Hancur Karena Janji Palsu Suamiku

Hancur Karena Janji Palsu Suamiku

Abbot Holzman

5.0
Komentar
636
Penayangan
14
Bab

Aku merawat suamiku, Prabu, dari kelumpuhan hingga ia bisa berjalan kembali, percaya pada janjinya untuk mencintaiku selamanya. Namun, semua pengorbananku hancur saat ia berselingkuh dengan mahasiswi bimbingannya, Safira. Penderitaanku memuncak saat adikku, Asma, dilecehkan oleh kakak Safira. Aku memohon bantuan Prabu, namun ia menolak dengan kejam. "Aku tidak punya waktu untuk kasus remeh seperti ini." Akibatnya, Asma yang putus asa memilih untuk bunuh diri setelah dipermalukan di depan umum. Seolah belum cukup, Safira merusak kuburan adikku, menumpahkan abunya ke tanah hanya untuk mengubur kucingnya di sana. Aku tidak mengerti, mengapa pria yang pernah begitu kucintai bisa membiarkan semua ini terjadi? Setelah semua penderitaan itu, Prabu akhirnya sadar dan menghancurkan hidup Safira. Ia kembali, berlutut di hadapanku dengan cincin, memohon kesempatan kedua. "Ananda, menikahlah denganku." Aku menatap matanya yang penuh penyesalan, lalu dengan dingin menjawab, "Tidak."

Hancur Karena Janji Palsu Suamiku Bab 1

Aku merawat suamiku, Prabu, dari kelumpuhan hingga ia bisa berjalan kembali, percaya pada janjinya untuk mencintaiku selamanya. Namun, semua pengorbananku hancur saat ia berselingkuh dengan mahasiswi bimbingannya, Safira.

Penderitaanku memuncak saat adikku, Asma, dilecehkan oleh kakak Safira. Aku memohon bantuan Prabu, namun ia menolak dengan kejam.

"Aku tidak punya waktu untuk kasus remeh seperti ini."

Akibatnya, Asma yang putus asa memilih untuk bunuh diri setelah dipermalukan di depan umum.

Seolah belum cukup, Safira merusak kuburan adikku, menumpahkan abunya ke tanah hanya untuk mengubur kucingnya di sana.

Aku tidak mengerti, mengapa pria yang pernah begitu kucintai bisa membiarkan semua ini terjadi?

Setelah semua penderitaan itu, Prabu akhirnya sadar dan menghancurkan hidup Safira. Ia kembali, berlutut di hadapanku dengan cincin, memohon kesempatan kedua.

"Ananda, menikahlah denganku."

Aku menatap matanya yang penuh penyesalan, lalu dengan dingin menjawab, "Tidak."

Bab 1

Ananda POV:

Saya tidak pernah menyangka bahwa undangan reuni alumni yang begitu saya nantikan akan menjadi awal dari akhir segalanya.

Sore itu, Prabu pulang dengan senyum tipis, membawa undangan mewah dari almamaternya.

"Aku tidak bisa menemanimu," katanya santai, tanpa menatap mataku.

Hatiku mencelos. Padahal aku sudah menyiapkan gaun terbaik dan latihan dansa dengannya.

"Kenapa?" tanyaku, mencoba menyembunyikan kekecewaan.

Ia mengangkat bahu, "Ada beberapa meeting penting yang tidak bisa ditinggalkan."

Aku mengangguk, mencoba memahami.

Malam reuni, aku duduk sendirian di sofa, memerankan istri yang pengertian.

Aku terus memantau ponselku, berharap ada kabar darinya.

Namun, yang kudapatkan adalah notifikasi dari akun Instagram temanku.

Sebuah foto Prabu, tersenyum lebar, menggandeng seorang wanita muda.

Wanita itu bukan aku.

Dia Safira Ongkowijoyo, mahasiswi bimbingannya yang terkenal lugu dan rapuh itu.

Dadaku sesak, napas terasa tercekat.

