Persekutuan Gaib

Persekutuan Gaib

R.D.Lestari.

4.8
Komentar
24.9K
Penayangan
68
Bab

Bukan hanya cantik, Saras punya ramuan yang membuat Fadlan bertekuk lutut dikakinya. Ramuan apa itu?

Persekutuan Gaib Bab 1 Prameswari

"Pagi, Sayang," ucap Mas Fadlan lembut di telingaku. Bibirnya yang tipis bermain manja di pipiku.

"Mmmm, geli Mas," aku menggeliat manja. Kupicingkan mata dan menatap lembut Mas Fadlan, pria yang sudah menemaniku selama lima tahun ini.

"Mas pergi kerja dulu, ya, Sayang. Kamu jangan capek-capek di rumah, ya," bisiknya lembut.

"Iya, Mas. Hati-hati di jalan, ya Sayang," ucapku seraya mencium punggung tangannya. Mas Fadlan tersenyum manis. Ia pun balik mencium keningku lembut.

Ku tatap kepergiannya dengan senyuman dan doa di hatiku. Ya, Mas Fadlan lelaki tampan dan juga lembut. Berkulit putih dan tinggi juga punya tubuh yang ideal.

Ia selalu memperlakukanku dengan baik dan sangat menyayangiku. Seorang lelaki yang perfeksionis dan juga teliti. Membuatnya selalu tampil mempesona di setiap waktu.

Aku sungguh bahagia menjadi istrinya. Sayangnya, di usia pernikahan kami yang sudah memasuki usia lima tahun aku tak kunjung mengandung. Namun, itu tak menjadi batu sandungan untuk kami. Mas Fadlan tetap berlaku baik dan sikapnya tak pernah berubah.

Brummmm!

Ku dengar deru mobil Mas Fadlan di luar. Pelan kulangkahkan kaki keluar kamar menuju dapur. Seperti biasa, sarapan sudah tersedia di atas meja. Selain tampan Mas Fadlan sosok suami yang sangat pengertian. Ia tak pernah merepotkan dan selalu menyempatkan diri membantuku. Ia pun tak pernah banyak menuntut.

Slurrrrp!

Kuseruput susu coklat hangat di atas meja. Duduk manis sembari mengunyah roti tawar dengan selai strawberry. Menikmati pagi sebelum berangkat ke butik.

"Ah, kamu memang suami idaman, Mas," aku berdecak kagum.

Aku Widya. Wanita muda yang sangat beruntung di peristri olehnya.

***

Brumm!

Ckitttttt!

Mobil putih berhenti di depan kosan bercat putih. Seorang wanita cantik yang masih belia keluar dari salah satu kosan menyambut lelaki tampan berkemeja coklat di dalam mobil.

Wanita itu tampil dengan tampilan kemeja merah dengan rok hitam di atas paha. Berjalan melenggok memamerkan paha putih dan tubuhnya yang indah bak gitar spanyol. Rambutnya hitam sebahu terkibas manja membuat sang lelaki berdecak kagum mengagumi kecantikannya.

"Pagi Sayang," sapanya begitu berada di samping mobil.

"Pagi juga cantikku, ayok masuk. Nanti kelihatan orang," jawabnya sambil celingak-celinguk. Memperhatikan sekitar.

"Tenang aja, Sayang. Aman," ucapnya dengan memainkan jemari lentiknya.

Gadis itu kemudian masuk ke dalam mobil. Sengaja merundukkan tubuhnya dan memamerkan mahkota putih nya hingga sang pria menelan ludah.

"Sayang, sarapan pagi dulu, dong," goda sang pria. Sang pria mendekatkan wajahnya dan menatap mesra gadis cantiknya .

"Belum dapet ya, dari Widya. Istrimu ," sahutnya beringsut mundur seolah menolak .

"Hmmm, seperti biasa. Wanita pemalas itu masih tertidur ketika aku bangun. Akulah yang menyiapkan segala keperluanku sendiri dan membuat sarapan," dengusnya kesal.

"Cup-cup-cup, Sayang. Ada aku di sini," bujuk gadis muda itu.

"Kamu sih. Buat aku badmood . Boro-boro mau sarapan. Mau pergi pun ia belum mandi. Membuatku ga bernafsu mendekati nya," papar sang lelaki yang ternyata Fadlan . Suami Widya.

"Beda banget sama kamu, Sayang. Pagi-pagi dah cantik, wangi, sexi. Membuatku selalu deg-degan kalau dekat sama kamu," puji Fadlan.

" Oia, Sayang. Dah Mas transfer lima juta, ya. Sesuai permintaanmu kemarin,"ujarnya sembari menunjukkan ponselnya .

"Ah, makasih Sayang , muachhh ," si gadis tampak kegirangan dan mencium mesra pipi Fadlan .

"Cuma pipi? lima juta loh, Sayang. Ga dikit itu," jawabnya dengan memanyunkan bibirnya yang tipis.

"Iya, sini," si gadis menarik keras kemeja Fadlan. Kecupan demi kecupan mendarat di bibirnya. Fadlan tak kuasa menolak.

"Sudah, ah. Ayo berangkat kerja. Nanti kita terlambat," ia pun menyudahi aksinya .

"Kamu memang liar, Sayang. Itu kenapa aku sangat tergila-gila padamu," puji Fadlan membuat gadis itu tersenyum malu.

"Abis pulang kerja aku tunggu di kafe depan kantor. Kita lanjut ke hotel. Ingat loh, maumu sudah kuturuti , gantian aku yang minta," tutur Fadlan dengan kedipan manja. Si gadis hanya tersenyum simpul dan mengangguk. Fadlan meremas geram paha si gadis hingga ia terlonjak kaget. Membuat Fadlan semakin gemas dan tak sabar menunggu sore tiba.

***

Gadis itu adalah Prameswari. Ia biasa di sebut Memes. Wajahnya memang sangat cantik. Bibirnya tipis ,hidungnya bangir dan bulu matanya lentik .

Gadis berusia dua puluh tahun itu jatuh hati pada seorang pria beristri bernama Fadlan. Pria ganteng berusia tiga puluh tahun yang belum memiliki keturunan.

Awal pertemuan mereka di sebuah kantor. Memes adalah karyawan baru di kantor Fadlan . Benih cinta itu muncul sejak awal mereka saling pandang saat bersamaan menaiki lift . Fadlan tak sengaja menginjak kaki Memes, dan saat itu mereka langsung berkenalan.

Fadlan ternyata sosok pria yang sangat Memes idam-idamkan . Selain tampan, Fadlan juga punya kedudukan penting di kantornya . Enak di ajak bicara dan selalu rapi. Membuat Memes langsung jatuh hati.

Ternyata gayung bersambut. Fadlan tak kuasa menahan hasrat diri untuk bisa memiliki Memes walaupun ia sudah beristri. Ia pun jatuh hati dengan paras cantik dan tubuh seksi sang gadis.

Mereka kemudian...

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh R.D.Lestari.

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku