icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Wanita Kedua

Bab 5 Bertemu Sang Pemilik Perusahaan

Jumlah Kata:1028    |    Dirilis Pada: 23/08/2023

an untuk satu orang saja? Yang benar saja, sekarang Rina pasti sedang mengerjainya. Tapi, ya

rsi dimana di sana adalah kursi CEO-nya. Rina sudah me

bawa siapa,"

apa lembar kertas yang ada di mejanya tersebut. Matanya tertuju pada wajah yang si pria

terka d

an juga menunjukkan wajah yang begitu ceria se

agas yang dulunya tidak punya apa-apa, bahkan dari golongan keluarga di bawah sederhana,

di depannya tersebut. Dengan wajah berseri dan juga dengan sejuta cemi

us ya. Kamu jarang sekali kelihatan, bahk

an dari Sagas. Entah kenapa, wajahnya terasa sangat panas dan jantungnya ber

nnya tersebut. Rasanya makin malu dirinya ketika menden

rang yang sangat berani, nyatanya mas

kuti alurnya, tapi tidak bisa. Rasanya sangat canggung sekali. Dan pada akhirnya, Sagas tidak

edang mencari peke

ak memberikan jawaban

Karena dari dulu aku yakin kamu akan membutuhkan pekerjaan. Ja

ali dari dirinya ini. Untuk apa Saga melakukan itu? Dirinya ini bukan siap

kerja. Jadi aku tidak punya pengalaman, bagaimana kamu bisa yakin memberikanku pe

s kikuk karena sudah lama tidak bertemu. Ditambah Aulia yang mungkin tida

kertas keluar dari sana. Kertas tersebut diserahkan di atas meja, tepat di depan Aulia. Dirinya p

lima..., enam..., tujuh..., delapan...,

Sebenarnya Aulia mau kaget, tapi dia tidak mau duluan kegeeran soal kertas terse

a?" tan

ernah aku pinjam untuk membaya

dahulu. Langsung menganggukkan kepala dir

ng itu berkali-kali lipat. Itu adalah cek terakhir setel

asaannya seolah terbang ke langit dan merasa sangat berseri sekali. Uang benar-benar membuat beban dan saki

ta

ikan yang sudah kamu lakukan padaku dulu. Jadi, sekarang

nang. Bodoh sekali dulu dirinya melepaskan semua teman dan kebahagiaan yang ada demi seorang pri

Tok...

yang mnegetuk masuk. Saat masuk, betapa terkejut dirinya melihat siapa yang datang. Kenapa dunia

nunduk yang ia bisa sampai wajahnya tidak kelihatan. Tapi juga ia berusaha untuk ti

yang tadinya ramah kepada dirinya,

neymoon, jadi, saya mau ambil cuti," ucap

Kamu bisa urus cutimu pada pihak y

itu. Apa Bapak masih b

a cuti saja, bila perlu tidak usa

kakinya dengan sok imut dan mencoba mencari perhatian, "Dasar!

isa sedikit menaikkan kepalanya. Dia benar-benar tidak tahu kalau wanita itu bekerja di sini. Dan

a mengganggu Sagas, padahal sudah keliha

s..., Rin," pel

mendekat ke arahnaya, menunjukkan telinga k

tri Dimas

PA

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Wanita Kedua
Bukan Wanita Kedua
“Aulia yang sempat dibutakan oleh perasaannya, kini harus makan hati setelah tahu sang suami menikah kembali. Dirinya bahkan diusir dan dianggap tak pernah ada, baik oleh sang suami maupun keluarga sang suami, Dimas. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali menemui sahabatnya setelah sekian lama, Rina, demi meminta bantuannya. Rina membantunya mencari pekerjaan agar bisa menyibukkan diri sembari melupakan perasaannya. Ia bekerja pada temannya yang lain, Sagas, untuk membalas budi atas apa yang pernah dirinya bantu dulu. Aulia berjuang melupakan perasaannya. Meski berkali-kali goyah dan terguncang. Namun kedua temannya terus memperingatkan dan menekankan kepadanya seberapa kejam Dimas dulu. Akankah dirinya mampu berdiri sendiri melawan perasaannya?”
1 Bab 1 Dimadu2 Bab 2 Aku Bodoh3 Bab 3 Jangan Hanya Diam Saja!4 Bab 4 Bukan Istri5 Bab 5 Bertemu Sang Pemilik Perusahaan6 Bab 6 Kamu Berhak Mendapatkan yang Lebih Layak7 Bab 7 Lihat-lihat8 Bab 8 Kerja 9 Bab 9 Tukang Kompor10 Bab 10 Bukan 4 Mata11 Bab 11 Tak Akan Pulang12 Bab 12 Suka Ikut Campur13 Bab 13 Aku Kan Mengurusnya14 Bab 14 Rehat Sejenak15 Bab 15 Jamet Ganggu16 Bab 16 Aku Atau Dia17 Bab 17 Kurang Ajar!18 Bab 18 Mama Mertua19 Bab 19 Membujuk20 Bab 20 Keputusan21 Bab 21 Perasaan yang Berbeda22 Bab 22 Tak Dianggap23 Bab 23 Dugaan Dahulu24 Bab 24 Abu-abu25 Bab 25 Rasa Tidak percaya26 Bab 26 Cemburu Padamu27 Bab 27 Buka Warna28 Bab 28 Hamil !29 Bab 29 Kejadian Tidak Terduga30 Bab 30 Mari Kita Lupakan31 Bab 31 Kan Kucoba32 Bab 32 Berubah Pikiran33 Bab 33 Keputusan Sudah Bulat34 Bab 34 Keseriusan35 Bab 35 Ikhlas36 Bab 36 Pertemuan PDKT37 Bab 37 Adik Rina38 Bab 38 Prahara39 Bab 39 Udang dibalik Batu40 Bab 40 Tetap Tidak Bisa41 Bab 41 Kode Kencang42 Bab 42 Sidang yang Dinanti43 Bab 43 Ricuh setelah Hasil44 Bab 44 Lebih Menegaskan45 Bab 45 Setelah Sekian Lama46 Bab 46 Fast Dating47 Bab 47 Wedding day48 Bab 48 The End