianya. Ia bergaul dengan teman-temannya. Ia sesekali ikut nongkrong di café bersama mereka diluar kerja kelompok d

gat nasehat ibu dan juga neneknya supaya dia lebih fokus dulu pada urusan pend

kan. Kalau Nara berkencan, memang saat itu semangat Nara untuk belajar pastinya menjadi tinggi. Apalagi kalau pac

hilangan semangat belajar karena patah hati. belum lagi saat tahu kalau mantan pacar Nara pacaran

sungguh dulu. Nanti kalau Nara kuliah, Nara mau kencan sama sepuluh orang sekaligus juga Bunda g

di dunia ini, tapi kamu harus takut kalau kamu kehilangan kes

kedunia. Bukan berarti jodoh gak usah dicari, jodoh juga gak bakal datang sendiri kalo kamunya gak pernah keluar rum

begitu, karena perempuan itu, entah dia cantik atau tidak, entah dia kaya atau tidak, entah dia sempurna sec

ang baik dan terbaik, maka kamu pun h

buat Nara, maka Nara pun mulai sekarang harus mulai menjaga diri Nara supaya nanti saat dia sudah

ntinya bakal jadi suami di masa depan. Ngapain juga sih jagain jodoh orang, yang ada malah sakit hati

beberapa pria yang datang mendekatinya. Bukan hanya teman satu sekolahnya, tapi juga ada beberapa pria yang ia kenal dari me

i pekerjaan yang datang padanya dan pada ayahnya untuk menyatakan keseriusannya pada Innara. Tapi I

. Namun tidak demikian halnya dengan Innara. Karena ia memiliki ketegasannya sendiri. Ia menolak untuk berkencan den

emutuskan untuk mengejar prestasi supaya bisa membanggakan kedua orangtuanya

para pria di sekolah mereka. Hari ini dia dekat dengan si A, besok dia dekat dengan si B, dan besoknya lagi, dia suda

takut sendiri jika adiknya itu pulang sekol

dengan adiknya itu, sekedar mengobrol supaya Azanie bisa lebih mawas diri dan berhati-hati dengan para pria. Namun bukannya menerim

mata berapi-api memandang Innara. "Lagipula apa salahnya menikmati hidup, toh ini hidup Zanie, Zanie yang menjalani

t kamu kemarin pulang dijemput mobil, dia pasti anak kuliahan kan? Kamu seharusnya berhati-hati, pergaulan anak kuliahan i

ja enggak, pake so-so'an ngasih peringatan. Harusnya kak Nara itu ngac

dan Zanie juga menikmati hidup Zanie yang sekarang." Ucap gadis itu yang

sama Bunda sama Ayah. Zanie gak suka ya

mar ditutup dengan kasar di depan wajahnya. Ia hanya bis

yang mereka lakukan dengan kondisi pintu kamar terbuka. Tapi wanita berusia pertengahan e

r sana. Jadi kamu gak perlu cemasin adik kamu sampai segituny

a yang kini sudah menjadi mahasiswa di sebuah kampus bergengsi di Jakarta. Pria yang seminggu lalu mengatakan bahwa dia menyukai Innara sejak mereka masih satu sekolah dan mengatakan dia

nnara dengan tatapan menantang. Sementara Innara memandang Aldy dengan dahi mengernyit her

annya dengan Azanie tidak akan pernah me

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Mbak, I Love You
Mbak, I Love You
“"Aku suka sama Mbak." Ucap Halil dengan senyum lebarnya. Innara mengerutkan dahi dan memandang pria yang usianya dua tahun lebih muda sekaligus bawahannya itu dengan tatapan tajam dan dingin. "Jangan suka sama saya. Saya ini lebih cocok jadi kakak kamu daripada jadi pacar kamu." Jawab Innara dengan ketus seraya berbalik pergi. "Siapa juga yang mau jadi pacar Mbak." Ucap Halil ketus yang membuat Innara kembali berbalik memandangnya dengan bingung. "Aku maunya Mba jadi istri aku aja." Lanjutnya kembali dengan senyum lebar yang membuat Innara kesal. "Lagipula Mbak jangan khawatir, postur tubuh aku bisa nyembunyiin usia Mbak yang lebih tua." Jawabnya yang membuat Innara merasa ditampar kenyataan. Inilah kisah putra Nadira-Erhan. Yang belum baca cerita mereka boleh mampir dulu ke "Bujang Kaya Jatuh Cinta."”
1 Bab 1 Prolog2 Bab 2 Part 13 Bab 3 Part 24 Bab 4 Part 35 Bab 5 Part 4.16 Bab 6 Part 4.27 Bab 7 Part 58 Bab 8 Part 6.19 Bab 9 Part 6.210 Bab 10 Part 711 Bab 11 Part 812 Bab 12 Part 913 Bab 13 Part 10.114 Bab 14 Part 10.215 Bab 15 Part 1116 Bab 16 Part 12.117 Bab 17 Part 12.218 Bab 18 Part 1319 Bab 19 Part 14.120 Bab 20 Part 14.221 Bab 21 Part 1522 Bab 22 Part 16.123 Bab 23 Part 16.224 Bab 24 Part 1725 Bab 25 Part 1826 Bab 26 Part 1927 Bab 27 Part 20.128 Bab 28 Part 20.229 Bab 29 Part 2130 Bab 30 Part 22.131 Bab 31 Part 22.232 Bab 32 Part 2333 Bab 33 Part 2434 Bab 34 Part 2535 Bab 35 Part 2636 Bab 36 Part 2737 Bab 37 Part 2838 Bab 38 Part 2939 Bab 39 Part 3040 Bab 40 Part 3141 Bab 41 Part 32.142 Bab 42 Part 32.2