icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 3
Kita Bercerai Saja
Jumlah Kata:730    |    Dirilis Pada:14/11/2022

Hujan turun semakin deras sementara hati Becky berubah menjadi semakin dingin. Dia sama sekali tidak tahu sudah berapa lama dia berlutut di luar. Dia hanya tahu bahwa ketika hujan akhirnya berhenti, langitnya masih terlihat gelap gulita.

Kedua pelayan itu telah tertidur. Sebenarnya, Becky bisa saja memanfaatkan kesempatan ini untuk pergi, tapi dia tidak melakukannya.

Dia hanya tidak percaya ternyata Rory benar-benar bisa bersikap begitu kejam. Terkadang, bahkan dirinya sendiri harus mengakui bahwa dirinya memang terlalu naif.

Saat fajar menyingsing, Rory akhirnya datang melihatnya. Setelah berlutut sepanjang malam, punggung Becky merosot karena kelelahan.

Saat Rory berjalan mendekat ke arahnya, Becky memandangnya dengan tatapan muram dan mencubit dirinya sendiri agar bangun. "Apa kamu sudah merasa tenang sekarang?"

Jika pria itu tenang, seharusnya dia mau mendengarkannya sekarang.

Rory menatap wanita yang ada di hadapannya. Seluruh tubuh Becky basah kuyup karena hujan badai malam sebelumnya dan matanya yang berbentuk seperti biji almond itu tampak lelah, namun mata itu sama sekali tidak bisa menyembunyikan tekadnya.

Dia merasa sedikit terganggu dengan tatapannya yang keras kepala. "Apa kamu sudah bersedia untuk mengakui kesalahanmu sekarang?"

Ketika mendengarnya menanyakan pertanyaan itu, Becky tercengang dan matanya melebar dengan tak percaya. Dia tiba-tiba menyadari bahwa berlutut di udara yang dingin sepanjang malam adalah sebuah lelucon besar.

Dia berlutut sepanjang malam untuk membuktikan suatu hal pada mereka. Dia tidak akan mengakui perbuatan yang tidak diperbuatnya.

"Aku benar-benar tidak mendorong Berline ke dalam air. Dia yang melompat ke dalam kolam itu sendiri."

Ketika dia berbicara, dia dengan perlahan bangkit dan merasakan sakit serta mati rasa di sekujur tubuhnya. Ketika akhirnya bisa berdiri, Becky kemudian menatap mata pria itu dalam-dalam dan melanjutkan, "Tapi aku tahu bahwa kamu sama sekali tidak percaya padaku. Rory, kita bercerai saja."

Dalam hatinya, Rory sebenarnya berharap dia akan mendengar permintaan maaf dari Becky, tetapi alih-alih mengakui kesalahannya, wanita itu malah menyatakan bahwa dia ingin menceraikannya. Tanpa memberikannya kesempatan untuk menjawab, Becky segera berbalik dan mulai berjalan pergi.

Langkahnya sangat lambat karena lututnya bengkak dan sakit setelah semalaman berlutut di tanah. Dan yang lebih buruk lagi, hujan telah memperburuk demamnya dan dia terasa panas dan dingin secara bersamaan sekarang.

Setiap langkah yang dia ambil terasa lebih sulit daripada yang terakhir, tetapi dia tetap menjaga punggungnya agar tetap tegap.

Tak lama kemudian, Becky akhirnya berhasil kembali ke dalam kamarnya. Dia mengertakkan giginya dan dengan cepat mengirimkan sebuah pesan pada Jessie Yardena, sahabatnya.

Setelah dia menekan tombol kirim pada ponselnya, dia kemudian dengan cepat mengemasi beberapa barangnya untuk dibawa pergi.

Tepat ketika dia akan turun dengan barang bawaannya, Rory kebetulan sedang berjalan naik ke lantai atas. Tanpa memandangnya sedikit pun, Becky hanya berjalan melewatinya dan terus berjalan pergi.

Penyakit Becky telah memengaruhi dirinya secara keseluruhan. Begitu dia keluar dari rumah itu, pandangannya mulai terasa kabur. Untungnya, sebelum dia sempat jatuh pingsan, Jessie sudah datang.

Melihat Becky yang hampir pingsan di pinggir jalan, Jessie sangat kaget. "Di mana Rory?"

Dia segera bergegas untuk keluar dari mobilnya dan mengambil koper Becky, lalu memasukkannya ke dalam bagasi. Begitu dia menutup pintu bagasi, lutut Becky terasa lemas dan dia pun jatuh pingsan.

"Becky!"

Jessie dengan cepat memapahnya. Saat dia menyentuh Becky, dia kaget merasakan betapa panasnya suhu tubuhnya.

Hal ini membuatnya merasa tertekan dan marah. Dengan hati-hati, Jessie menuntun Becky ke kursi penumpang di mobil dan berkata, "Aku akan membawamu ke rumah sakit."

Namun, saat itu Becky sudah jatuh pingsan dan tidak mendengar ucapannya. Wajahnya terlihat sepucat hantu, dan melihatnya seperti itu membuat Jessie merasa kasihan padanya.

Untuk saat ini, Jessie tidak punya waktu untuk menghadapi Keluarga Arsenio. Dia menginjak pedal gas dan langsung melesat menuju ke rumah sakit terdekat.

Becky demam tinggi dan tidur sepanjang sore. Begitu dia membuka matanya, dia melihat Jessie sedang tertidur di tepi tempat tidurnya.

Seketika, Becky ingat tentang apa yang telah terjadi. Semuanya masih tergambar dengan sangat jelas dalam benaknya. Semakin dia memikirkannya, dia menjadi semakin merasa sedih.

