5.0
Komentar
2.8K
Penayangan
80
Bab

Ikatan pernikahan Nila dengan Chandra selama bertahun-tahun, tak mampu mengeser posisi Raksa dalam hati Nila. Nila lakukan apapun agar tidak hamil sambil berharap Raksa kekasihnya kembali. Pernikahan itu sekali seumur hidup, bukankah harusnya kita menikah dengan orang yang kita cintai ?

Pemilik Hati Bab 1 SUAMI

Cinta memang rumit. Menikah itu nasib dan mencintai itu takdir. Jadi kita tidak pernah tahu cintamu untuk siapa dan menikah dengan siapa.

-Sudjiwo Tedjo-

.

.

.

.

Mata Nila perlahan membuka,dan langsung mendapati wajah suaminya, Chandra,yang masih terlelap.

Dia tertidur berbantal lengan suaminya, dan dalam posisi bergelung selimut putih tebal dengan satu lengan Chandra yang memeluk pinggangnya.

Pelan-pelan Nila menyingkirkan tangan tersebut,lalu bangkit dari tidur. Rambut panjangnya kusut dengan wajah lesu tak bertenaga.

Dia melilit tubuhnya yang tak memakai apa pun dengan selimut tipis yang tersaruk di bawah ranjang,kemudian menghela nafas panjang.

Hampir semalaman Chandra 'menghajar' habis dirinya,membuat seluruh tubuhnya nyeri dan perih pada bagian sensitifnya.

"Mau kemana ?"

Sebuah suara terdengar,membuat Nila menoleh ke arahnya. Suaminya telah membuka mata dan tengah menatap ke arahnya.

"Mandi." ia beringsut.Tapi baru satu kakinya terjulur ke keluar ranjang,Chandra sudah menahannya.

"Nanti saja,ini hari minggu,aku ingin lebih lama bersamamu." ia sudah melingkarkan lengan kokohnya pada pinggang ramping istrinya.

"Mau apa lagi?" Nila terlihat marah.Ia berusaha melepas kungkungkan tangan Chandra.Tapi tak berhasil.

"Aku masih ada waktu,ini belum 24 jam." ia berkata.

Wajah Nila langsung memerah. "Aku capek,aku tak mau lagi." ia membuang muka.

"Mama sudah lama ingin cucu, dan kita sudah menikah hampir dua tahun." Pria 33 tahun dengan cambang yang melingkari sekitar dagu sampai pipinya itu berkata. "Apa kau tak malu terus-terusan di sebut perempuan mandul?"

"Terserah meraka mau bilang apa tentangku, aku tidak peduli." ucap Nila ketus.

Kembali ia bergeser turun dan berusaha melepas pelukan Chandra darinya.Tapi sayang,bukannya mengendur,Chandra malah melingkarkan kedua lengannya ke pinggang Nila dan menjatuhkannya ke tempat tidur.

Nila menjerit sambil menahan berat tubuh Chandra dengan kedua tangannya.

"Aku tak mau!" Nila menatap sengit ke arah Chandra dengan mata yang mulai berair.

"Lupa dengan perjanjiannya?" wajah Chandra yang bekesan kaku dengan kedua alis tebalnya itu berkata.

"Semalaman aku sudah memberikan hakmu,biarkan aku istirahat,aku lelah." Nila mencoba bernegosiasi. Jantungnya mulai berdebar kencang,takut suaminya itu tak akan mau mengerti.

"Dan setelah aku memberimu waktu istirahat,kau akan mengatakan jika waktu ku sudah habis..?"

Nila menelan ludah mendengar kata-kata suaminya,karena memang begitulah trik yang di gunakan. Namun kali ini,ia benar-benar merasa sangat lelah sampai pinggangnya pegal.

Chandra langsung membuka selimut yang menutupi tubuh indah istrinya.Membuat Nila berteriak dan berusah melawan.

"Tidak seperti ini." ia menangis,mencoba mempertahankan selimutnya. "Kau tak bisa memaksaku.Aku sudah cukup menuruti keinginanmu."

"Keinginan?" Chandra menyringai.Tampak sekali jika ia menahan marah. "Melaksanakan kewajiban seorang istri hanya di minggu ke 2?"

Nila terisak. "Jangan.." ia memalingkan muka dan memejamkan mata rapat-rapat,saat Chandra sudah naik di atas tubuh polosnya.

Di paksa istrinya menerima dirinya lagi.Membuat ia tersiksa oleh setiap gerakakannya yang menuntut dan meremukan pertahannya.

"..Pe..laan,aku moo..hon.." peluh mengalir dari dahi Nila.Ia memalingkan muka,sambil mencegkeran kain bantal kuat-kuat.

Rasanya tubuhnya seperti tercabik.

Memori gelap masa lalu membayang,membuat Nila makin tak rela tubuhnya di jamah oleh suaminya sendiri.

"Ja..ngan,jangan lagi.." kedua tangan Nila yang gemetar berusah mendorong pundak Chandra,saat suaminya itu mulai membuat tanda dengan cara menyesap kulitnya sampai berwarna biru keunguan.

Tapi Chandra tak mempedulikan penolakan istrinya.Dengan gerakan yang tetap stabil,dia mulai menjelajahi leher,pundak serta dada Nila yang naik turun sesuai ritmenya.

Tubuh Nila berkhianat,menolak.Tapi ia menerima segala kenikamatan yang Chandra berikan untuknya.Membuat tubuhnya menegang,dan ia mengelurkan suara yang bahkan dirinya sendiripun malu mendengarnya.

Nila langsung lemas.Tapi Chandra belum mau mengakhiri. Justru ini adalah gilirannya.

"Sudaaahh..." Nila menangis.

