Bukan Calon Kakak Ipar

Bukan Calon Kakak Ipar

Bai_Nara

5.0
Komentar
28.7K
Penayangan
168
Bab

Nasha mempunyai calon kakak ipar ganteng bernama Rayyan. Rayyan adalah pacar kakaknya, Nisha. Nasha selalu menjadikan kisah percintaan Rayyan dan Nisha sebagai tolak ukur baginya untuk menjalin suatu hubungan dengan lawan jenis. Hingga akhirnya dia memilih Feri sebagai pacarnya. Karena Feri memiliki karakter yang hampir mirip dengan Rayyan yaitu ganteng, pengertian, dan lembut. Satu lagi hal yang membuat Nasha menyukai Feri karena Feri adalah lelaki bertanggungjawab yang bahkan tak mau menciumnya karena Nasha memang hanya mau menyerahkan semuanya pada suaminya kelak. Hingga sebuah kecelakaan tragis menimpa Nisha, kakaknya dua hari sebelum pernikahan. Nisha meninggal sehingga membuat Nasha sangat sedih. Belum lagi fakta yang ia ketahui kalau Feri pacarnya telah menghamili sahabat baiknya, Rosi. Feri beralasan karena dia butuh pelampiasan sedang Nasha tak mau disentuh olehnya. Patah hati membuat Nasha jadi malas berhubungan dengan semua lelaki hingga dia dipertemukan lagi dengan orang masa lalu. Rayyan mantan calon kakak iparnya.

Bukan Calon Kakak Ipar Bab 1 1. Calon Kakak Ipar

Sore ini, aku baru saja pulang kuliah. Capek rasanya naik motor kurang lebih 45 menit menuju kampus. Nasha Dwi Paramitha itulah namaku, gadis berusia 20 tahun yang sedang menempuh S1 pendidikan dokter gigi di Unsoed Purwokerto.

Aku bungsu dari dua bersaudara, anak pasangan Bapak Rahmat dan Ibu Sarinah atau biasa dipanggil Bu Inah. Kakakku berusia lima tahun diatasku. Namanya Nisha Eka Paramitha, sekarang bekerja sebagai bidan di salah satu rumah sakit di Purwokerto.

Saat memasuki pagar rumah, kulihat sebuah motor CBR hitam terparkir rapi di halaman rumahku.

"Siapa yang datang ya?" batinku.

Aku pun memasuki rumah setelah sebelumnya memarkirkan motorku disebelah motor CBR.

"Assalamu'alaikum." Aku mengucap salam.

"Wa'alaikumsalam," jawab keempat orang yang ada di ruangan. Kompak.

Aku menyalami Ayah, Ibu dan Mbak Nisha hingga mataku terpaku pada seseorang yang duduk di samping Mbak Nisha. Masya Allah tampan dan mempesona. Postur badannya tinggi menjulang, atletis, mata setajam elang, alis tebal, bibir tipis dan kulit putih. Jangan lupakan wajah keturunan indonya alias blasteran. Duh, begitu mempesonanya lelaki ini, aku jadi tergoda. Astaga.

"Kenalin Na, Mas Rayyan. Dia pacar Mbak." Mbak Nisha memperkenalkannya padaku.

"Nasha, Mas. Salam kenal." Aku pun mengulurkan tanganku.

"Rayyan," ucapnya sambil menyambut uluran tanganku.

Kami mengobrol lama. Dari obrolan kami, aku tahu Mas Rayyan itu cowok-able banget. Kelihatan banget cinta mati sama Mbakku. Hihihi. Tatapan matanya itu loh lembut banget tapi tajam. Setdah. Hahaha.

"Saya pamit pulang dulu Om Tante. Insya Allah minggu depan saya berserta kedua orang tua saya akan melamar secara resmi."

"Amin. Semoga dipermudahkan semuanya. Terima kasih ya Nak," tutur ayahku.

"Saya yang justru harus berterima kasih karena Om dan Tante telah mendidik putri Om ini dengan luar biasa."

"Ah Mas ini. Gombal." Mbak Nisha tampak malu.

"Hahaha. Mari Om Tante."

"Ya Nak hati-hati," ucap Ayah dan Ibu.

Mbak Nisha mengantar Mas Rayyan ke depan. Ayah dan Ibu segera masuk ke kamarnya. Aku sengaja mengintip apa yang mereka lakukan.

"Mas, jangan lupa kalau sudah sampai aku di WA ya?" Mbak Nisha mulai berbicara.

"Iya sayang. Kamu bobok yang nyenyak ya. Jangan lupa mimpiin Mas," ucap Mas Rayyan sambil mengelus rambut Mbak Nisha.

"Pengin cepet halal Dek. Biar Mas bisa cium kamu."

"Ish Mas Rayyan ah. Udah dibilangin kalau .... "

"Iya. Makanya Mas sabar sayangku. Mas suka kok icip-icip yang halal bukan yang haram."

Kulihat pipi Mbak Nisha merona. Ah, kenapa aku juga ikut merona kayak aku yang di gombalin aja. Ckckck.

