Suami Dan Mertua Tak Tahu Aku Banyak Uang

Suami Dan Mertua Tak Tahu Aku Banyak Uang

Qirana ina

5.0
Komentar
142.3K
Penayangan
45
Bab

Amira yang selalu sabar saat dihina dan dibandingkan dengan istri adik iparnya yang bernama Rista. Akan tetapi ia tak semiskin dan sehina yang mertuanya kira, wanita penyabar itu akan membuktikan jika dirinya bisa sukses dengan hasil usaha sendiri. Sementara itu Heri suaminya mulai tergoda oleh kehadiran wanita yang pernah menjadi kekasih di masa lalunya, ia mulai bosan hidup susah dengan Amira. Diam-diam Heri menjalin hubungan dengan Tania mantan kekasihnya itu. Namun, lama-lama hubungan gelap mereka diketahui oleh Amira. Amira merasa kecewa karena perjuangannya berdagang membantu perekonomian keluarga hanya sia-sia dan malah mendapatkan pengkhianatan dari suaminya. Saat akan menggugat cerai justru ia malah dinyatakan hamil, lalu apakah yang akan dilakukan Amira? Tetap bercerai atau bertahan dan bersabar dengan kelakuan mertua dan suaminya?

Suami Dan Mertua Tak Tahu Aku Banyak Uang Bab 1 Kejutan

"Lihat ini, Heri, enak banget hidup adikmu itu punya istri anak orang kaya, tinggal di rumah besar dan mewah, ga kaya kamu, apes! Malah nikah sama rakyat jelata, jadi hidupmu gini-gini aja ga ada kemajuan" celetuk ibu mertua sambil memandang layar ponsel.

Aku yang sedang menghidangkan teh dan camilan di atas meja hanya bisa bersikap biasa saja, dihina dan dibandingkan dengan Rista yang tak lain istrinya Ardan adik iparku sudah jadi makanan sehari-hari.

"Lihat tuh di rumahnya ada kolam renang, gede dan juga bersih, enak banget ya jadi Rista tiap hari bisa foya-foya ga kaya kita," celetuk ibu lagi masih memandang ponsel android-nya.

Mas Heri menggeser posisi duduknya dekat ibu lalu dua pasang mata itu melihat layar ponsel bersamaan, memandang takjub benda pipih itu.

"Iya ya, Bu, enak banget jadi Ardan padahal sebelum nikah sama Rista dia pengangguran, eh sekarang jadi orkay mendadak, lah aku dari dulu kerja keras malah dapet ...."

Mas Heri tak melanjutkan ucapannya ia malah melirikku dengan sinis.

"Dapet apa, Mas? kamu nyesel karena punya istri kaya aku yang hanya tukang pentol aja?" sahutku dengan santai, ngapain emosi bikin darah tinggi saja.

"Fikir aja sendiri," sahut Mas Heri sedikit ketus.

"Coba aja kalau kamu punya istri seperti Rista yang kaya raya, pasti hidupmu enak ga perlu kerja keras, Ri," celetuk ibu lagi.

Aku memilih masuk ke dapur dari pada mendengar keluhan dua manusia tak bisa bersyukur itu, mau hidup enak tapi enggan berusaha, mana ada yang seperti itu dimana-mana kalau mau kaya ya harus usaha.

Hari ini rumah sederhanaku akan kedatangan tamu yang katanya istimewa, siapa lagi jika bukan Ardan dan Rista--putri seorang pengusaha sukses yang terkenal di kota ini--

Yang kudengar dari ibu mertua, keluarga Rista memiliki supermarket paling besar di kota ini dan memiliki beberapa cabang, berbeda denganku yang hanya anak seorang penjual daging di pasar, tak heran baik ibu ataupun Mas Heri selalu membandingkan aku dengan istrinya Ardan itu.

"Ma, aku mau kue yang ada depan itu, tapi ga dibolehin sama nenek," rengek Nasya--putriku yang berumur delapan tahun--

Tiba-tiba saja hatiku merasa geram, kue itu aku yang beli masa Nasya tak boleh memakannya walau sepotong.

