back
Unduh aplikasi
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Kehidupanku yang Cemerlang Setelah Perceraian

Kehidupanku yang Cemerlang Setelah Perceraian

IVY TRIVETT

5.0
Ulasan
100.9K
Penayangan
152
Bab

Setelah tiga tahun menikah, Becky akhirnya bercerai dengan suaminya, Rory Arsenio. Pria itu tidak pernah mencintainya. Dia mencintai wanita lain dan wanita itu adalah kakak iparnya, Berline. Suatu hari, sebuah kecelakaan terjadi dan Becky dituduh bertanggung jawab atas keguguran Berline. Seluruh keluarga Arsenio menolak untuk mendengarkan penjelasannya, dan mengutuknya sebagai wanita yang kejam dan jahat hati. Rory bahkan memaksanya untuk membuat pilihan: berlutut di depan Berline untuk meminta maaf, atau menceraikannya. Yang mengejutkan semua orang, Becky memilih yang terakhir. Setelah perceraian itu, Keluarga Arsenio baru mengetahui bahwa wanita yang mereka anggap kejam dan materialistis itu sebenarnya adalah pewaris keluarga super kaya. Rory juga menyadari bahwa mantan istrinya sebenarnya menawan, cantik, dan percaya diri dan dia jatuh cinta padanya. Tapi semuanya sudah terlambat, mantan istrinya tidak mencintainya lagi .... Namun, Rory tidak menyerah dan tetap berusaha memenangkan hati Becky. Apakah Becky akan goyah dan kembali ke sisinya? Atau akankah pria lain masuk ke dalam hatinya?

Bab 1
Dia Tidak Percaya padanya

Keluarga Arsenio adalah sebuah keluarga terpandang di Kota Courtbush. Hari ini adalah pesta ulang tahun ke-80 Elmore Arsenio. Banyak tamu penting yang hadir di sana, dan suasana sangat semarak.

Namun, tiba-tiba jeritan yang memekakkan telinga terdengar dari arah taman, teriakan itu mengejutkan semua orang yang hadir.

Seseorang mengenali bahwa itu adalah suara Berline Morgan, istri dari cucu tertua Elmore. Dia sedang hamil dan suaminya sudah meninggal. Anggota Keluarga Arsenio langsung bergegas ke arah taman untuk melihat apa yang terjadi.

Di kolam renang, ada dua orang yang sedang berjuang naik ke permukaan.

Sebelum orang lain bisa bereaksi, Rory Arsenio sudah terjun ke kolam renang untuk menarik Berline yang sedang berjuang naik.

Saat itu, penjaga keamanan juga bergegas melompat ke dalam kolam untuk menyelamatkan sosok kedua yang tenggelam, Becky Ravindra.

Saat Becky kembali ke rumah dengan pakaian yang basah kuyup, para pelayan yang lewat berpura-pura tidak melihatnya dan tidak memedulikannya.

Tidak ada yang peduli bahwa dia hampir tenggelam, dan mereka juga tidak peduli apa yang terjadi padanya.

Setelah tinggal bersama keluarga ini selama lebih dari tiga tahun, Becky menyadari bahwa posisinya mungkin lebih rendah daripada anjing yang dipelihara oleh adik perempuan Rory.

Karena Berline mengalami insiden besar, anggota Keluarga Arsenio bergegas pergi ke rumah sakit bersamanya.

Sementara itu, Becky kembali ke kamarnya, mandi, kemudian mengenakan satu set pakaian baru. Merasa tidak enak badan, dia langsung berbaring di tempat tidur. Tepat saat dia hendak tertidur, dia diseret keluar dari tempat tidur oleh Rory.

Saat Becky melihat Rory, kedua matanya langsung memerah. "Kamu sudah kembali? Bagaimana keadaan Berline? Rory, dengarkan aku. Aku bersumpah, aku tidak mendorong Berline ke kolam renang."

Rory menyeringai dingin. "Simpan alasanmu itu untuk kakek."

Becky tiba-tiba tersadar dan mendapatkan kembali akal sehatnya. "Rory, apa maksudmu?"

Alih-alih menjawab pertanyaannya, Rory dengan cepat berkata, "Kakek punya pertanyaan untukmu."

Rory tidak ingin bertele-tele dengan Becky. Tidak lama setelah Berline dibawa ke rumah sakit, anak dalam kandungannya meninggal.

Anak itu seharusnya menjadi satu-satunya garis keturunan yang ditinggalkan oleh kakak tertua Rory. Namun karena perbuatan Becky,

mereka kehilangan anak itu untuk selamanya.

Tentu saja, Elmore menjadi sangat marah. Sesaat setelah Elmore kembali dari rumah sakit, dia langsung memerintahkan Rory untuk membawa Becky padanya.

Tubuh Becky seketika menjadi tegang. Perkataan Rory membuat tulang punggungnya merinding.

Becky sudah lama menikah dengan Rory. Tentu saja, dia tahu bagaimana Elmore akan menghukum orang yang melakukan kesalahan serius. Dia pasti akan dihajar habis-habisan.

Becky merasa sangat sedih, hatinya bagainya dihujam oleh pisau tak kasat mata yang tajam. Mereka bahkan tidak memberinya kesempatan untuk menjelaskan dan hanya percaya pada apa yang dikatakan Berline.

Melihat profil samping pria yang menyeretnya pergi, Becky tidak bisa menahan dirinya untuk tidak berpikir bahwa pria ini sungguh tampan. Namun, pria ini tidak pernah bersikap lembut atau baik padanya sejak dia menikah dengannya.

Tubuh Becky mengalami demam tinggi yang tak tertahankan, tetapi tidak ada seorang pun yang peduli.

Sekarang Berline kehilangan anaknya, Becky tahu bahwa semua orang di keluarga ini, termasuk suaminya, ingin mengulitinya hidup-hidup.

Becky mengerucutkan bibirnya dengan ekspresi mengejek. "Aku bisa berjalan sendiri."

Rory meliriknya. Ada rasa jijik dan amarah di tatapan matanya yang dalam, dan tidak ada sedikit pun rasa kasihan atau simpati padanya.

"Cepatlah," ucap Rory tanpa ekspresi di wajahnya.

Tanpa menunggu jawaban Becky, Rory berbalik dan bergegas ke ruang tamu.

Melihat Rory meninggalkannya, Becky tiba-tiba merasa bahwa hidupnya selama tiga tahun terakhir ini hanyalah sebuah lelucon belaka.

Ruang tamu itu tampak terang benderang. Dia tahu bahwa anggota Keluarga Arsenio sedang menunggunya di dalam.

"Berlutut!"

Begitu Becky masuk, Elmore langsung melemparkan cangkir teh ke arahnya.

Becky hanya berdiri di sana dengan sangat tenang. "Kenapa?"

Dia tidak melakukan kesalahan apa pun. Kenapa dia harus berlutut?

Sifat keras kepalanya hanya membuat Elmore semakin marah. "Rory, lihatlah bagaimana wanita yang kamu nikahi!"

Tepat saat Becky hendak membuka mulutnya untuk menjelaskan bahwa dia tidak bersalah, Rory tiba-tiba mengangkat tangannya dan menekan telapak tangannya dengan kuat di pundaknya. "Berlutut."

Di bawah tekanan tangan Rory yang kuat, Becky terpaksa harus berlutut. "Berlutut atau kita bercerai."

Unduh Buku