icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 8
Wanita yang Terlalu Percaya Diri
Jumlah Kata:660    |    Dirilis Pada:14/11/2022

Becky tiba di gerbang pengadilan lima menit lebih awal sebelum pukul sembilan. Dan saat itu Rory belum datang.

Pada pukul sembilan, pintu kantor panitera terbuka. Becky menundukkan kepalanya dan memeriksa jam di ponselnya. Rory selalu tepat waktu, tapi hari ini dia malah datang terlambat.

Saat waktu menunjukkan pukul sembilan lewat lima, dia melihat Rory berjalan masuk. Dia mengenakan setelan jasnya seperti biasa dan wajahnya yang tegas terlihat tanpa ekspresi.

Ketika mata mereka bertemu, Rory sedikit memiringkan kepalanya dan menatapnya dengan tatapan dingin saat dia berjalan mendekat.

Ini bukan pertama kalinya pria itu menatapnya dengan dingin seperti itu. Di masa lalu, Becky akan selalu merasa sakit hati ketika dia melihatnya bersikap seperti ini. Tapi hari ini, dia sama sekali tidak merasakan apa-apa.

"Selamat pagi, Rory. Ini adalah salinan surat cerainya," kata Becky sambil menyerahkan dokumen itu kepadanya.

Ekspresi di wajah Rory berubah menjadi gelap. "Apa kamu sudah benar-benar memikirkannya?"

"Ya, aku sudah memikirkannya matang-matang," kata Becky sambil memandangnya dengan tatapan yang tegas di matanya. Dia sama sekali tidak berpikir jernih ketika dia memutuskan untuk menikah dengannya, tapi sekarang, dia benar-benar berpikir jernih.

Mendengar nada ketegasan dalam suaranya, Rory mengerutkan keningnya dengan kesal. "Bagus kalau begitu," katanya dengan kasar.

Dia mencibir di dalam hati dan berharap bahwa sebaiknya Becky tidak menyesali hal ini.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Becky kemudian berjalan cepat ke arah kantor. Mereka mendapatkan formulir perceraian dan mengajukannya. Setelah itu, mereka membayar biaya pengarsipan untuk memproses perceraian mereka.

Yang harus mereka lakukan sekarang hanyalah menunggu hakim untuk menyelesaikan proses perceraian ini. Setelah itu, mereka berdua sudah tidak ada hubungannya lagi satu sama lain.

Setelah semuanya akhirnya selesai, Rory berbalik dan pergi tanpa banyak melirik Becky.

Melihat itu, Becky sama sekali tidak merasa terkejut. Pria itu memang sudah lama sekali ingin menyingkirkannya. Sekarang setelah keinginannya itu akhirnya terpenuhi, tentu saja dia tidak ingin melihatnya lagi.

Di mata Rory, dia mungkin adalah seorang wanita yang kejam dan licik, persis seperti yang dilukiskan oleh para netizen. Namun, sekarang semua itu tidak penting lagi.

Bagaimanapun, mereka telah memutuskan semua hubungan di antara satu sama lain. Namun yang mengejutkan Becky, ketika dia berjalan keluar dari pengadilan, dia melihat Rory masih belum pergi.

"Kamu sudah membuat Berline kehilangan bayinya. Meskipun sekarang kita sudah bercerai, kamu harus pergi ke rumah sakit dan meminta maaf padanya."

Segera setelah dia selesai berbicara, embusan angin bertiup ke arah Becky dan dia belum pernah merasakan angin musim gugur yang terasa begitu dingin sebelumnya.

Dia mengira karena mereka telah menikah selama tiga tahun lamanya, Rory akan merasa sedikit sedih setelah perceraian mereka. Sekarang, Becky merasa bahwa dirinya masih tetap terlalu naif.

Setelah terdiam sejenak, Becky mengangkat kepalanya untuk menatap pria yang berada di hadapannya dan tiba-tiba tersenyum. "Ya, kamu benar. Memandang sejarah hubungan kita, kamu bisa yakin bahwa aku akan bertanggung jawab atas apa yang telah kulakukan."

Namun, dia tetap tidak akan mengakui sesuatu yang sama sekali tidak dia lakukan. Setelah mengatakan itu, dia kembali melanjutkan, "Omong-omong, sebagai cara untuk menunjukkan ketulusanku, aku sudah menyiapkan satu hadiah besar untuk Berline. Tolong beri tahu dia tentang hal itu."

Tanpa menunggu jawaban apa pun, Becky menatap Rory untuk yang terakhir kalinya, kemudian berjalan pergi.

Becky berjalan ke trotoar dan memanggil taksi. Setelah dia masuk ke dalam taksi, taksi itu meluncur melewati Rory. Pria itu melihatnya yang sedang duduk di kursi belakang dengan ekspresi dingin di wajahnya.

Rory mengerutkan keningnya dan merasa sangat kesal. Dia melirik ke arah mobil yang terparkir di dekatnya, tetapi alih-alih berjalan ke sana, dia malah mengeluarkan kotak rokok dari dalam sakunya, lalu menjepit sebatang rokok di antara bibirnya, dan menyalakannya.

Meskipun dia tidak ingin menikahi Becky pada saat itu, namun dia juga tidak ingin menceraikannya. Sekarang, mereka akhirnya sudah bercerai.

