icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Wanita Kedua

Bab 8 Kerja

Jumlah Kata:1035    |    Dirilis Pada: 23/08/2023

mpulin dulu, kenapa kamu mau pakai?!!" Rina s

ingin membalas kebaikanmu sudah sabar menunggu dan masih mau membantu

lah dikatakan, dan mencoba menggunakan akal sehatnya kembali. Tapi, Aulia masih memaparkan wajahnya yan

atasi uang yang kupakai kok,"

apan dari dirinya ini, hanya bisa keheranan dan sedikit tersentuh. Persa

*

rsama dengan Melia. Mereka menikmati bagaimana indahnya hotel bintang 5 di ibu kota, da

ah Dimas. Pria idaman yang dari dulu coba ia kejar dengan

lia, yang sadar bahwa s

tersebut. Dia menggelengkan kepala, sedikit menjaw

erasa sedikit lelah

i Melia yang berjalan mendekat, la

l kenapa isi pikirannya tersebut mendadak terasa kosong. Padahal sekarang dia sudah bersama

okus untuk bulan madunya kali ini. Kenapa rasanya perasaannya tidak sama seperti dulu saat baru

sengaja selalu pulang malam agar tidak sekamar dengan wanita itu. Bahkan tidak sek

isa jauh lebih baik dari dirinya. Dimana harga dirinya kalau sampai Aulia jauh lebih sukses dari diriny

ia mulai bekerja di satu perusahaan denganku. Waktu ini aku m

a. Bekerja? Aulia? Yang benar saja. Wanita itu tidak memiliki pengalaman sama sekali, tapi

luknya dengan sangat erat sekali. Wanita itu hendak be

ktu kulihat tatapan bos kepada Aulia i

Mana mungkin ada perusahaan yang mau menerima seorang kary

ke arah Dimas, "Darimana kamu tahu dengan tepa

istrinya tersebut, dia merasa terpojokkan dan jug

an padaku soal pekerjaan, dan dia yang b

melihat pemandangan dengan langit malam yang indah. Terdengar jelas di telinganya, bahwa

ahu dia itu istrinya a

dadak saja ia seperti orang yang tidak bisa mengendalikan perasaan setelah mendengar ucapan dari Melia. Rasanya masi

ang lebih layak! Apalagi, sekarang ini posisi Dimas sedang berada di ambang ke khawatiran. Dimas merasa kalau Aul

atnya berhenti!'

bisa bekerja seenak yang dia mau, dan bahkan bisa mendapatkan apa yang dia mau dengan

*

k memungkiri bahwa ternyata memiliki uang bisa terasa sebebas ini! Kalau malas atau sedang mager untuk masak, diriny

membuatnya merasa sangat senang sekali. Bodohnya ia dulu terikat dengan Dimas yan

Aulia,

ni? Apakah hari bahagianya sudah berakhir begitu saja? Melia sudah masuk bekerja, yahh, berarti cu

ih ingat ya,"

yang ada di dekat sana. Aulia tidak merasa sakit lagi melihat wajahnya, ta

, posisimu apa d

pala ma

Kamu menggoda Sagas dengan cara apa sampai bisa membuatnya memberimu pos

anita ini mau

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Wanita Kedua
Bukan Wanita Kedua
“Aulia yang sempat dibutakan oleh perasaannya, kini harus makan hati setelah tahu sang suami menikah kembali. Dirinya bahkan diusir dan dianggap tak pernah ada, baik oleh sang suami maupun keluarga sang suami, Dimas. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali menemui sahabatnya setelah sekian lama, Rina, demi meminta bantuannya. Rina membantunya mencari pekerjaan agar bisa menyibukkan diri sembari melupakan perasaannya. Ia bekerja pada temannya yang lain, Sagas, untuk membalas budi atas apa yang pernah dirinya bantu dulu. Aulia berjuang melupakan perasaannya. Meski berkali-kali goyah dan terguncang. Namun kedua temannya terus memperingatkan dan menekankan kepadanya seberapa kejam Dimas dulu. Akankah dirinya mampu berdiri sendiri melawan perasaannya?”
1 Bab 1 Dimadu2 Bab 2 Aku Bodoh3 Bab 3 Jangan Hanya Diam Saja!4 Bab 4 Bukan Istri5 Bab 5 Bertemu Sang Pemilik Perusahaan6 Bab 6 Kamu Berhak Mendapatkan yang Lebih Layak7 Bab 7 Lihat-lihat8 Bab 8 Kerja 9 Bab 9 Tukang Kompor10 Bab 10 Bukan 4 Mata11 Bab 11 Tak Akan Pulang12 Bab 12 Suka Ikut Campur13 Bab 13 Aku Kan Mengurusnya14 Bab 14 Rehat Sejenak15 Bab 15 Jamet Ganggu16 Bab 16 Aku Atau Dia17 Bab 17 Kurang Ajar!18 Bab 18 Mama Mertua19 Bab 19 Membujuk20 Bab 20 Keputusan21 Bab 21 Perasaan yang Berbeda22 Bab 22 Tak Dianggap23 Bab 23 Dugaan Dahulu24 Bab 24 Abu-abu25 Bab 25 Rasa Tidak percaya26 Bab 26 Cemburu Padamu27 Bab 27 Buka Warna28 Bab 28 Hamil !29 Bab 29 Kejadian Tidak Terduga30 Bab 30 Mari Kita Lupakan31 Bab 31 Kan Kucoba32 Bab 32 Berubah Pikiran33 Bab 33 Keputusan Sudah Bulat34 Bab 34 Keseriusan35 Bab 35 Ikhlas36 Bab 36 Pertemuan PDKT37 Bab 37 Adik Rina38 Bab 38 Prahara39 Bab 39 Udang dibalik Batu40 Bab 40 Tetap Tidak Bisa41 Bab 41 Kode Kencang42 Bab 42 Sidang yang Dinanti43 Bab 43 Ricuh setelah Hasil44 Bab 44 Lebih Menegaskan45 Bab 45 Setelah Sekian Lama46 Bab 46 Fast Dating47 Bab 47 Wedding day48 Bab 48 The End