Foto itu seolah menonjok ulu hatiku.

Prabu yang arogan dan egois itu, yang selalu menganggap diriku remeh.

Semua pengorbanan dan kesabaranku seakan tak berarti.

Kemarahan menjalar, membakar habis sisa-sisa pengertian yang kumiliki.

Aku tahu, ini bukan hanya tentang reuni yang terlewat.

Ini tentang kehormatan, tentang harga diri yang diinjak-injak.

Aku merenung semalaman, membiarkan sakit hati menggerogoti setiap inci jiwa.

Pagi harinya, sebuah keputusan bulat telah kubuat.

Aku tidak bisa lagi melanjutkan pernikahan yang penuh kebohongan ini.

"Prabu," panggilku, suaraku datar, tanpa emosi.

Dia menoleh, masih dengan aura angkuh yang selalu melekat padanya.

"Ada apa? Kau sudah menyesal?" tanyanya, senyum mengejek tersungging di bibirnya.

"Aku ingin bercerai," kataku tegas, menyerahkan dokumen yang sudah kusiapkan.

Prabu terdiam sesaat, lalu tertawa renyah.

"Cih, hanya karena reuni alumni yang kubatalkan? Kau terlalu berlebihan, Ananda."

Ia menganggap enteng permintaanku, seolah ini hanya lelucon.

"Bukan hanya itu," jawabku, "Ini tentang kau dan Safira."

Wajahnya sedikit berubah, tapi dengan cepat ia menguasai diri.

"Oh, jadi ini tentang cemburu murahanmu itu? Ingat, Ananda, kau bukan siapa-siapa tanpaku."

"Terserah apa katamu," sahutku dingin.

"Kau akan menyesalinya, Ananda," ancamnya.

"Tidak akan," balasku, mataku menatap lurus ke arahnya.

Aku meletakkan dokumen perceraian di atas meja, di tangannya.

Dia melihatnya, lalu mencibir.

"Kau pikir aku akan takut dengan ancamanmu ini?"

Prabu merobek dokumen itu di depan mataku.

"Kau akan tahu siapa aku, Ananda," katanya.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Hancur Karena Janji Palsu Suamiku Hancur Karena Janji Palsu Suamiku Abbot Holzman Romantis
“Aku merawat suamiku, Prabu, dari kelumpuhan hingga ia bisa berjalan kembali, percaya pada janjinya untuk mencintaiku selamanya. Namun, semua pengorbananku hancur saat ia berselingkuh dengan mahasiswi bimbingannya, Safira. Penderitaanku memuncak saat adikku, Asma, dilecehkan oleh kakak Safira. Aku memohon bantuan Prabu, namun ia menolak dengan kejam. "Aku tidak punya waktu untuk kasus remeh seperti ini." Akibatnya, Asma yang putus asa memilih untuk bunuh diri setelah dipermalukan di depan umum. Seolah belum cukup, Safira merusak kuburan adikku, menumpahkan abunya ke tanah hanya untuk mengubur kucingnya di sana. Aku tidak mengerti, mengapa pria yang pernah begitu kucintai bisa membiarkan semua ini terjadi? Setelah semua penderitaan itu, Prabu akhirnya sadar dan menghancurkan hidup Safira. Ia kembali, berlutut di hadapanku dengan cincin, memohon kesempatan kedua. "Ananda, menikahlah denganku." Aku menatap matanya yang penuh penyesalan, lalu dengan dingin menjawab, "Tidak."”
1

Bab 1

16/12/2025

2

Bab 2

16/12/2025

3

Bab 3

16/12/2025

4

Bab 4

16/12/2025

5

Bab 5

16/12/2025

6

Bab 6

16/12/2025

7

Bab 7

16/12/2025

8

Bab 8

16/12/2025

9

Bab 9

16/12/2025

10

Bab 10

16/12/2025

11

Bab 11

16/12/2025

12

Bab 12

16/12/2025

13

Bab 13

16/12/2025

14

Bab 14

16/12/2025