"Ya sudah biar Mama yang pintain."

Aku bergegas ke ruang tamu.

"E-eh, main comot-comot aja, ini tuh kue buat Rista sama Ardan," celetuk ibu sambil menepis tanganku yang hendak mengambil sepotong kue di atas meja.

"Nasya mau, Bu, kasih ajalah sedikit lagian dia ga minta semua kuenya kok," jawabku sedikit kesal.

"Kalau Nasya mau kue beli aja di warung sana, ini kue mahal dan spesial buat mantuku, mereka ke sini mau ngasih kejutan buat Ibu, jadi harus disambut sama makanan enak dan spesial" jawab ibu sinis.

"Lagian kue ini Heri yang beli tadi khusus buat menyambut adiknya, jadi kamu jangan ngambil seenaknya ya."

"Yang beli memang Mas Heri, tapi uangnya dari aku, Bu!" tegasku sambil mengambil sepotong kue brownis itu dan membungkusnya dengan tissu.

"Hahhhh, yang bener aja masa iya kamu punya uang buat beli kue semahal ini." Ibu memandangku remeh.

"Yaiyalah punya, Ibu lupa kalau aku juga bisa mandiri cari uang sendiri," balasku sambil menyeringai.

"Halaaah, cuma jualan seblak sama pentol aja bangga! Tuh lihat Rista dia anak pengusaha tapi ga sombong!" tegasnya dengan wajah memerah.

Mereka tak tahu saja berapa penghasilanku perharinya yang didapat dari jualan seblak, bahkan gaji Mas Heri sebulan saja ketinggalan jauh, setengah hasil jualan kutabung untuk masa depan dan setengahnya untuk menutupi kekurangan sehari-hari.

Mas Heri bekerja sebagai seorang security di sebuah pabrik industri, gajinya hanya 3juta itu pun penghasilannya dibagi dua dengan ibunya, belum uang bensin dan rokok, tak heran jika uang yang diberikan padaku diminta lagi olehnya.

Entah bagaimana jadinya jika aku tak jualan seblak dan pentol, gajinya hanya cukup untuk beli beras dan kebutuhan selama dua Minggu, sedangkan kebutuhan listrik, air dan yang lainnya memakai uangku dari hasil jualan.

"Nah, itu mereka sudah datang."

Kami serempak celingukan ke arah luar, benar ternyata Ardan dan Rista keluar dari mobil mewahnya itu, lalu di belakangnya ada mobil pick up datang membawa motor Honda PCX berwarna merah.

"Wah ada motor, jangan-jangan motor itu kejutan buat ibu," ujarnya begitu ceria.

Aku menyeringai sambil mengikutinya keluar.

"Ya ampuun motornya bagus banget warna merah lagi, harusnya kalian ga perlu repot-repot lah beli hadiah semahal ini," ujar ibu sambil menggandeng Rista.

"Nih lihat, Amira, menantu kesayangan Ibu beliin motor bagus, kamu mah mana sanggup." Ibu mengejekku.

"Hei ibu-ibu lihat nih menantu saya yang kaya raya itu beliin motor loh, duhh baik banget 'kan dia," teriak ibu pada tetangga yang sedang ngerumpi di rumah sebelah.

Sontak saja beberapa orang ibu-ibu itu menghampiri, menatap takjub motor yang hendak diturunkan oleh pegawai dealer.

"Dengan Bu Amira?" tanya salah seorang pegawai dealer itu, ia berjalan begitu saja melewati ibu.

"Iya betul Pak." Aku mengangguk.

"Loh kok malah nanya Amira, motor itu buat saya atas nama Bu Ninik, Anda salah orang, Pak," sahut ibu membuatku ingin terbahak.

"Maaf, Bu. Tapi motor ini yang beli atas nama Bu Amira bukan Bu Ninik," jawab lelaki itu lalu menyerahkan kunci.

"Apa?! Amira? ... engga! ga mungkin! Dia cuma jualan pentol ga mungkin bisa kebeli motor," ujar ibu dengan mata membelalak.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gemoy
5.0

Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku. ''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur. ''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur. lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman. ''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku. jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi . Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri. ''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga. Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku. ''Jangan nak... ibu mohon.... Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat. Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............ Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat! Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar. Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar. Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana
5.0

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Suami Dan Mertua Tak Tahu Aku Banyak Uang Suami Dan Mertua Tak Tahu Aku Banyak Uang Qirana ina Lainnya
“Amira yang selalu sabar saat dihina dan dibandingkan dengan istri adik iparnya yang bernama Rista. Akan tetapi ia tak semiskin dan sehina yang mertuanya kira, wanita penyabar itu akan membuktikan jika dirinya bisa sukses dengan hasil usaha sendiri. Sementara itu Heri suaminya mulai tergoda oleh kehadiran wanita yang pernah menjadi kekasih di masa lalunya, ia mulai bosan hidup susah dengan Amira. Diam-diam Heri menjalin hubungan dengan Tania mantan kekasihnya itu. Namun, lama-lama hubungan gelap mereka diketahui oleh Amira. Amira merasa kecewa karena perjuangannya berdagang membantu perekonomian keluarga hanya sia-sia dan malah mendapatkan pengkhianatan dari suaminya. Saat akan menggugat cerai justru ia malah dinyatakan hamil, lalu apakah yang akan dilakukan Amira? Tetap bercerai atau bertahan dan bersabar dengan kelakuan mertua dan suaminya?”
1

Bab 1 Kejutan

02/07/2022

2

Bab 2 Kejutan Untuk Ibu

02/07/2022

3

Bab 3 Motornya Buatku Saja

02/07/2022

4

Bab 4 Makin Ngeselin

02/07/2022

5

Bab 5 Pelajaran Untuk Heri

02/07/2022

6

Bab 6 Yang Kaya Itu Orang Tua Rista

02/07/2022

7

Bab 7 Dihina Balik

02/07/2022

8

Bab 8 Pelajaran Untuk Ibu

02/07/2022

9

Bab 9 Ponselmu Untukku

02/07/2022

10

Bab 10 Balasan Datang Begitu Cepat

02/07/2022

11

Bab 11 Balasan Telak Untuk Heri Dan Ibu

02/07/2022

12

Bab 12 Kejutan

08/07/2022

13

Bab 13 Mimpi Buruk

08/07/2022

14

Bab 14 Menghadapi pelakor

08/07/2022

15

Bab 15 Ada apa dengan Heri

08/07/2022

16

Bab 16 Keputusan

08/07/2022

17

Bab 17 Aku tidak miskin, Bu!

08/07/2022

18

Bab 18 Keadaan setelah bercerai

08/07/2022

19

Bab 19 Satria

08/07/2022

20

Bab 20 Tertangkap basah

08/07/2022

21

Bab 21 Rebutan anak

08/07/2022

22

Bab 22 Ngaku-ngaku

10/07/2022

23

Bab 23 Derita Heri

11/07/2022

24

Bab 24 Pahlawan Untuk Amira

13/07/2022

25

Bab 25 Ada apa dengan Tania

15/07/2022

26

Bab 26 Awal Kebencian

21/07/2022

27

Bab 27 Duka

23/07/2022

28

Bab 28 Dijadikan babu

24/07/2022

29

Bab 29 Menyambut bahagia

30/07/2022

30

Bab 30 Isi hati Heri

30/07/2022

31

Bab 31 Semua perbuatan akan ada balasannya

03/08/2022

32

Bab 32 Seperti Patah hati

04/08/2022

33

Bab 33 Bimbang

05/08/2022

34

Bab 34 Minder

12/08/2022

35

Bab 35 Banyak Saingan

15/08/2022

36

Bab 36 Penggoda

18/08/2022

37

Bab 37 Calon mertua

20/08/2022

38

Bab 38 Tak pernah akur

23/08/2022

39

Bab 39 Kecelakaan

27/08/2022

40

Bab 40 Bu Ninik Kenapa

29/08/2022