icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 6
Semua Ini Karena Rory
Jumlah Kata:787    |    Dirilis Pada:14/11/2022

Becky berada di kantor Rory selama kurang dari sepuluh detik. Melihatnya berjalan pergi, ekspresi di wajah Rory menjadi murung.

Dia kemudian meraih dokumen yang tergeletak di atas meja dan membukanya. Di satu sisi, Becky telah menandatangani namanya, sementara ruang lainnya dibiarkan kosong untuk ditandatangani olehnya.

Surat perjanjian perceraian itu terlihat sangat sederhana, hanya terdiri dari selembar kertas. Persyaratannya juga tertulis dengan sangat jelas—dia sama sekali tidak menginginkan properti apa pun atas namanya.

Setelah membaca surat perjanjian perceraian tersebut, Rory tidak bisa menahan tawanya. Wanita itu sama sekali tidak menginginkan satu sen pun dari propertinya. Dia bertanya-tanya dalam benaknya bagaimana Becky bisa begitu sombong.

"Mari kita lihat apakah kamu akan tetap melanjutkan perceraian ini besok," gumam Rory dengan nada sinis. Tanpa berpikir lebih banyak lagi, dia merobek dokumen itu hingga menjadi dua.

Ketika Lowell masuk, dia menemukan Rory sedang berdiri di depan jendela besar setinggi langit-langit sambil merokok. Dalam balutan setelan berwarna hitamnya, dia tampak sangat dingin dan tidak bisa didekati.

Lowell tiba-tiba kehilangan keberaniannya untuk berbicara. Tapi masalah ini terlalu penting untuk dibiarkan. Jadi, Lowell mau tak mau harus berbicara dengannya.

"Tuan Arsenio, rapatnya sudah dimulai."

Pria yang sedang berdiri di depan jendela itu kemudian menoleh dengan perlahan. Matanya yang dalam sedingin es, setajam belati, dan membuat tulang punggung Lowell merinding.

"Aku mengerti."

Sambil sedikit mengernyit, Rory mematikan rokoknya dan membuangnya ke tempat sampah. Kemudian, dia keluar dari ruangannya dan berjalan melewati Lowell seolah-olah dia tidak ada di sana.

Sudah jelas terlihat bahwa suasana hati Rory sedang buruk hari ini. Memikirkan rapat yang akan diikuti Rory, Lowell tiba-tiba merasa kasihan pada orang yang akan melakukan presentasi di rapat pertemuan itu.

Becky hanya membutuhkan waktu sekitar tujuh menit untuk masuk dan keluar dari gedung itu. Selama seluruh proses yang dijalaninya, dia tetap tenang. Dia sama sekali tidak merasakan satu inci pun rasa sakit atau perjuangan, semua ini tidak sulit seperti yang dia bayangkan.

Benar saja, karena semua kekecewaan yang sudah lama menumpuk di dalam hatinya, semua harapannya kini seketika pupus dan dia sama sekali tidak ingin berhubungan lagi dengan pria itu.

Ketika dia melangkah keluar dari gedung Crowbar Technologies, dia mengangkat kepalanya dan menatap pada langit yang mendung. Dia merasa sedikit sedih, tapi sekarang dia tidak lagi merasa tercekik.

Apa yang dikatakan oleh Jessie benar, dia harus menceraikan Rory sesegera mungkin.

Becky menarik napas dalam-dalam dan kemudian berjalan menuju ke mobil Jessie, lalu mengetuk jendelanya.

Jessie sedang menelepon ketika Becky berjalan mendekat. Dia langsung membukakan pintu segera setelah Becky mengetuk jendelanya.

Becky masuk ke dalam mobil dengan tenang dan tidak mengatakan apa pun agar tidak mengganggu panggilan telepon Jessie.

Segera setelah dia mengencangkan sabuk pengaman, dia kemudian mengangkat kepalanya dan mendapati Jessie sedang menyodorkan ponselnya padanya.

Becky lalu mengangkat alisnya dengan penuh rasa ingin tahu. "Siapa itu?"

"Ayahmu."

Tubuh Becky seketika membeku setelah mendengarnya. Setelah berdiam diri selama sekitar dua detik, dia kemudian mengambil ponsel itu dari tangan Jessie dan menempelkannya di telinganya. "Ayah."

"Kamu sudah bermain-main selama tiga tahun terakhir ini. Bukankah kamu sudah harus pulang sekarang?"

Pada malam itu, ketika Rory memaksanya untuk berlutut, Becky tidak menangis. Dia bahkan juga tidak menangis ketika dia memberikannya surat perjanjian perceraian itu.

Namun sekarang, ketika ayahnya, Steve Ravindra, memintanya untuk kembali pulang, dia sama sekali tidak bisa menahan air matanya lebih lama lagi.

Tiga tahun yang lalu, ketika dia hendak menikahi Rory, semua orang yang ada di sekitarnya, termasuk orang tuanya, sangat menentang pernikahan itu. Saat itu, dia bersikap begitu impulsif dan keras kepala, dia sangat percaya bahwa Rory mempunyai perasaan terhadapnya karena dia juga bersedia untuk menikahinya.

Namun, dibutuhkan tiga tahun baginya untuk akhirnya bisa menyadari betapa salahnya dirinya sebenarnya. Ternyata, seorang pria bisa tetap menikahi seorang wanita yang tidak dicintainya.

Rory bisa menikahi wanita yang sangat mencintainya dan tidak membalas perasaan cinta itu demi wanita lain. Pria itu hanya menginginkan dirinya terlibat di dalam hubungan mereka yang sungguh berantakan.

Orang yang dicintai Rory adalah Berline. Konyol sekali, bukan? Dia jatuh cinta pada istri kakaknya.

Rory hanya menikahi Becky untuk menggunakannya sebagai sebuah kedok untuk menyembunyikan hubungan rahasia mereka.

Becky merasa sangat bodoh karena telah menentang seluruh dunia demi bisa bersama dengan pria seperti itu. Bahkan ayahnya, yang dari dulu selalu menyayangi Becky, mengatakan bahwa dia tidak akan mengakuinya sebagai putrinya jika dia tetap bersikeras untuk menikahi Rory.

Karena tidak dapat menahannya lebih lama lagi, Becky akhrinya meledak dalam tangis. Khawatir ayahnya akan mendengar suara tangisnya, dia berusaha untuk menahan isak tangisnya. Namun, bahunya tetap bergetar dengan menyedihkan dan air mata jatuh mengalir di pipinya dengan tak terkendali.

"Becky ...."

Hati Jessie terasa sangat sakit ketika melihatnya. Dia dan Becky sudah saling mengenal sejak kecil. Dia belum pernah melihat Becky, Nona Ravindra yang terhormat dan dimanjakan, menangis sampai seperti ini. Dan semua ini karena Rory si bajingan itu!

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Dia Tidak Percaya padanya2 Bab 2 Hukuman3 Bab 3 Kita Bercerai Saja4 Bab 4 Gosip5 Bab 5 Perjanjian Perceraian6 Bab 6 Semua Ini Karena Rory7 Bab 7 Tidak Setia Seperti Seekor Anjing8 Bab 8 Wanita yang Terlalu Percaya Diri9 Bab 9 Kamu Pikir Kamu Siapa10 Bab 10 Apa Becky Gila 11 Bab 11 Perceraian Membuatnya Lebih Baik12 Bab 12 Pertengkaran di Hotel13 Bab 13 Pacar Baru14 Bab 14 Summer Band15 Bab 15 Wanita Idamanku16 Bab 16 Kami17 Bab 17 Tidak Bisa Berinteraksi18 Bab 18 Dia Sama Sekali Tidak Peduli19 Bab 19 Wanita Misterius yang Cantik20 Bab 20 Kenapa Becky Ada di Sini 21 Bab 21 Senyum Becky22 Bab 22 Sangat Murah23 Bab 23 Mutiara dan Berlian24 Bab 24 Menantikannya25 Bab 25 Pembalasan yang Lemah26 Bab 26 Tulus Atau Tidak 27 Bab 27 Di Antah Berantah28 Bab 28 Jangan Sakiti Aku29 Bab 29 Mata dibalas Mata30 Bab 30 Balas Dendam31 Bab 31 Membayarnya Seratus Kali Lipat32 Bab 32 Berlutut33 Bab 33 Keberanian34 Bab 34 Katakan Sesuatu yang Baik35 Bab 35 Membeli Mobil36 Bab 36 Masa lalu yang Indah37 Bab 37 Summer Band Beraksi Kembali38 Bab 38 Sebuket Mawar39 Bab 39 Bagiku, Dia Sudah Mati40 Bab 40 Pengagum Becky41 Bab 41 Kebuntuan42 Bab 42 Tidak Tertarik43 Bab 43 Bukankah Dia Berkata Dia Tidak Bisa Menari 44 Bab 44 Anjing Gila45 Bab 45 Bukan Urusanku46 Bab 46 Uang Adalah Prioritas47 Bab 47 Jangan Jatuh Cinta Karena Penampilannya48 Bab 48 Pujian yang Tinggi49 Bab 49 Seorang Bajingan50 Bab 50 Ingin Bertaruh 51 Bab 51 Apa Hebatnya Keluarga Arsenio 52 Bab 52 Kamu Memang Jenius53 Bab 53 Apa Becky Jatuh Cinta pada Devin 54 Bab 54 Lelang55 Bab 55 Calon Pacar56 Bab 56 Berapa Banyak yang Kamu Inginkan 57 Bab 57 Dunia ini Benar-Benar Sangat Sempit58 Bab 58 Bersenang-Senang dengan Pria Seksi59 Bab 59 Kylan Salvino60 Bab 60 Calon Istriku61 Bab 61 Suasana Hati yang Baik Hancur62 Bab 62 Cemburu63 Bab 63 Apa Kamu Sedang Mengancamku 64 Bab 64 Apa Kamu Menungguku 65 Bab 65 Menemanimu66 Bab 66 Menangislah Jika Kamu Sedih67 Bab 67 Pemikat Wanita68 Bab 68 Apa Becky Begitu Kekurangan Pria 69 Bab 69 Hari yang Sial70 Bab 70 Mereka Setara71 Bab 71 Siapa Pria Itu 72 Bab 72 Sugar Daddy73 Bab 73 Siapa yang Melakukan ini 74 Bab 74 Janji75 Bab 75 Siapa Pria Itu 76 Bab 76 Dua Triliun77 Bab 77 Mimpi Apa 78 Bab 78 Aku Akan Mengajarimu Cara Meminta Maaf79 Bab 79 Beraninya Mereka 80 Bab 80 Tidak Sebodoh Itu81 Bab 81 Apa Orang Tuamu Tidak Mengajarimu Sopan Santun 82 Bab 82 Putri Kesayangan Steve83 Bab 83 Tiga Hal84 Bab 84 Kamu Berbohong85 Bab 85 Buta86 Bab 86 Penghinaan87 Bab 87 Kita Tidak Mampu Menyinggung Mereka88 Bab 88 Permintaan Maaf89 Bab 89 Aku Tidak Tahu90 Bab 90 Devin Mencintaimu91 Bab 91 Cinta Murahan yang Tidak Berharga92 Bab 92 Sesuatu yang Berarti93 Bab 93 Prinsip94 Bab 94 Sampah95 Bab 95 Kamu Berutang Sesuatu Padaku96 Bab 96 Menjadi Posesif97 Bab 97 Apa Kamu Kecewa 98 Bab 98 Devin Serius99 Bab 99 Waktunya Merespon dengan Baik100 Bab 100 Aku akan Menanganinya