Hancur Karena Janji Palsu Suamiku

Hancur Karena Janji Palsu Suamiku

Abbot Holzman

5.0
Komentar
222
Penayangan
14
Bab

Aku merawat suamiku, Prabu, dari kelumpuhan hingga ia bisa berjalan kembali, percaya pada janjinya untuk mencintaiku selamanya. Namun, semua pengorbananku hancur saat ia berselingkuh dengan mahasiswi bimbingannya, Safira. Penderitaanku memuncak saat adikku, Asma, dilecehkan oleh kakak Safira. Aku memohon bantuan Prabu, namun ia menolak dengan kejam. "Aku tidak punya waktu untuk kasus remeh seperti ini." Akibatnya, Asma yang putus asa memilih untuk bunuh diri setelah dipermalukan di depan umum. Seolah belum cukup, Safira merusak kuburan adikku, menumpahkan abunya ke tanah hanya untuk mengubur kucingnya di sana. Aku tidak mengerti, mengapa pria yang pernah begitu kucintai bisa membiarkan semua ini terjadi? Setelah semua penderitaan itu, Prabu akhirnya sadar dan menghancurkan hidup Safira. Ia kembali, berlutut di hadapanku dengan cincin, memohon kesempatan kedua. "Ananda, menikahlah denganku." Aku menatap matanya yang penuh penyesalan, lalu dengan dingin menjawab, "Tidak."

Hancur Karena Janji Palsu Suamiku Bab 1

Aku merawat suamiku, Prabu, dari kelumpuhan hingga ia bisa berjalan kembali, percaya pada janjinya untuk mencintaiku selamanya. Namun, semua pengorbananku hancur saat ia berselingkuh dengan mahasiswi bimbingannya, Safira.

Penderitaanku memuncak saat adikku, Asma, dilecehkan oleh kakak Safira. Aku memohon bantuan Prabu, namun ia menolak dengan kejam.

"Aku tidak punya waktu untuk kasus remeh seperti ini."

Akibatnya, Asma yang putus asa memilih untuk bunuh diri setelah dipermalukan di depan umum.

Seolah belum cukup, Safira merusak kuburan adikku, menumpahkan abunya ke tanah hanya untuk mengubur kucingnya di sana.

Aku tidak mengerti, mengapa pria yang pernah begitu kucintai bisa membiarkan semua ini terjadi?

Setelah semua penderitaan itu, Prabu akhirnya sadar dan menghancurkan hidup Safira. Ia kembali, berlutut di hadapanku dengan cincin, memohon kesempatan kedua.

"Ananda, menikahlah denganku."

Aku menatap matanya yang penuh penyesalan, lalu dengan dingin menjawab, "Tidak."

Bab 1

Ananda POV:

Saya tidak pernah menyangka bahwa undangan reuni alumni yang begitu saya nantikan akan menjadi awal dari akhir segalanya.

Sore itu, Prabu pulang dengan senyum tipis, membawa undangan mewah dari almamaternya.

"Aku tidak bisa menemanimu," katanya santai, tanpa menatap mataku.

Hatiku mencelos. Padahal aku sudah menyiapkan gaun terbaik dan latihan dansa dengannya.

"Kenapa?" tanyaku, mencoba menyembunyikan kekecewaan.

Ia mengangkat bahu, "Ada beberapa meeting penting yang tidak bisa ditinggalkan."

Aku mengangguk, mencoba memahami.

Malam reuni, aku duduk sendirian di sofa, memerankan istri yang pengertian.

Aku terus memantau ponselku, berharap ada kabar darinya.

Namun, yang kudapatkan adalah notifikasi dari akun Instagram temanku.

Sebuah foto Prabu, tersenyum lebar, menggandeng seorang wanita muda.

Wanita itu bukan aku.

Dia Safira Ongkowijoyo, mahasiswi bimbingannya yang terkenal lugu dan rapuh itu.

Dadaku sesak, napas terasa tercekat.

Foto itu seolah menonjok ulu hatiku.

Prabu yang arogan dan egois itu, yang selalu menganggap diriku remeh.

Semua pengorbanan dan kesabaranku seakan tak berarti.

Kemarahan menjalar, membakar habis sisa-sisa pengertian yang kumiliki.

Aku tahu, ini bukan hanya tentang reuni yang terlewat.

Ini tentang kehormatan, tentang harga diri yang diinjak-injak.

Aku merenung semalaman, membiarkan sakit hati menggerogoti setiap inci jiwa.

Pagi harinya, sebuah keputusan bulat telah kubuat.

Aku tidak bisa lagi melanjutkan pernikahan yang penuh kebohongan ini.

"Prabu," panggilku, suaraku datar, tanpa emosi.

Dia menoleh, masih dengan aura angkuh yang selalu melekat padanya.

"Ada apa? Kau sudah menyesal?" tanyanya, senyum mengejek tersungging di bibirnya.

"Aku ingin bercerai," kataku tegas, menyerahkan dokumen yang sudah kusiapkan.

Prabu terdiam sesaat, lalu tertawa renyah.

"Cih, hanya karena reuni alumni yang kubatalkan? Kau terlalu berlebihan, Ananda."

Ia menganggap enteng permintaanku, seolah ini hanya lelucon.

"Bukan hanya itu," jawabku, "Ini tentang kau dan Safira."

Wajahnya sedikit berubah, tapi dengan cepat ia menguasai diri.

"Oh, jadi ini tentang cemburu murahanmu itu? Ingat, Ananda, kau bukan siapa-siapa tanpaku."

"Terserah apa katamu," sahutku dingin.

"Kau akan menyesalinya, Ananda," ancamnya.

"Tidak akan," balasku, mataku menatap lurus ke arahnya.

Aku meletakkan dokumen perceraian di atas meja, di tangannya.

Dia melihatnya, lalu mencibir.

"Kau pikir aku akan takut dengan ancamanmu ini?"

Prabu merobek dokumen itu di depan mataku.

"Kau akan tahu siapa aku, Ananda," katanya.

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Bosku Kenikmatanku

Bosku Kenikmatanku

Juliana
5.0

Aku semakin semangat untuk membuat dia bertekuk lutut, sengaja aku tidak meminta nya untuk membuka pakaian, tanganku masuk kedalam kaosnya dan mencari buah dada yang sering aku curi pandang tetapi aku melepaskan terlebih dulu pengait bh nya Aku elus pelan dari pangkal sampai ujung, aku putar dan sedikit remasan nampak ci jeny mulai menggigit bibir bawahnya.. Terus aku berikan rangsang an dan ketika jari tanganku memilin dan menekan punting nya pelan "Ohhsss... Hemm.. Din.. Desahannya dan kedua kakinya ditekuk dilipat kan dan kedua tangan nya memeluk ku Sekarang sudah terlihat ci jeny terangsang dan nafsu. Tangan kiri ku turun ke bawah melewati perutnya yang masih datar dan halus sampai menemukan bukit yang spertinya lebat ditumbuhi bulu jembut. Jari jariku masih mengelus dan bermain di bulu jembutnya kadang ku tarik Saat aku teruskan kebawah kedalam celah vaginanya.. Yes sudah basah. Aku segera masukan jariku kedalam nya dan kini bibirku sudah menciumi buah dadanya yang montok putih.. " Dinn... Dino... Hhmmm sssttt.. Ohhsss.... Kamu iniii ah sss... Desahannya panjang " Kenapa Ci.. Ga enak ya.. Kataku menghentikan aktifitas tanganku di lobang vaginanya... " Akhhs jangan berhenti begitu katanya dengan mengangkat pinggul nya... " Mau lebih dari ini ga.. Tanyaku " Hemmm.. Terserah kamu saja katanya sepertinya malu " Buka pakaian enci sekarang.. Dan pakaian yang saya pake juga sambil aku kocokan lebih dalam dan aku sedot punting susu nya " Aoww... Dinnnn kamu bikin aku jadi seperti ini.. Sambil bangun ke tika aku udahin aktifitas ku dan dengan cepat dia melepaskan pakaian nya sampai tersisa celana dalamnya Dan setelah itu ci jeny melepaskan pakaian ku dan menyisakan celana dalamnya Aku diam terpaku melihat tubuh nya cantik pasti,putih dan mulus, body nya yang montok.. Aku ga menyangka bisa menikmati tubuh itu " Hai.. Malah diem saja, apa aku cuma jadi bahan tonton nan saja,bukannya ini jadi hayalanmu selama ini. Katanya membuyarkan lamunanku " Pastinya Ci..kenapa celana dalamnya ga di lepas sekalian.. Tanyaku " Kamu saja yang melepaskannya.. Kata dia sambil duduk di sofa bed. Aku lepaskan celana dalamku dan penislku yang sudah berdiri keras mengangguk angguk di depannya. Aku lihat di sempat kagett melihat punyaku untuk ukuran biasa saja dengan panjang 18cm diameter 4cm, setelah aku dekatkan ke wajahnya. Ada rasa ragu ragu " Memang selama ini belum pernah Ci melakukan oral? Tanyaku dan dia menggelengkan kepala

Membalas Penkhianatan Istriku

Membalas Penkhianatan Istriku

Juliana
5.0

"Ada apa?" tanya Thalib. "Sepertinya suamiku tahu kita selingkuh," jawab Jannah yang saat itu sudah berada di guyuran shower. "Ya bagus dong." "Bagus bagaimana? Dia tahu kita selingkuh!" "Artinya dia sudah tidak mempedulikanmu. Kalau dia tahu kita selingkuh, kenapa dia tidak memperjuangkanmu? Kenapa dia diam saja seolah-olah membiarkan istri yang dicintainya ini dimiliki oleh orang lain?" Jannah memijat kepalanya. Thalib pun mendekati perempuan itu, lalu menaikkan dagunya. Mereka berciuman di bawah guyuran shower. "Mas, kita harus mikirin masalah ini," ucap Jannah. "Tak usah khawatir. Apa yang kau inginkan selama ini akan aku beri. Apapun. Kau tak perlu memikirkan suamimu yang tidak berguna itu," kata Thalib sambil kembali memagut Jannah. Tangan kasarnya kembali meremas payudara Jannah dengan lembut. Jannah pun akhirnya terbuai birahi saat bibir Thalib mulai mengecupi leher. "Ohhh... jangan Mas ustadz...ahh...!" desah Jannah lirih. Terlambat, kaki Jannah telah dinaikkan, lalu batang besar berurat mulai menyeruak masuk lagi ke dalam liang surgawinya. Jannah tersentak lalu memeluk leher ustadz tersebut. Mereka pun berciuman sambil bergoyang di bawah guyuran shower. Sekali lagi desirah nafsu terlarang pun direngkuh dua insan ini lagi. Jannah sudah hilang pikiran, dia tak tahu lagi harus bagaimana dengan keadaan ini. Memang ada benarnya apa yang dikatakan ustadz Thalib. Kalau memang Arief mencintainya setidaknya akan memperjuangkan dirinya, bukan malah membiarkan. Arief sudah tidak mencintainya lagi. Kedua insan lain jenis ini kembali merengkuh letupan-letupan birahi, berpacu untuk bisa merengkuh tetesan-tetesan kenikmatan. Thalib memeluk erat istri orang ini dengan pinggulnya yang terus menusuk dengan kecepatan tinggi. Sungguh tidak ada yang bisa lebih memabukkan selain tubuh Jannah. Tubuh perempuan yang sudah dia idam-idamkan semenjak kuliah dulu.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Hancur Karena Janji Palsu Suamiku Hancur Karena Janji Palsu Suamiku Abbot Holzman Romantis
“Aku merawat suamiku, Prabu, dari kelumpuhan hingga ia bisa berjalan kembali, percaya pada janjinya untuk mencintaiku selamanya. Namun, semua pengorbananku hancur saat ia berselingkuh dengan mahasiswi bimbingannya, Safira. Penderitaanku memuncak saat adikku, Asma, dilecehkan oleh kakak Safira. Aku memohon bantuan Prabu, namun ia menolak dengan kejam. "Aku tidak punya waktu untuk kasus remeh seperti ini." Akibatnya, Asma yang putus asa memilih untuk bunuh diri setelah dipermalukan di depan umum. Seolah belum cukup, Safira merusak kuburan adikku, menumpahkan abunya ke tanah hanya untuk mengubur kucingnya di sana. Aku tidak mengerti, mengapa pria yang pernah begitu kucintai bisa membiarkan semua ini terjadi? Setelah semua penderitaan itu, Prabu akhirnya sadar dan menghancurkan hidup Safira. Ia kembali, berlutut di hadapanku dengan cincin, memohon kesempatan kedua. "Ananda, menikahlah denganku." Aku menatap matanya yang penuh penyesalan, lalu dengan dingin menjawab, "Tidak."”
1

Bab 1

16/12/2025

2

Bab 2

16/12/2025

3

Bab 3

16/12/2025

4

Bab 4

16/12/2025

5

Bab 5

16/12/2025

6

Bab 6

16/12/2025

7

Bab 7

16/12/2025

8

Bab 8

16/12/2025

9

Bab 9

16/12/2025

10

Bab 10

16/12/2025

11

Bab 11

16/12/2025

12

Bab 12

16/12/2025

13

Bab 13

16/12/2025

14

Bab 14

16/12/2025