Kain Basahan Basah di Kamar Mandi

Kain Basahan Basah di Kamar Mandi

Hasibuan Official

5.0
Komentar
416
Penayangan
10
Bab

Rusly sudah berani membawa selingkuhannya ke dalam istana surgaku. Bagaimana bisa dia tega dan terang-terang membawa perempuan lain ke dalam bahtera rumah tanggaku? Apakah dia sudah tidak lagi menganggap ku ada? Atau dia sudah tidak cinta lagi kepadaku? Aku akan memberi perhitungan kepada dia dan wanita murahan itu. Lihat saja nanti, diamku bukan berarti aku kalah.

Kain Basahan Basah di Kamar Mandi Bab 1 Part 01

Kain Basahan Basah di Kamar Mandi

Part 01: Kain Basahan Basah

"Pa, kok ada di rumah? Bukannya tadi sudah berangkat ke kantor?" cecarku dengan heran. Aku menautkan satu alis ke atas.

"Ada yang ketinggalan," jawabnya santai.

"Semuanya sudah kusiap 'kan tadi. Kenapa masih ada yang ketinggalan," tanyaku kembali.

"Sudahlah jangan banyak tanya. Berkas ini sangat penting buat meeting siang ini bersama klien kita, Ma. Maka dari itu, aku pulang mengambilnya," jawab Rusly dengan santai sembari membereskan kemeja dan dasinya.

Tiba-tiba, aku kebelet ke kamar mandi, aku terkejut kain basahan basah di kamar mandi dan yang lebih mengejutkan lagi tetesan airnya masih deras menetes. Lantai dan dinding kamar mandi masih setengah kering. Tidak hanya itu, botol shampo yang tidak pernah aku beli dan pakai ada di tempat sabun. Merk shampo ini biasa dipakai perempuan. Cuma aku perempuan di rumah ini. Nggak mungkin Bu Ijah pakai shampo merk ini.

"Papa baru selesai mandi ya?" tanyaku menyelidiki sambil keluar dari kamar mandi.

Masih kuingat suamiku duluan mandi daripada aku. Kenapa kain basahan ini basah? Otakku terus berpikir kejadian yang sangat aneh menurutku.

"Mandi! mau pipis saja nggak sempat, Ma. Aku pulang ke rumah mau ambil berkas ini saja, nggak lebih," jawab Mas Rusly sambil memperlihatkan map batik. Dia menuju meja rias. Kemudian duduk dan meletakkan map itu di atas meja rias. Sesekali dia menyisir rambutnya.

Aku melangkah masuk kembali ke dalam kamar mandi. Tidak buang-buang waktu, aku mencari tahu kebenaran yang telah terjadi.

"Ini shampo siapa Pa?! Dan Kenapa kain basahan ini basah?" tanyaku dengan bertubi-tubi.

Kubawa botol shampo itu menghampiri Rusly yang sedang duduk di meja rias. Dia asyik menyisir rambutnya dan sesekali melirik ke arahku.

Seketika wajah Rusly berubah merah. "Ma! Bisa nggak sih, nggak curiga samaku. Kalau aku mau selingkuh sejak dulu bisa. Mana mungkin aku mengkhianatimu, Ma!" jawabnya mulai emosi.

Nada suaranya sudah mulai naik dan tidak seperti biasanya. Rasa curigaku mulai meronta untuk membuktikan suamiku selingkuh atau tidak. Namun, aku masih bisa menahan diri untuk bermain cantik.

"Aku masih ingat betul kamar mandi yang aku tinggalkan seperti apa, Pa! Shampo ini nggak ada tadi. Mana mungkin perempuan lain mandi di sini kalau bukan kamu yang bawa, Pa!"

Aku tersulut emosi, rasanya aku ingin menampar wajah suamiku dengan keras. Ternyata aku tidak bisa menahan amarah dan rasa curigaku pada suamiku.

"Belakangan ini mama selalu curiga setiap gerak-gerikku. Aku risih dengan tingkahmu, Ma."

"Wajar dong aku menaruh curiga sama papa. Kebiasaan papa jauh berubah semenjak naik jabatan."

Rusly berpikir sejenak, dia baru sadar kalau aku selalu memperhatikan setiap gerak-geriknya.

"Berubah apanya, Ma?! Perasaan aku biasa saja. Pikiranmu saja yang berlebihan dan terlalu menaruh curiga padaku," ucapnya pergi melangkah turun ke bawah. Langkah kakinya sangat cepat menapaki anak tangga.

"Aku belum selesai ngomong Pa! Tolong jelaskan apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dariku!"

Aku terus berusaha mencari kebenaran yang ada. Aku yakin, suatu saat kebusukan suamiku pasti tercium juga.