"Ya udah Mas pulang. Dah Adek. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam."

Mbak Nisha segera masuk ke dalam rumah. Dan kaget melihatku tengah senyum-senyum gak jelas.

"Cie ... Mas Adek. Uh! Romantisnya."

"Ish. Kamu ya Dek. Suka jahilin Mbak." Mbak Nisha menarik kedua pipiku.

"Aaaaa ... sakit Mbak," keluhku.

"Hahaha. Habis pipi kamu gemesin kaya bakpao." Aku mengerucutkan bibir.

"Udah jangan marah, nanti cantiknya ilang."

"Hemmmm ... Mbak kenal Mas Rayyan dimana?" tanyaku kepo.

"Dia dokter baru di tempat Mbak. Usianya baru 26 tahun."

"Ooo ... cakep ya Mbak."

"Hahaha. Cakeplah kalau gak cakep gak mungkin Mbak suka."

"Kayaknya orangnya baik ya Mbak. Penyayang gitu."

"Hu'um. Makanya Mbak yakin dia lelaki yang baik. Dia selalu jaga Mbak dan menghargai Mbak."

"Mbak sama Mas Rayyan berapa lama pacaran?"

"Tiga tahun kurang lebihnya. Mbak kenal pas Mas Rayyan lagi koas di rumah sakit tempat Mbak kerja. Setelah lama kenal kita pacaran. Lalu kita LDR-an selama dia intership ke NTT, bertahan pacaran sampai sekarang. Alhamdulillah bentar lagi lamaran," Mbak Nisha tak mampu menyembunyikan raut bahagianya.

"Alhamdulillah. Nasha doakan semua lancar ya Mbak. Doakan Na juga biar ketemu sama lelaki baik kaya Mas Rayyan."

"Amin. Tapi fokus kuliah dulu ya Dek."

"Oh itu pasti."

Kami berbincang cukup lama di ruang tamu hingga hari mulai malam. Akhirnya kami menyudahi obrolan kami dan menuju kamar masing-masing.

*********

Kamu hati-hati ya Na, insya Allah bulan depan Mbak beli motor jadi kamu gak perlu bolak balik jemput aku atau naik bus lagi."

"Santai Mbak, masih bisa disiasati kok."

"Mbak cuma kasihan aja sama kamu harus bolak balik nganter dan jemput Mbak. Belum lagi kalau Mbak ada tugas kamu yang ngalah naik bus."

"Mbak Nisha ini kayak sama siapa. Eh... Mas Rayyan," sapaku saat melihat Mas Rayyan tengah berjalan mendekati kami. Dia tersenyum dan wow lesung pipinya duh bikin hati meleleh.

"Kalian sering berangkat bareng?" tanya Mas Rayyan.

"Iya," jawab kami kompak.

"Kok aku gak pernah lihat Nis?"

"Soalnya kalau Mas Rayyan udah datang langsung bawaannya heboh nyiapin ini itu jadi gak pernah perhatian sama adik cantikku ini," tutur Mbak Nisha.

"Betul. Betul. Betul," sahutku.

"Hahaha. Ya Allah. Maaf. Mas beneran gak tahu."

"Ya udah sih gak penting juga. Mbak, Mas. Aku berangkat dulu ya. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam."

Aku pun segera menjalankan motorku setelah berpamitan dengan mereka.

********

Sabun, sikat gigi, lotion, deodorant, parfum, bedak, lipstik, tissue lalu ... ah, roti tawar rupanya," gumamku.

Aku tengah berbelanja bulanan untuk diriku sendiri. Sebelum pulang, aku mampir ke Moro dulu. Hari Minggu nanti acara lamaran Mbak Nisha dan Mas Rayyan, dijamin aku gak bisa keluar karena harus bantu ini bantu itu. Makanya mumpung longgar, jadi sekalian. Apalagi jadwal tamu bulananku tak lama lagi pasti datang.

"Na, kamu disini?"Aku menoleh ke asal suara.

"Eh, Mas Rayyan? Kesini juga Mas?"

"Iya nganter Mamah beli ini itu ...."

"Banyak sekali," lanjutku dengan tangan membentuk lingkaran.

"Hahaha. Gemesin kamu ya."

"Aw. Aw Aw. Ish sakit Mas!" Aku memukul keras tangannya. Lalu aku memegang kedua pipiku yang habis dia cubit.

"Habis pipimu gemesin tahu. Pantas Nisha suka bilang sama Mas kalau suka sekali mencubit pipimu."

"Ckckck. Dasar kakak sama calon kakak ipar pada kurang garam. Klop pokoknya pantas jodoh," gerutuku.

"Amin. Kan Minggu kita lamaran terus nikah."

"Ya. Ya. Ya. Terserah. Minggir Mas, Na mau lewat."

Aku mendorong troliku ke arena roti tawar khusus wanita.

"Kamu suka pake yang gak bersayap rupanya?"

Astaga aku lupa kalau masih ada Mas Rayyan.

"Ish, Mas ini. Ngapain ngikutin Na. Malu tahu. Hush. Hush. Pergi sana ini area cewek, cowok dilarang mendekat."

"Hahaha." Mas Rayyan malah tertawa dan memperlihatkan kembali kedua lesung pipinya.

Husah. Husah. Aku segera membuang pikiran anehku. Ya ampun aku mesti nyari pacar yang punya lesung pipi juga. Biar bisa mengalihkan duniaku dari pria blasteran ini. Ckckck.

"Ngapain malu Na, udah biasa. Lagian aku ada tiga cewek di rumah ya tapi yang satu masih SD sih."

"Haish Mas Rayyan nyebelin."

Aku berusaha memasang muka marah. Namun kalimat Mas Rayyan selanjutnya membuatku sumringah.

"Udah selesai milih rotinya, sini Mas bayarin," ucapnya sambil mendorong troliku.

Asik. Jatah uang buat belanja bulananku aman, jadi bisa buat beli novel hihihi. Akhirnya kuikuti langkah Mas Rayyan menuju kasir.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Bai_Nara

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Bukan Calon Kakak Ipar Bukan Calon Kakak Ipar Bai_Nara Romantis
“Nasha mempunyai calon kakak ipar ganteng bernama Rayyan. Rayyan adalah pacar kakaknya, Nisha. Nasha selalu menjadikan kisah percintaan Rayyan dan Nisha sebagai tolak ukur baginya untuk menjalin suatu hubungan dengan lawan jenis. Hingga akhirnya dia memilih Feri sebagai pacarnya. Karena Feri memiliki karakter yang hampir mirip dengan Rayyan yaitu ganteng, pengertian, dan lembut. Satu lagi hal yang membuat Nasha menyukai Feri karena Feri adalah lelaki bertanggungjawab yang bahkan tak mau menciumnya karena Nasha memang hanya mau menyerahkan semuanya pada suaminya kelak. Hingga sebuah kecelakaan tragis menimpa Nisha, kakaknya dua hari sebelum pernikahan. Nisha meninggal sehingga membuat Nasha sangat sedih. Belum lagi fakta yang ia ketahui kalau Feri pacarnya telah menghamili sahabat baiknya, Rosi. Feri beralasan karena dia butuh pelampiasan sedang Nasha tak mau disentuh olehnya. Patah hati membuat Nasha jadi malas berhubungan dengan semua lelaki hingga dia dipertemukan lagi dengan orang masa lalu. Rayyan mantan calon kakak iparnya.”
1

Bab 1 1. Calon Kakak Ipar

09/12/2021

2

Bab 2 2. Kandidat Pacar

09/12/2021

3

Bab 3 Pacar Pertama

09/12/2021

4

Bab 4 Pesona Calon Kakak Ipar

09/12/2021

5

Bab 5 Punggung dan Langkah Kaki

09/12/2021

6

Bab 6 Kecelakaan dan Pemakaman

10/12/2021

7

Bab 7 Luka

10/12/2021

8

Bab 8 Video

18/12/2021

9

Bab 9 Pamit

18/12/2021

10

Bab 10 Tempat Baru

18/12/2021

11

Bab 11 Ketemu Mantan

18/12/2021

12

Bab 12 Pesona Kakak Ipar Gagal

18/12/2021

13

Bab 13 Pertemuan Bukan Lamaran

18/12/2021

14

Bab 14 Chori-Chori Chupke-Chupke

18/12/2021

15

Bab 15 Debar Itu Nyata

18/12/2021

16

Bab 16 Cinta Dalam Diam

18/12/2021

17

Bab 17 Saya Tunangannya

18/12/2021

18

Bab 18 Kok Beneran Sih

18/12/2021

19

Bab 19 Nasehat Ayah

18/12/2021

20

Bab 20 Ujian Sebelum Pernikahan

18/12/2021

21

Bab 21 Ujian Sebelum Pernikahan 2

27/12/2021

22

Bab 22 Hari H

27/12/2021

23

Bab 23 Dia Istriku

27/12/2021

24

Bab 24 Ranjang Mewah

27/12/2021

25

Bab 25 Keromantisan Pasangan Baru

27/12/2021

26

Bab 26 Awas Nenek Sihir

27/12/2021

27

Bab 27 Teror Si Nenek Sihir

27/12/2021

28

Bab 28 Martabak Manis

27/12/2021

29

Bab 29 Gara-Gara Mie Ayam

27/12/2021

30

Bab 30 Hamil

27/12/2021

31

Bab 31 Calon Ibu

27/12/2021

32

Bab 32 Drama Bumil

27/12/2021

33

Bab 33 Jurus Anti Pelakor

27/12/2021

34

Bab 34 Cobaan

27/12/2021

35

Bab 35 Kabar Duka

27/12/2021

36

Bab 36 Ketabahan

27/12/2021

37

Bab 37 Terkuak

27/12/2021

38

Bab 38 Tangisan

27/12/2021

39

Bab 39 Sadar

27/12/2021

40

Bab 40 Triplet R

27/12/2021