Rory sama sekali tidak merasa sedih. Baginya, Becky hanyalah seorang wanita yang bisa dia terima sebagai istrinya.

Namun, ketika dia memikirkan perceraian mereka, dia mulai merasa bahwa merokok tidak akan bisa menghilangkan rasa depresi di hatinya.

"Lupakan saja. Dia hanya seorang wanita yang terlalu memandang tinggi pada dirinya sendiri," gumamnya.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Dia Tidak Percaya padanya2 Bab 2 Hukuman3 Bab 3 Kita Bercerai Saja4 Bab 4 Gosip5 Bab 5 Perjanjian Perceraian6 Bab 6 Semua Ini Karena Rory7 Bab 7 Tidak Setia Seperti Seekor Anjing8 Bab 8 Wanita yang Terlalu Percaya Diri9 Bab 9 Kamu Pikir Kamu Siapa10 Bab 10 Apa Becky Gila 11 Bab 11 Perceraian Membuatnya Lebih Baik12 Bab 12 Pertengkaran di Hotel13 Bab 13 Pacar Baru14 Bab 14 Summer Band15 Bab 15 Wanita Idamanku16 Bab 16 Kami17 Bab 17 Tidak Bisa Berinteraksi18 Bab 18 Dia Sama Sekali Tidak Peduli19 Bab 19 Wanita Misterius yang Cantik20 Bab 20 Kenapa Becky Ada di Sini 21 Bab 21 Senyum Becky22 Bab 22 Sangat Murah23 Bab 23 Mutiara dan Berlian24 Bab 24 Menantikannya25 Bab 25 Pembalasan yang Lemah26 Bab 26 Tulus Atau Tidak 27 Bab 27 Di Antah Berantah28 Bab 28 Jangan Sakiti Aku29 Bab 29 Mata dibalas Mata30 Bab 30 Balas Dendam31 Bab 31 Membayarnya Seratus Kali Lipat32 Bab 32 Berlutut33 Bab 33 Keberanian34 Bab 34 Katakan Sesuatu yang Baik35 Bab 35 Membeli Mobil36 Bab 36 Masa lalu yang Indah37 Bab 37 Summer Band Beraksi Kembali38 Bab 38 Sebuket Mawar39 Bab 39 Bagiku, Dia Sudah Mati40 Bab 40 Pengagum Becky41 Bab 41 Kebuntuan42 Bab 42 Tidak Tertarik43 Bab 43 Bukankah Dia Berkata Dia Tidak Bisa Menari 44 Bab 44 Anjing Gila45 Bab 45 Bukan Urusanku46 Bab 46 Uang Adalah Prioritas47 Bab 47 Jangan Jatuh Cinta Karena Penampilannya48 Bab 48 Pujian yang Tinggi49 Bab 49 Seorang Bajingan50 Bab 50 Ingin Bertaruh 51 Bab 51 Apa Hebatnya Keluarga Arsenio 52 Bab 52 Kamu Memang Jenius53 Bab 53 Apa Becky Jatuh Cinta pada Devin 54 Bab 54 Lelang55 Bab 55 Calon Pacar56 Bab 56 Berapa Banyak yang Kamu Inginkan 57 Bab 57 Dunia ini Benar-Benar Sangat Sempit58 Bab 58 Bersenang-Senang dengan Pria Seksi59 Bab 59 Kylan Salvino60 Bab 60 Calon Istriku61 Bab 61 Suasana Hati yang Baik Hancur62 Bab 62 Cemburu63 Bab 63 Apa Kamu Sedang Mengancamku 64 Bab 64 Apa Kamu Menungguku 65 Bab 65 Menemanimu66 Bab 66 Menangislah Jika Kamu Sedih67 Bab 67 Pemikat Wanita68 Bab 68 Apa Becky Begitu Kekurangan Pria 69 Bab 69 Hari yang Sial70 Bab 70 Mereka Setara71 Bab 71 Siapa Pria Itu 72 Bab 72 Sugar Daddy73 Bab 73 Siapa yang Melakukan ini 74 Bab 74 Janji75 Bab 75 Siapa Pria Itu 76 Bab 76 Dua Triliun77 Bab 77 Mimpi Apa 78 Bab 78 Aku Akan Mengajarimu Cara Meminta Maaf79 Bab 79 Beraninya Mereka 80 Bab 80 Tidak Sebodoh Itu81 Bab 81 Apa Orang Tuamu Tidak Mengajarimu Sopan Santun 82 Bab 82 Putri Kesayangan Steve83 Bab 83 Tiga Hal84 Bab 84 Kamu Berbohong85 Bab 85 Buta86 Bab 86 Penghinaan87 Bab 87 Kita Tidak Mampu Menyinggung Mereka88 Bab 88 Permintaan Maaf89 Bab 89 Aku Tidak Tahu90 Bab 90 Devin Mencintaimu91 Bab 91 Cinta Murahan yang Tidak Berharga92 Bab 92 Sesuatu yang Berarti93 Bab 93 Prinsip94 Bab 94 Sampah95 Bab 95 Kamu Berutang Sesuatu Padaku96 Bab 96 Menjadi Posesif97 Bab 97 Apa Kamu Kecewa 98 Bab 98 Devin Serius99 Bab 99 Waktunya Merespon dengan Baik100 Bab 100 Aku akan Menanganinya