icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 2
Hukuman
Jumlah Kata:654    |    Dirilis Pada:14/11/2022

"Rory?"

Meskipun Becky sudah tahu bahwa pria itu tidak akan melindunginya, tapi saat pria itu menekan bahunya dengan tangannya, hatinya tetap saja merasa sakit bagaikan disayat dengan pisau.

Dulu, dia sangat naif dan tetap saja bersikeras menikahi pria ini meski telah ditentang oleh keluarganya. Dia mengira dengan seiring berjalannya waktu, hatinya yang dingin pasti akan mencair.

Ditekan hingga berlutut di lantai oleh Rory membuat lututnya terasa sangat sakit, tapi rasa sakit di lututnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan rasa sakit di hatinya.

Becky mengangkat kepalanya dan menatap Rory yang berdiri di sampingnya, sorot matanya yang tajam dan tanpa rasa simpati, serta bibir tipisnya yang terkatup rapat seperti sebilah pisau tajam yang menancap langsung ke dalam ulu hatinya.

"Becky, apa kamu sudah tahu akan kesalahanmu?" Mendengar suara Elmore, Becky langsung menegakkan punggungnya dan menoleh ke arahnya, "Bukan aku yang mendorongnya, aku tidak tahu di mana letak kesalahanku."

Begitu dia melontarkan kata-kata itu, Elmore langsung mengambil vas bunga yang ada di atas meja dan melemparkannya ke samping Becky. Vas yang membentur lantai itu pecah berkeping-keping, potongan pecahan vas itu lalu memantul dan melukai punggung tangan Becky.

"Wanita tidak tahu malu! Kamu melakukan kesalahan yang begitu besar tapi malah tidak bersedia untuk mengakui kesalahanmu, aku sudah tidak ingin melihatmu lagi sekarang! Seret dia keluar dan biarkan dia berlutut di luar sampai dia mengetahui kesalahannya!"

Setelah mengucapkan kata-kata tersebut, Elmore menatap ke arah Rory dan berkata, "Cari seseorang untuk mengawasinya! Jangan biarkan dia berdiri sampai dia mengakui kesalahannya!"

Setelah Elmore pergi dengan penuh amarah, Jenifer, ibu Rory, melirik ke arah Rory sejenak, lalu berjalan menghampiri Becky dan berkata, "Becky, cepatlah berdiri, kakek bersikap seperti ini karena sedang emosi, jangan dimasukkan ke dalam hati."

Di Keluarga Arsenio, satu-satunya orang yang memerlakukan Becky dengan baik hanyalah Jenifer. Dia adalah wanita yang baik dan berhati lembut, dia merasa apa pun yang telah dilakukan Becky, dia masih tetap anggota keluarga ini.

Sementara itu, Denise, adik perempuan Rory tertawa mencibir dan berkata, "Bu, Kakek sudah mengatakan bahwa Becky tidak boleh berdiri sebelum dia mengakui kesalahannya. Ibu lebih baik tidak terlibat dalam masalah ini!"

Denise yang dari dulu tidak menyukai Becky akhirnya punya kesempatan melihat Becky tertimpa masalah. Selesai bicara, dia pun menghampiri Jenifer dan menariknya pergi.

Jenifer menghela napas dan menatap ke arah Rory yang sedari tadi hanya diam saja. "Rory, apa yang ada di pikiranmu? Bagaimanapun, Becky telah menikah dan menjadi istrimu selama tiga tahun, meskipun dia tidak ...."

Sorot mata Rory tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin, dia pun berkata, "Aku tidak punya istri yang berhati kejam seperti itu!"

Kata-katanya membuat seluruh tubuh Becky bergetar. Dia tahu bahwa tidak ada gunanya lagi menjelaskan semuanya padanya karena di dalam pikiran suaminya, dia adalah orang yang berhati kejam.

Setelah selesai bicara, Rory pun bangkit berdiri, dia lalu kembali melontarkan sebuah kalimat yang dingin kepadanya. "Kamu urus saja hal ini sendiri, Becky."

Kata 'urus saja hal ini sendiri' dan juga suara derap langkah kakinya yang semakin lama semakin jauh membuat hati Becky merasa sangat hancur.

Tidak lama setelah Rory pergi, dua orang pelayan Keluarga Arsenio datang menghampirinya dan berkata, "Nyonya Arsenio, Anda harus berlutut di luar sesuai dengan yang diperintahkan oleh Tuan Besar."

Selesai bicara, kedua pelayan itu saling bertukar pandang, lalu menyeret Becky keluar dari ruang tamu dan memaksanya berlutut di luar.

Becky yang tidak pernah dihina seperti ini sebelumnya langsung mengangkat kepalanya dan menatap kedua pelayan yang ada di hadapannya dengan dingin. "Beraninya kalian memperlakukanku seperti ini!"

Namun, kedua pelayan tersebut sama sekali tidak menggubrisnya dan malah berkata, "Berlututlah di sana dengan baik Nyonya Arsenio! Tuan Besar telah memberi perintah, kalau Anda tidak mau mengakui kesalahan Anda, maka Anda harus berlutut di sini sepanjang malam. Anda lebih baik bersikap patuh demi kebaikan kita semua."

Pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara guntur di langit, tidak lama kemudian, hujan pun turun dengan sangat deras. Kedua pelayan itu tertegun sejenak, lalu mereka dengan cepat berlari ke dalam ruang tamu dan meninggalkan Becky berlutut di luar sendirian.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Dia Tidak Percaya padanya2 Bab 2 Hukuman3 Bab 3 Kita Bercerai Saja4 Bab 4 Gosip5 Bab 5 Perjanjian Perceraian6 Bab 6 Semua Ini Karena Rory7 Bab 7 Tidak Setia Seperti Seekor Anjing8 Bab 8 Wanita yang Terlalu Percaya Diri9 Bab 9 Kamu Pikir Kamu Siapa10 Bab 10 Apa Becky Gila 11 Bab 11 Perceraian Membuatnya Lebih Baik12 Bab 12 Pertengkaran di Hotel13 Bab 13 Pacar Baru14 Bab 14 Summer Band15 Bab 15 Wanita Idamanku16 Bab 16 Kami17 Bab 17 Tidak Bisa Berinteraksi18 Bab 18 Dia Sama Sekali Tidak Peduli19 Bab 19 Wanita Misterius yang Cantik20 Bab 20 Kenapa Becky Ada di Sini 21 Bab 21 Senyum Becky22 Bab 22 Sangat Murah23 Bab 23 Mutiara dan Berlian24 Bab 24 Menantikannya25 Bab 25 Pembalasan yang Lemah26 Bab 26 Tulus Atau Tidak 27 Bab 27 Di Antah Berantah28 Bab 28 Jangan Sakiti Aku29 Bab 29 Mata dibalas Mata30 Bab 30 Balas Dendam31 Bab 31 Membayarnya Seratus Kali Lipat32 Bab 32 Berlutut33 Bab 33 Keberanian34 Bab 34 Katakan Sesuatu yang Baik35 Bab 35 Membeli Mobil36 Bab 36 Masa lalu yang Indah37 Bab 37 Summer Band Beraksi Kembali38 Bab 38 Sebuket Mawar39 Bab 39 Bagiku, Dia Sudah Mati40 Bab 40 Pengagum Becky41 Bab 41 Kebuntuan42 Bab 42 Tidak Tertarik43 Bab 43 Bukankah Dia Berkata Dia Tidak Bisa Menari 44 Bab 44 Anjing Gila45 Bab 45 Bukan Urusanku46 Bab 46 Uang Adalah Prioritas47 Bab 47 Jangan Jatuh Cinta Karena Penampilannya48 Bab 48 Pujian yang Tinggi49 Bab 49 Seorang Bajingan50 Bab 50 Ingin Bertaruh 51 Bab 51 Apa Hebatnya Keluarga Arsenio 52 Bab 52 Kamu Memang Jenius53 Bab 53 Apa Becky Jatuh Cinta pada Devin 54 Bab 54 Lelang55 Bab 55 Calon Pacar56 Bab 56 Berapa Banyak yang Kamu Inginkan 57 Bab 57 Dunia ini Benar-Benar Sangat Sempit58 Bab 58 Bersenang-Senang dengan Pria Seksi59 Bab 59 Kylan Salvino60 Bab 60 Calon Istriku61 Bab 61 Suasana Hati yang Baik Hancur62 Bab 62 Cemburu63 Bab 63 Apa Kamu Sedang Mengancamku 64 Bab 64 Apa Kamu Menungguku 65 Bab 65 Menemanimu66 Bab 66 Menangislah Jika Kamu Sedih67 Bab 67 Pemikat Wanita68 Bab 68 Apa Becky Begitu Kekurangan Pria 69 Bab 69 Hari yang Sial70 Bab 70 Mereka Setara71 Bab 71 Siapa Pria Itu 72 Bab 72 Sugar Daddy73 Bab 73 Siapa yang Melakukan ini 74 Bab 74 Janji75 Bab 75 Siapa Pria Itu 76 Bab 76 Dua Triliun77 Bab 77 Mimpi Apa 78 Bab 78 Aku Akan Mengajarimu Cara Meminta Maaf79 Bab 79 Beraninya Mereka 80 Bab 80 Tidak Sebodoh Itu81 Bab 81 Apa Orang Tuamu Tidak Mengajarimu Sopan Santun 82 Bab 82 Putri Kesayangan Steve83 Bab 83 Tiga Hal84 Bab 84 Kamu Berbohong85 Bab 85 Buta86 Bab 86 Penghinaan87 Bab 87 Kita Tidak Mampu Menyinggung Mereka88 Bab 88 Permintaan Maaf89 Bab 89 Aku Tidak Tahu90 Bab 90 Devin Mencintaimu91 Bab 91 Cinta Murahan yang Tidak Berharga92 Bab 92 Sesuatu yang Berarti93 Bab 93 Prinsip94 Bab 94 Sampah95 Bab 95 Kamu Berutang Sesuatu Padaku96 Bab 96 Menjadi Posesif97 Bab 97 Apa Kamu Kecewa 98 Bab 98 Devin Serius99 Bab 99 Waktunya Merespon dengan Baik100 Bab 100 Aku akan Menanganinya