Karena tidak ingin membangunkan Jessie, jadi dia hanya menggertakkan giginya untuk mencegah dirinya menangis. Di dalam ruangan yang gelap itu, air mata diam-diam jatuh mengalir di pipinya.

Dia sudah salah tentang Rory. Dia seharusnya tidak pernah percaya bahwa dia bisa mengubahnya. Sampai hari ini, pria itu masih mencintai Berline dan hanya mencintai Berline. Selama tiga tahun terakhir ini, Becky hanyalah sebuah lelucon baginya.

Tidak heran Berline mengatakan bahwa dirinya bodoh. Sekarang ketika Becky memikirkannya kembali, dia pikir dirinya lebih dari hanya sekedar bodoh. Dia mungkin adalah wanita paling bodoh di dunia ini.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Dia Tidak Percaya padanya2 Bab 2 Hukuman3 Bab 3 Kita Bercerai Saja4 Bab 4 Gosip5 Bab 5 Perjanjian Perceraian6 Bab 6 Semua Ini Karena Rory7 Bab 7 Tidak Setia Seperti Seekor Anjing8 Bab 8 Wanita yang Terlalu Percaya Diri9 Bab 9 Kamu Pikir Kamu Siapa10 Bab 10 Apa Becky Gila 11 Bab 11 Perceraian Membuatnya Lebih Baik12 Bab 12 Pertengkaran di Hotel13 Bab 13 Pacar Baru14 Bab 14 Summer Band15 Bab 15 Wanita Idamanku16 Bab 16 Kami17 Bab 17 Tidak Bisa Berinteraksi18 Bab 18 Dia Sama Sekali Tidak Peduli19 Bab 19 Wanita Misterius yang Cantik20 Bab 20 Kenapa Becky Ada di Sini 21 Bab 21 Senyum Becky22 Bab 22 Sangat Murah23 Bab 23 Mutiara dan Berlian24 Bab 24 Menantikannya25 Bab 25 Pembalasan yang Lemah26 Bab 26 Tulus Atau Tidak 27 Bab 27 Di Antah Berantah28 Bab 28 Jangan Sakiti Aku29 Bab 29 Mata dibalas Mata30 Bab 30 Balas Dendam31 Bab 31 Membayarnya Seratus Kali Lipat32 Bab 32 Berlutut33 Bab 33 Keberanian34 Bab 34 Katakan Sesuatu yang Baik35 Bab 35 Membeli Mobil36 Bab 36 Masa lalu yang Indah37 Bab 37 Summer Band Beraksi Kembali38 Bab 38 Sebuket Mawar39 Bab 39 Bagiku, Dia Sudah Mati40 Bab 40 Pengagum Becky41 Bab 41 Kebuntuan42 Bab 42 Tidak Tertarik43 Bab 43 Bukankah Dia Berkata Dia Tidak Bisa Menari 44 Bab 44 Anjing Gila45 Bab 45 Bukan Urusanku46 Bab 46 Uang Adalah Prioritas47 Bab 47 Jangan Jatuh Cinta Karena Penampilannya48 Bab 48 Pujian yang Tinggi49 Bab 49 Seorang Bajingan50 Bab 50 Ingin Bertaruh 51 Bab 51 Apa Hebatnya Keluarga Arsenio 52 Bab 52 Kamu Memang Jenius53 Bab 53 Apa Becky Jatuh Cinta pada Devin 54 Bab 54 Lelang55 Bab 55 Calon Pacar56 Bab 56 Berapa Banyak yang Kamu Inginkan 57 Bab 57 Dunia ini Benar-Benar Sangat Sempit58 Bab 58 Bersenang-Senang dengan Pria Seksi59 Bab 59 Kylan Salvino60 Bab 60 Calon Istriku61 Bab 61 Suasana Hati yang Baik Hancur62 Bab 62 Cemburu63 Bab 63 Apa Kamu Sedang Mengancamku 64 Bab 64 Apa Kamu Menungguku 65 Bab 65 Menemanimu66 Bab 66 Menangislah Jika Kamu Sedih67 Bab 67 Pemikat Wanita68 Bab 68 Apa Becky Begitu Kekurangan Pria 69 Bab 69 Hari yang Sial70 Bab 70 Mereka Setara71 Bab 71 Siapa Pria Itu 72 Bab 72 Sugar Daddy73 Bab 73 Siapa yang Melakukan ini 74 Bab 74 Janji75 Bab 75 Siapa Pria Itu 76 Bab 76 Dua Triliun77 Bab 77 Mimpi Apa 78 Bab 78 Aku Akan Mengajarimu Cara Meminta Maaf79 Bab 79 Beraninya Mereka 80 Bab 80 Tidak Sebodoh Itu81 Bab 81 Apa Orang Tuamu Tidak Mengajarimu Sopan Santun 82 Bab 82 Putri Kesayangan Steve83 Bab 83 Tiga Hal84 Bab 84 Kamu Berbohong85 Bab 85 Buta86 Bab 86 Penghinaan87 Bab 87 Kita Tidak Mampu Menyinggung Mereka88 Bab 88 Permintaan Maaf89 Bab 89 Aku Tidak Tahu90 Bab 90 Devin Mencintaimu91 Bab 91 Cinta Murahan yang Tidak Berharga92 Bab 92 Sesuatu yang Berarti93 Bab 93 Prinsip94 Bab 94 Sampah95 Bab 95 Kamu Berutang Sesuatu Padaku96 Bab 96 Menjadi Posesif97 Bab 97 Apa Kamu Kecewa 98 Bab 98 Devin Serius99 Bab 99 Waktunya Merespon dengan Baik100 Bab 100 Aku akan Menanganinya