Kening Chandra berkerut, menatap wanita yang tergolek di bawahnya dan tak mau melihat ke arahnya.

Hampir dua tahun usia pernikahan mereka.Tapi istrinya itu tak kunjung memberinya keturunan.

Berbagai omongan miring tentang Nila yang di lontarkan Ibu kandungnya sendiri membuat ia tertekan.

Tapi di satu sisi Chandra juga paham,tentang pentingnya keturuna bagi keluarga besarnya.

Nafas Nila mulai berat.Matanya setengah terpejam dengan keringat mengalir deras.Ia tak bisa apa-apa selain memalingkan muka dan membiarkan Chandra terus menghujaminya.

Istrimu mandul,Chandra.

Kata-kata Ibunya beberapa saat lalu terlintas,membuat Chandra makin emosi dan mengoyak tubuh istrinya,sampai ia menjerit dan menarik apa pun yang berada di dekatnya,bersamaan dengan ia yang mencapai puncak.

Matahari telah tinggi saat Nila tersadar dari tidurnya. Ia mendengar suara gemericik air saat matanya yang kosong menatap langit-langit kamar.

Suaminya sudah meninggalkannya dan kini tengah membersihkan diri. Ini adalah kesempatan untuknya.

Badanya yang lungrah ia paksa untuk bangun,membuat kepalanya langsung pening.

Di buka selimut yang menutupi tububnya yang lembab dan di penuhi bekas percintaan.

Ia memandang dirinya sendiri pada kaca meja rias yang berada tepat di pijok ruang dan menghadap ke arahnya.

Wajahnya maki lusuh dengan rambut panjangnya yang tak beraturan.Dan yang membuat Nila merana,bagian leher dan dadanya yang pasti nanti dia bingung bagaimana menutupi bekas ciuman Chandra ini.

Seperti tersadar akan sesuatu.Nila lekas turun dari ranjang,meski tak memakai apa pun. Kakinya masih gemetar.

Tapi ia paksa untuk jalan.

Cairan milik suaminya menetes-netes,membuat Nila bergidik saat merasakan cairan licin itu bergesekan degan kulitnya. Biasnaya,Nila akan langsung lari ke kamar mandi untuk membersihkan cairan menjijikan itu. Tapi kali ini tidak,Nila tak mau sampai kecolongan,dan saat Chandra tengah mandi ini adalah waktu yang tepat.

Di buka laci sebuah meja yang terdapat di kamar tidur tersebut.Tangannya merogoh agak dalam,setelah tadi mengeser barang-barang tak penting yang sengaja ia tumpuk,untuk menutupu benda berharganya.

Sebuah botol kecil bening terbuat dari kaca,berisi beberapa tablet pil KB yang sebagian telah ia minum.

Suara guyuran air shower terhenti. Cepat-cepat Nila mengambil satu butir dan meminumnya bersamaan dengan air putih pada gelas kaca yang tersedia di atas meja.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Hijaudaun_birulangit

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Pemilik Hati Pemilik Hati Hijaudaun_birulangit Romantis
“Ikatan pernikahan Nila dengan Chandra selama bertahun-tahun, tak mampu mengeser posisi Raksa dalam hati Nila. Nila lakukan apapun agar tidak hamil sambil berharap Raksa kekasihnya kembali. Pernikahan itu sekali seumur hidup, bukankah harusnya kita menikah dengan orang yang kita cintai ?”
1

Bab 1 SUAMI

16/12/2021

2

Bab 2 GURU

16/12/2021

3

Bab 3 KENANGAN

16/12/2021

4

Bab 4 BUNGA MATAHARI

16/12/2021

5

Bab 5 TAK BAHAGIA

16/12/2021

6

Bab 6 SEKRETARIS

16/12/2021

7

Bab 7 HUBUNGAN SUAMI DAN ISTRI

16/12/2021

8

Bab 8 BUNUH DIRI

16/12/2021

9

Bab 9 SELENA

16/12/2021

10

Bab 10 LUKA

16/12/2021

11

Bab 11 MAMI

16/12/2021

12

Bab 12 SUATU TEMPAT

06/01/2022

13

Bab 13 KEJUTAN

06/01/2022

14

Bab 14 MENYENANGKAN HATIMU

06/01/2022

15

Bab 15 RASA CINTA

06/01/2022

16

Bab 16 IMPIAN DAN CITA-CITA

06/01/2022

17

Bab 17 RAKSA

16/01/2022

18

Bab 18 KELIRU

16/01/2022

19

Bab 19 TAK BERARTI

16/01/2022

20

Bab 20 MALAPETAKA

16/01/2022

21

Bab 21 PEDIH

16/01/2022

22

Bab 22 CURIGA

16/01/2022

23

Bab 23 CURIGA II

16/01/2022

24

Bab 24 PERTENGKARAN

16/01/2022

25

Bab 25 RASA DALAM HATI

16/01/2022

26

Bab 26 KEJADIAN DI PAGI HARI

09/02/2022

27

Bab 27 AKU SUKA

09/02/2022

28

Bab 28 BERITA

09/02/2022

29

Bab 29 REMUK

09/02/2022

30

Bab 30 PERSIMPANGAN

09/02/2022

31

Bab 31 NELANGSA

09/02/2022

32

Bab 32 MUAL

09/02/2022

33

Bab 33 IPAR DAN MERTUA

09/02/2022

34

Bab 34 KUE

09/02/2022

35

Bab 35 KUE II

09/02/2022

36

Bab 36 AKU LAPAR

09/02/2022

37

Bab 37 GELOMBANG

09/02/2022

38

Bab 38 TIDUR BERSAMA

09/02/2022

39

Bab 39 MEMBAIK

09/02/2022

40

Bab 40 TAK ACUH

09/02/2022