"Nggak ada rahasia yang aku sembunyikan, Ma! Sudahlah aku mau pergi ke kantor, takut terlambat."

Rusly terus melangkah dan sambil mengotak-atik ponselnya. Tidak berapa lama, dia memasukkan gawainya ke saku celananya. Dia fokus berjalan dengan cepat.

Aku melihat map batik tinggal di atas Meja rias. Aku mengayunkan kakiku menghampiri map itu lalu kuambil. Mataku melotot melihat ada sehelai rambut panjang dekat map tersebut.

'Nggak mungkin rambutku, aku cuma memiliki rambut pendek, itu pun sebahu. Rambut siapa?' gumamku sembari memperhatikannya dengan seksama.

Kukejar Rusly sambil membawa map dan sehelai rambut tersebut. Langkah kakiku sengaja aku percepat.

"Pa ... Pa ... Mapnya ketinggalan," teriakku memanggil sembari mengejarnya.

Dia tidak menggubris panggilanku. Aku heran seketika, katanya berkas dalam map ini penting buat bahan meeting. Kenapa map-nya ketinggalan tidak dihiraukannya? Pertanyaan ini muncul di benakku.

Rusly berhenti tiba-tiba, ponsel miliknya berdering. Dia merogoh kotak perseginya dari dalam saku celananya. Tidak butuh waktu lama, dia menjawab panggilan telepon tersebut.

[Sayang aku lupa membawa shampoku di kamar mandi. Takut kalau Nesya menaruh curiga kepada hubungan gelap kita. Merk shampo itu bukan sembarangan orang pakai,] ucap wanita itu di ujung sana.

Kebiasaan suamiku kalau menerima panggilan telepon, dia selalu mengaktifkan speakernya. Sehingga aku dapat mendengar isi percakapan suamiku dengan lawan bicaranya.

Deg!

Jantungku berdegup kencang, darahku mulai mendidih mendengar ucapan perempuan yang baru saja bicara sama Rusly, suamiku.

[Sudah aman kok sayang, untung saja aku bisa bersilat lidah. Pokoknya kamu tenang saja. Nggak bakalan ketahuan kok sama istriku,] jawab Rusly dengan santai.

Suamiku tidak tahu kalau aku sekarang menguping di belakangnya. Kebiasaan buruknya masih saja melekat pada dirinya yaitu kalau menelpon selalu mengaktifkan speakernya. Itu sebabnya aku mendengar jelas ucapan mereka via telepon.

[Usai meeting kita lunch di tempat biasa ya, sayang. Aku klepek-klepek sama kamu. Pokoknya aku nggak bisa jauh dari kamu, sayang.]

Suara perempuan itu kembali menggoda suamiku. Darahku mendidih mendengar kata sayang. Suamiku masih saja santai dan belum mengetahui kalau aku di belakangnya.

"Pa! siapa wanita itu?! Kenapa bisa dia memanggil sayang, jawab Mas!" amukku, rasa emosi sudah tidak terkontrol sehingga kurobek map batik itu di depannya.

"Mama! Kamu sudah gila ya?! Itu berkas sangat penting buat karierku. Kenapa di robek?" ucap Rusly sambil menampar jidatnya.

Ponsel miliknya masih saja melekat di daun telinganya sebelah kiri. Tidak berapa lama, sambungan telepon terputus.

"Lebih bagus jabatan kamu biasa-biasa saja daripada seperti ini, Pa! Betul pepatah mengatakan, semakin tinggi pohon itu semakin kencang angin menerpanya. Papa juga seperti itu, semakin tinggi jabatan kamu semakin banyak wanita lain di luar sana mulai menggodamu!"

Plak!

Sebuah tamparan menepis di wajahku. Aku mengelus pipi mulusku yang baru saja panas karena pukulan yang diberikan Rusly padaku.

"Kamu jahat, Pa. Aku tidak menyangka kamu setega ini memperlakukanku. Sudah banyak bukti yang aku temukan satu hari ini. Mulai dari kain basahan yang basah, botol shampo, sehelai rambut panjang dan kamu telah terang-terangan menjawab telepon wanita lain dengan nada mesra. Papa kira aku bakalan diam dengan semua bukti yang sudah cukup jelas."

"Terus kamu mau apa?!"

Rusly bukannya tidak merasa bersalah malah dia semakin melawan. Dia tidak tahu diri, kalau asal muasalnya kariernya naik dan cemerlang berkat usahaku.

"Aku mau cerai, Pa!"

"Tidak bisa."

Rusly berkacak pinggang sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya. Dia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

"Kalau kamu nggak mau, aku akan menggugat cerai kamu, Pa!"

"Berani kamu menggugat ceraiku, hidupmu akan melarat. Kamu nggak tahu siapa aku sekarang. Aku bisa mencampakkan kamu laksana sampah tidak berguna."

Rusly sudah berani melawan. Dia sudah merasa hebat, sehingga bisa berkata seperti itu.

"Silahkan Pa! kalau kamu lebih memilih wanita itu daripada aku yang sudah lama bersamamu. Aku menerimamu apa adanya mulai dari nol, sekarang kamu sukses dan kaya raya malah mencampakkan aku laksana sampah tak berguna. Kamu kira aku diam, kita lihat saja siapa yang bakalan menderita dan menyesal."

Sudah saatnya diriku bangkit untuk melawan kekejian suamiku.

"Kamu itu cuma wanita biasa. Hidupmu sekarang bergantung kepadaku. Kalau aku tidak memberi uang kepadamu, mana bisa kamu makan."

Rusly lupa kalau aku bekerja dan menjadi wanita karier.

"Kamu lupa kalau aku punya penghasilan sendiri. Aku ini sudah bekerja."

"Oh iya, aku lupa. Kalau kamu itu karyawan biasa."

Rusly mengukir senyum smirk. Dia sangat bahagia melihat aku mati kutu dan tidak bisa menjawab lagi.

"Sayang ...!" suara wanita terdengar jelas membuyarkan perang dingin antara aku dan suamiku.

"Kamu ...," ucapku terjeda dengan mulut menganga.

Bersambung ....

Next?

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Hasibuan Official

Selebihnya

Buku serupa

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra
4.8

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

Pernikahan Kilat dengan Sang Miliarder

JADE HOWE
5.0

Riani sangat menyayangi pacarnya. Meskipun pacarnya telah tidak bekerja selama beberapa tahun, dia tidak ragu-ragu untuk mendukungnya secara finansial. Dia bahkan memanjakannya, agar dia tidak merasa tertekan. Namun, apa yang pacarnya lakukan untuk membalas cintanya? Dia berselingkuh dengan sahabatnya! Karena patah hati, Riani memutuskan untuk putus dan menikah dengan seorang pria yang belum pernah dia temui. Rizky, suaminya, adalah seorang pria tradisional. Dia berjanji bahwa dia akan bertanggung jawab atas semua tagihan rumah tangga dan Riani tidak perlu khawatir tentang apa pun. Pada awalnya, Riani mengira suaminya hanya membual dan hidupnya akan seperti di neraka. Namun, dia menemukan bahwa Rizky adalah suami yang baik, pengertian, dan bahkan sedikit lengket. Dia membantunya tidak hanya dalam pekerjaan rumah tangga, tetapi juga dalam kariernya. Tidak lama kemudian, mereka mulai saling mendukung satu sama lain sebagai pasangan yang sedang jatuh cinta. Rizky mengatakan dia hanyalah seorang pria biasa, tetapi setiap kali Riani berada dalam masalah, dia selalu tahu bagaimana menyelesaikan masalahnya dengan sempurna. Oleh karena itu, Riani telah beberapa kali bertanya pada Rizky bagaimana dia bisa memiliki begitu banyak pengetahuan tentang berbagai bidang, tetapi Rizky selalu menghindar untuk menjawabnya. Dalam waktu singkat, Riani mencapai puncak kariernya dengan bantuannya. Hidup mereka berjalan dengan lancar hingga suatu hari Riani membaca sebuah majalah bisnis global. Pria di sampulnya sangat mirip dengan suaminya! Apa-apaan ini! Apakah mereka kembar? Atau apakah suaminya menyembunyikan sebuah rahasia besar darinya selama ini?

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana
5.0

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Kain Basahan Basah di Kamar Mandi Kain Basahan Basah di Kamar Mandi Hasibuan Official Romantis
“Rusly sudah berani membawa selingkuhannya ke dalam istana surgaku. Bagaimana bisa dia tega dan terang-terang membawa perempuan lain ke dalam bahtera rumah tanggaku? Apakah dia sudah tidak lagi menganggap ku ada? Atau dia sudah tidak cinta lagi kepadaku? Aku akan memberi perhitungan kepada dia dan wanita murahan itu. Lihat saja nanti, diamku bukan berarti aku kalah.”
1

Bab 1 Part 01

05/08/2022

2

Bab 2 Part 02

07/08/2022

3

Bab 3 Part 03

07/08/2022

4

Bab 4 Part 04

07/08/2022

5

Bab 5 Part 05

07/08/2022

6

Bab 6 Part 06

07/08/2022

7

Bab 7 Part 07

07/08/2022

8

Bab 8 Part 08

07/08/2022

9

Bab 9 Part 09

07/08/2022

10

Bab 10 Part 10

07/08/2022