Nona Hujan, Cobalah Diriku!

Nona Hujan, Cobalah Diriku!

Dacytta Peach

5.0
Komentar
2.6K
Penayangan
37
Bab

Genre Fantasy-Romance. Sebuah kesalahan di masa lalu membuat Kerajaan Meng harus menerima karma berpuluh-puluh tahun lamanya. Tidak adanya hujan membuat rakyat Meng menderita luar biasa. Pada masa pemerintahan Kerajaan Meng, putra mahkota Li Yun Zhu harus dihadapkan untuk mengatasi kekeringan di pelosok negeri. Kabar mengenai sosok pendatang hujan akhirnya sampai di telinganya. Su Yu Er, sosok pendatang hujan tersebut. Keberadaan serta posisinya dari Suku Chang'o, membuat Li Yun Zhu harus berpikir keras. Haruskah ia memanggil Su Yu Er sedangkan Kerajaan Meng dan Suku Chang'o pernah berseteru? Haruskah ia memohon pada sosok tersebut sedangkan keluarganya pernah membantai leluhur Su Yu Er? *****

Bab 1 Prolog

****

"Siapa dirimu?!" tegas Li Yun Zhu sambil menangkap pergelangan tangan sosok yang telah berani merampas kalung giok merah dari lehernya. Li Yun Zhu terlihat kaget ketika seseorang tiba-tiba menarik kalung di lehernya pada saat ia tertidur.

Tatapan mata mereka bertemu sesaat. Penampilan sang penyusup benar-benar misterius, jubah hitam itu menutupi seluruh tubuhnya. Sang pangeran bahkan tidak mampu untuk melihatnya dengan jelas. Keributan kecil di suasana malam yang remang dan hening itu akhirnya pecah juga.

"Siapa kau? Apa kau penyusup?" ujar Li Yun Zhu menajamkan matanya.

Sosok itu tak bersuara, ia menarik tangannya yang berhasil menggenggam kalung giok merah di leher Li Yun Zhu.

"ADA PENYUSUP DI KAMAR PANGERAN!" teriak prajurit andal dari luar ruangan Li Yun Zhu ketika menyadari ada keributan di dalam kamar sang pangeran.

Sang penyusup terlihat panik, ia berusaha menarik tangannya yang dicekal oleh Li Yun Zhu. Berusaha sekuat tenaga, akhirnya sang penyusup mengentak dada pangeran dengan ilmu tenaga dalam melalui tangan kirinya.

Li Yun Zhu terkesiap, ia melepaskan tangan sosok itu dan terempas rebah ke ranjang. Pukulan di dadanya terasa cukup berat, Li Yun Zhu menganggap bahwa penyusup kali ini bukanlah orang biasa.

Berlari menuju ke jendela, sang penyusup berusaha melompat. Tak membiarkan hal itu terjadi Li Yun Zhu segera bangkit dari ranjang dan menarik jubah penyusup.

Jubah berhasil ditarik, mata Li Yun Zhu terbelalak tak percaya. Penyusup tersebut rupanya seorang perempuan. Mereka bertatapan sejenak sebelum akhirnya sang gadis berhasil kabur dari kamarnya.

"Yang Mulia ... Anda tidak apa-apa?" tanya salah satu pengawal andal ketika masuk ke kediaman Naga Merah milik pangeran Li Yun Zhu.

Li Yun Zhu yang tertegun menatap jendela akhirnya menghela napas, ia mengambil jubah yang tertinggal. Mengamati sejenak, ia bisa menyimpulkan siapa pemilik jubah hitam tersebut.

"Aku tidak apa-apa, hanya saja kalungku hilang diambil olehnya," jawab Li Yun Zhu dengan tenang.

"Yang Mulia maafkan keterlambatan kami," ucap para pengawal lalu bersimpuh mohon ampun.

"Sudahlah! Benda itu hanyalah kalung giok. Ayahku sudah merampasnya dari orang lain, aku yakin dia pasti pemilik kalung tersebut," yakin Li Yun Zhu sambil terus menatap ke luar jendela.

Sang pangeran masih tidak percaya jika beberapa menit lalu ada seorang gadis yang berani menembus kamarnya, merampas kalung seperti preman pasar dan memukulnya dengan tenaga dalam.

"Apapun yang terjadi hari ini jangan sampai terdengar oleh Ayah ataupun pihak luar. Anggap saja hal ini tidak pernah terjadi. Tidak pernah. Kelak aku sendiri yang akan mencari dan menghukum perbuatannya."

****

Kisah fantasy romantis yang seru untuk kalian ikuti... Jangan lupa komentar ya.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Dacytta Peach

Selebihnya

Buku serupa

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gemoy
5.0

Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku. ''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur. ''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur. lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman. ''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku. jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi . Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri. ''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga. Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku. ''Jangan nak... ibu mohon.... Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat. Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............ Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat! Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar. Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar. Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"

Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam

Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam

Juno Lane
5.0

Sabrina dibesarkan di sebuah desa terpencil selama dua puluh tahun. Ketika dia kembali ke orang tuanya, dia memergoki tunangannya berselingkuh dengan saudara angkatnya. Untuk membalas dendam, dia tidur dengan pamannya, Charles. Bukan rahasia lagi bahwa Charles hidup tanpa pasangan setelah tunangannya meninggal secara mendadak tiga tahun lalu. Namun pada malam yang menentukan itu, hasrat seksualnya menguasai dirinya. Dia tidak bisa menahan godaan terhadap Sabrina. Setelah malam penuh gairah itu, Charles menyatakan bahwa dia tidak ingin ada hubungan apa pun dengan Sabrina. Sabrina merasa sangat marah. Sambil memijat pinggangnya yang sakit, dia berkata, "Kamu menyebut itu seks? Aku bahkan tidak merasakannya sama sekali. Benar-benar buang-buang waktu!" Wajah Charles langsung berubah gelap. Dia menekan tubuh Sabrina ke dinding dan bertanya dengan tajam, "Bukankah kamu mendesah begitu tidak tahu malu ketika aku bersamamu?" Satu hal membawa ke hal lain dan tidak lama kemudian, Sabrina menjadi bibi dari mantan tunangannya. Di pesta pertunangan, sang pengkhianat terbakar amarah, tetapi dia tidak bisa meluapkan kemarahannya karena harus menghormati Sabrina. Para elit menganggap Sabrina sebagai wanita kasar dan tidak berpendidikan. Namun, suatu hari, dia muncul di sebuah pesta eksklusif sebagai tamu terhormat yang memiliki kekayaan miliaran dolar atas namanya. "Orang-orang menyebutku lintah darat dan pemburu harta. Tapi itu semua omong kosong belaka! Kenapa aku perlu emas orang lain jika aku punya tambang emas sendiri?" Sabrina berkata dengan kepala tegak. Pernyataan ini mengguncang seluruh kota!

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku