icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 4
Gosip
Jumlah Kata:747    |    Dirilis Pada:14/11/2022

Keesokan harinya.

Saat Becky terbangun, hari sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, dia tidur terlalu banyak kemarin, jadi pagi ini seluruh tubuhnya terasa lemah.

Saat itu, Jessie kembali dengan membawa sarapan. Melihat Becky sudah bangun, dia berlari ke samping tempat tidurnya dan dengan cemas bertanya, "Bagaimana perasaanmu? Apa kamu merasa lebih baik?"

Becky menganggukkan kepalanya dan tersenyum kecil. "Ya, jauh lebih baik."

"Aku membawa makanan kesukaanmu. Mandilah terlebih dahulu. Kita akan pergi setelah sarapan. Cuaca di Negara Mauritius saat ini sempurna. Temanku ingin mengajakku ke sana. Ayo kita pergi bersama-sama."

"Di mana ponselku?"

Begitu Becky bangun, dia meraba-raba di sekitar tempat tidurnya untuk mencari ponselnya, tetapi dia tidak dapat menemukannya. Jessie pasti mengambilnya.

Jessie mengatupkan bibirnya dan bertanya, "Kenapa?"

"Berita mengenai diriku yang mendorong Berline pasti sudah tersebar di Internet sekarang, 'kan?" tanya Becky.

Becky sangat mengenal Jessie. Becky telah meninggalkan Keluarga Arsenio kemarin, tapi Jessie tidak menanyakan apa yang terjadi dan bahkan tidak menyebut-nyebut Keluarga Arsenio. Becky tahu bahwa apa yang terjadi pasti sudah tersebar di Internet.

"Kamu tidak perlu peduli dengan apa yang orang lain katakan. Mereka hanya mengikuti cerita secara membabi buta dan menarik kesimpulan sendiri sebelum mencari tahu kebenarannya!" Jessie mengalihkan pandangannya dari tatapan Becky dengan ekspresi bersalah.

Becky mengambil ponselnya dari Jessie dan tersenyum kecut. "Kalau begitu, apa yang kamu khawatirkan?"

Setelah itu, Becky terdiam untuk beberapa saat dan menambahkan, "Selain itu, aku sudah terbiasa dengan hal ini selama bertahun-tahun."

Memikirkan bagaimana Becky menghabiskan waktu selama tiga tahun penuh bersama Keluarga Arsenio membuat Jessie merasa sangat marah sampai-sampai wajahnya memucat. "Mereka adalah keluarga yang dipenuhi oleh orang-orang bodoh! Jika kamu tidak menghentikanku, aku pasti akan memaki mereka."

Becky hanya diam dan tidak menjawab. Dia sibuk membaca berita di ponselnya. Topik yang sedang hangat di Internet adalah berita bahwa dia telah mendorong Berline ke kolam renang pada saat perayaan pesta ulang tahun.

Semua orang mengutuk Becky dan mendukung Berline. Mereka semua mengira Becky adalah seorang wanita tak tahu malu yang menikah dengan anggota Keluarga Arsenio dengan cara yang licik.

Internet telah menggambarkan Becky sebagai seorang wanita yang kejam dan pendendam. Tampaknya Becky tidak menerima apa-apa selain celaan dan hinaan setelah dia dan Rory menikah.

Becky tersenyum kecut sambil melangkah pergi. "Aku akan mandi."

Jessie menatap Becky dengan ekspresi khawatir di wajahnya. "Becky, apa kamu baik-baik saja?"

"Aku baik-baik saja."

Jessi menghela napas. "Pergi dan mandilah. Lagi pula, kamu hanya akan memiliki energi untuk merasa sedih saat merasa kenyang."

Mendengar ini, Becky hanya bisa tersenyum tak berdaya.

Becky memang benar-benar merasa tidak nyaman, tetapi ini bukan pertama kalinya dia disakiti. Tidak peduli seberapa buruk perasaannya, dia selalu mampu mengendalikan dirinya sendiri.

Di masa lalu, dia seperti seorang anak kecil yang menunggu permen dengan penuh semangat. Setiap kegagalan untuk mendapat apa yang diinginkannya mengikis harapannya sampai tidak ada yang tersisa.

Air dingin yang mengalir membantu Becky menjernihkan pikirannya. Mengingat bagaimana Rory memaksanya untuk berlutut, dia tiba-tiba merasa ada sesuatu yang hancur dalam hatinya.

Tiga tahun telah berlalu dan pernikahan mereka tidak menghasilkan apa pun. Sudah waktunya untuk mengakhiri hubungan ini.

Jessie benar. Hanya saat dia merasa kenyang, dia baru bisa memiliki kekuatan untuk menangani masalah ini.

Becky dan Jessie sedang sarapan saat dua orang perawat melewati pintu bangsal mereka. Koridor rumah sakit itu sangat sepi. Meskipun para perawat berbicara dengan suara yang pelan, Becky dan Jessie bisa mendengar pembicaraan mereka dengan jelas.

"Berline yang malang. Becky itu sungguh wanita yang menyebalkan! Suami Berline telah meninggal dalam kecelakaan, dan sekarang satu-satunya bayi mereka juga meninggal!"

"Inilah sebabnya mengapa pria harus menikahi seorang wanita dari tingkat sosial yang sama. Becky terlahir di keluarga biasa, jadi dia mungkin merasa di atas angin karena dia bisa menikahi seorang pria kaya.

Namun, dia sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Berline! Aku tidak tahu apa masalah Becky. Dia bahkan tidak bisa membiarkan seorang bayi hidup. Wanita itu benar-benar jahat."

"Becky, aku akan menghentikan ini. Para wanita jalang itu tidak melihat apa yang terjadi secara langsung, tapi mereka malah berani menggosipkanmu!" ucap Jessie dengan kesal.

Becky melirik ke arah pintu, dan dia berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Biarkan saja mereka mengatakan apa yang mereka inginkan."

"Kenapa? Sejak kapan kamu menjadi orang yang mudah ditindas seperti ini?"

"Aku punya cara untuk membersihkan namaku." Becky mengedipkan mata pada temannya.

"Apa? Bagaimana?"

Becky membungkuk dan membisikkan sesuatu di telinga Jessie. Jessie tertegun untuk sementara waktu, kemudian dia mendecakkan lidahnya dan berkata setuju, "Ini baru Becky yang kukenal!"

"Bisakah kamu membantuku mengurus prosedur keluar dari rumah sakit? Aku harus pergi mengurus perceraian," kata Becky sambil tersenyum.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Dia Tidak Percaya padanya2 Bab 2 Hukuman3 Bab 3 Kita Bercerai Saja4 Bab 4 Gosip5 Bab 5 Perjanjian Perceraian6 Bab 6 Semua Ini Karena Rory7 Bab 7 Tidak Setia Seperti Seekor Anjing8 Bab 8 Wanita yang Terlalu Percaya Diri9 Bab 9 Kamu Pikir Kamu Siapa10 Bab 10 Apa Becky Gila 11 Bab 11 Perceraian Membuatnya Lebih Baik12 Bab 12 Pertengkaran di Hotel13 Bab 13 Pacar Baru14 Bab 14 Summer Band15 Bab 15 Wanita Idamanku16 Bab 16 Kami17 Bab 17 Tidak Bisa Berinteraksi18 Bab 18 Dia Sama Sekali Tidak Peduli19 Bab 19 Wanita Misterius yang Cantik20 Bab 20 Kenapa Becky Ada di Sini 21 Bab 21 Senyum Becky22 Bab 22 Sangat Murah23 Bab 23 Mutiara dan Berlian24 Bab 24 Menantikannya25 Bab 25 Pembalasan yang Lemah26 Bab 26 Tulus Atau Tidak 27 Bab 27 Di Antah Berantah28 Bab 28 Jangan Sakiti Aku29 Bab 29 Mata dibalas Mata30 Bab 30 Balas Dendam31 Bab 31 Membayarnya Seratus Kali Lipat32 Bab 32 Berlutut33 Bab 33 Keberanian34 Bab 34 Katakan Sesuatu yang Baik35 Bab 35 Membeli Mobil36 Bab 36 Masa lalu yang Indah37 Bab 37 Summer Band Beraksi Kembali38 Bab 38 Sebuket Mawar39 Bab 39 Bagiku, Dia Sudah Mati40 Bab 40 Pengagum Becky41 Bab 41 Kebuntuan42 Bab 42 Tidak Tertarik43 Bab 43 Bukankah Dia Berkata Dia Tidak Bisa Menari 44 Bab 44 Anjing Gila45 Bab 45 Bukan Urusanku46 Bab 46 Uang Adalah Prioritas47 Bab 47 Jangan Jatuh Cinta Karena Penampilannya48 Bab 48 Pujian yang Tinggi49 Bab 49 Seorang Bajingan50 Bab 50 Ingin Bertaruh 51 Bab 51 Apa Hebatnya Keluarga Arsenio 52 Bab 52 Kamu Memang Jenius53 Bab 53 Apa Becky Jatuh Cinta pada Devin 54 Bab 54 Lelang55 Bab 55 Calon Pacar56 Bab 56 Berapa Banyak yang Kamu Inginkan 57 Bab 57 Dunia ini Benar-Benar Sangat Sempit58 Bab 58 Bersenang-Senang dengan Pria Seksi59 Bab 59 Kylan Salvino60 Bab 60 Calon Istriku61 Bab 61 Suasana Hati yang Baik Hancur62 Bab 62 Cemburu63 Bab 63 Apa Kamu Sedang Mengancamku 64 Bab 64 Apa Kamu Menungguku 65 Bab 65 Menemanimu66 Bab 66 Menangislah Jika Kamu Sedih67 Bab 67 Pemikat Wanita68 Bab 68 Apa Becky Begitu Kekurangan Pria 69 Bab 69 Hari yang Sial70 Bab 70 Mereka Setara71 Bab 71 Siapa Pria Itu 72 Bab 72 Sugar Daddy73 Bab 73 Siapa yang Melakukan ini 74 Bab 74 Janji75 Bab 75 Siapa Pria Itu 76 Bab 76 Dua Triliun77 Bab 77 Mimpi Apa 78 Bab 78 Aku Akan Mengajarimu Cara Meminta Maaf79 Bab 79 Beraninya Mereka 80 Bab 80 Tidak Sebodoh Itu81 Bab 81 Apa Orang Tuamu Tidak Mengajarimu Sopan Santun 82 Bab 82 Putri Kesayangan Steve83 Bab 83 Tiga Hal84 Bab 84 Kamu Berbohong85 Bab 85 Buta86 Bab 86 Penghinaan87 Bab 87 Kita Tidak Mampu Menyinggung Mereka88 Bab 88 Permintaan Maaf89 Bab 89 Aku Tidak Tahu90 Bab 90 Devin Mencintaimu91 Bab 91 Cinta Murahan yang Tidak Berharga92 Bab 92 Sesuatu yang Berarti93 Bab 93 Prinsip94 Bab 94 Sampah95 Bab 95 Kamu Berutang Sesuatu Padaku96 Bab 96 Menjadi Posesif97 Bab 97 Apa Kamu Kecewa 98 Bab 98 Devin Serius99 Bab 99 Waktunya Merespon dengan Baik100 Bab 100 Aku akan Menanganinya