icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bukan Calon Kakak Ipar

Bab 5 Punggung dan Langkah Kaki

Jumlah Kata:1182    |    Dirilis Pada: 09/12/2021

ng tidak aktif atau berad

agi sibuk gak bisa jemput, lagi. Gak mungkin aku minta Mb

te kampus. Andai motorku gak ngadat, pasti gak

. T

unyikan klakson motor. Aku berdiri

elum p

? Nanti Na nunggu bus disana. Kalau nunggu disana bisa naik

k na

Makasi

jang kalau enggak rempong naiknya. Selama perjalanan aku menga

kok turun

as Rayyan malah menu

suk

gerak, masih bingung d

C

m yang cukup besar bahkan banyak pengunjung pula. Se

andangan penasaran, tertegun, tertarik dan penuh selidik. Bahkan si Mbak pelayan aja sa

ap ramahnya Pak Dokter blasteran ini juga bisa bersikap datar bin dingin macam kutub saja. Ha

lih yang

a Mas?" Aku me

mau pilih

sudah punya

ku nganter kamu tanpa kamu pakai h

pa sadar a

n menekan daguku agar

t masuk. Yang In

. Lalu tersenyu

Tolong yang

*

ruku. Berkali-kali kuucap

ai pegel Ma

ih loh

uk pulang. Mas ant

ke

Rayyan ikut membantu. Aku diam saja, membiarkan dia mengatur anak rambut

pnya sambil

asih

. Ayuk kit

yu

al. Bahkan kedua tanganku refleks menggenggam jaketnya. Sesuatu yang tak pern

**

buk-sibuknya karena akan memasuki semester enam. Belum lagi ak

bara PMR tingkat Banyumas. Kami tim KSR Unsoed seda

k upacara penutupan besok?

a, piagam sudah dipers

irnya mau seles

Aku udah kange

. Kakakmu kata

inggu. Akhirnya aku bisa

apa? Paling bantu hab

kamu tahu

eriak beberap

n dateng," aku

en kita sama k

. Guys kenalin ini Ajeng." Aku

osi gak iku

h antar kita kelilin

kemari kalau gak di ajak berke

enyembunyikan sesuatu padaku. Raut wajah

ng ikut menghibur ceritanya. Ya Allah entah tarian apa yang sedang mereka peragakan. Sedang Gita, Jeni dan Lusi sedang hunting jajana

a Feri dan menghubunginya. Tapi tak

Lagi d

terlalu sibuk ya? Belakangan ini Feri sulit aku hubungi.

lo

telepon?" kudengar nada

k gak ikut nengok aku sih? Tem

f, aku

Bukannya masih l

gar suara seseorang di seberang sana. Ta

Ros?" t

a. Udah dulu ya. Ak

matikan teleponnya. Kucoba h

pas ketemu Rosi,

*

u menghubungi sepupuku Huda untuk menjemputku. Da

p Na, Yuk

as Rayyan y

kamu sampai Patikraja. Nan

r. Kenapa gak samp

tanya pamali." Kulihat s

hari ketemu di Rumah sakit

Udah yuk jalan,"

nya karena tak bisa mengimbangi langkah Mas Rayyan yang cepat. Apalagi dilihat dari pos

r

ngis karena mena

hu. Kenapa ber

u. Takut hilang," di

apek Mas, gak bisa aku mengimbangi langkah kakimu. Bagaimana Mas mau membangun

ah dia tertawa, kemudian ik

menentukan segalanya dalam keluarga kita." Ya akhirnya cal

u memang akan selalu melangkah di belakangmu. Tapi tak bisakah sekali

agi pula lihat nih masih ada punggung Mas. Tempat bersandar yang nyaman dan tempat berlindung paling aman.

g amburadul. Bahkan beberapa pasang mata melihat kami.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bukan Calon Kakak Ipar
Bukan Calon Kakak Ipar
“Nasha mempunyai calon kakak ipar ganteng bernama Rayyan. Rayyan adalah pacar kakaknya, Nisha. Nasha selalu menjadikan kisah percintaan Rayyan dan Nisha sebagai tolak ukur baginya untuk menjalin suatu hubungan dengan lawan jenis. Hingga akhirnya dia memilih Feri sebagai pacarnya. Karena Feri memiliki karakter yang hampir mirip dengan Rayyan yaitu ganteng, pengertian, dan lembut. Satu lagi hal yang membuat Nasha menyukai Feri karena Feri adalah lelaki bertanggungjawab yang bahkan tak mau menciumnya karena Nasha memang hanya mau menyerahkan semuanya pada suaminya kelak. Hingga sebuah kecelakaan tragis menimpa Nisha, kakaknya dua hari sebelum pernikahan. Nisha meninggal sehingga membuat Nasha sangat sedih. Belum lagi fakta yang ia ketahui kalau Feri pacarnya telah menghamili sahabat baiknya, Rosi. Feri beralasan karena dia butuh pelampiasan sedang Nasha tak mau disentuh olehnya. Patah hati membuat Nasha jadi malas berhubungan dengan semua lelaki hingga dia dipertemukan lagi dengan orang masa lalu. Rayyan mantan calon kakak iparnya.”