5.0
Komentar
614
Penayangan
30
Bab

Raisa Putri, seorang wanita muda yang cerdas dan mandiri, dipaksa untuk menikahi Rangga, seorang pria yang terluka parah akibat kecelakaan dan berada dalam keadaan koma. Pernikahan itu adalah cara untuk menutupi biaya pengobatan adiknya yang sakit keras. Keluarga besar Rangga, keluarga Hartanto, berjanji akan membayar seluruh biaya perawatan adik Raisa sebagai imbalan. Tanpa pilihan lain, Raisa menyerahkan dirinya untuk merawat Rangga dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Selama dua tahun merawat Rangga yang masih dalam keadaan koma, Raisa mulai jatuh cinta. Dia mulai merasakan kedekatan dengan pria yang tak pernah ia kenal sebelumnya, membayangkan masa depan bersama, bahkan tanpa memikirkan imbalan yang akan diterimanya. Namun, saat Rangga akhirnya siuman, semuanya berubah. Di balik pengobatan dan perhatian Raisa, dia merasa bahwa Rangga tidak pernah memandangnya lebih dari seorang wanita yang hanya diperlakukan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan fisiknya. Di sisi lain, Rangga masih terikat pada mantan kekasihnya, Aulia, yang selalu hadir dalam hidupnya meski sudah berpisah. Raisa merasa hatinya hancur. Cinta yang ia berikan selama ini tak pernah diterima dengan cara yang sama. Rangga tak pernah menanggapi dengan perasaan yang sama. Hingga akhirnya, Raisa memutuskan untuk mengambil langkah yang paling sulit dalam hidupnya: meminta cerai dari Rangga. Namun, apakah Rangga akan mengerti dan menerima kenyataan bahwa cinta yang telah ia berikan selama ini hanyalah sebuah bayangan yang tak pernah menjadi kenyataan?

Cinta Tak Terbalas Bab 1 Awal yang Terpaksa

Raisa berdiri di depan jendela besar yang menghadap ke taman rumah besar keluarga Hartanto. Angin sore berhembus pelan, membawa aroma bunga yang masih segar. Meskipun keindahan di luar rumah ini menenangkan, hati Raisa tidak bisa merasakan kedamaian itu. Perasaan yang sudah lama terpendam dalam dirinya semakin menggigit, dan hari ini, lebih dari sebelumnya, rasa itu begitu sulit untuk ditahan. Ia memutar cincin kawin di jarinya dengan tangan yang gemetar. Rasanya, sudah terlalu lama ia terjebak dalam pernikahan yang hanya didasarkan pada sebuah perjanjian.

Dua tahun sudah berlalu sejak ia terikat janji pernikahan dengan Rangga Hartanto, pria yang tak pernah ia pilih untuk menjadi suaminya. Semua ini bermula ketika adiknya, Sari, didiagnosis menderita penyakit langka yang membutuhkan biaya pengobatan yang sangat mahal. Keluarga Hartanto, sebagai satu-satunya pihak yang mampu menanggung biaya tersebut, mengajukan satu syarat kepada Raisa: menikah dengan Rangga yang saat itu sedang koma akibat kecelakaan. Keluarga Hartanto berjanji akan menanggung biaya pengobatan adiknya, dan Raisa tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran itu.

Namun, dua tahun berlalu, dan kini keadaan telah berubah. Raisa tidak lagi merasa seperti seorang istri yang berperan sebagai pelaksana kewajiban. Ia sudah mencintai Rangga, tulus, tanpa mengharapkan apa-apa selain kebahagiaan suaminya. Dia merawat Rangga dengan sepenuh hati, memberikan semua perhatian dan kasih sayangnya, berharap suatu hari Rangga akan bangun dan melihatnya lebih dari sekedar istri yang "dibayar" oleh keluarga mereka.

Tetapi kenyataannya berbeda. Rangga akhirnya siuman setelah dua tahun, dan meski fisiknya pulih, hatinya tetap jauh. Dia tidak pernah memberi cinta yang Raisa harapkan. Bahkan setelah ia sembuh, Rangga selalu mengunjungi Aulia, mantan kekasihnya, yang meskipun sudah tidak bersama Rangga, tetap diberi tempat khusus dalam hati pria itu. Aulia, dengan senyuman yang selalu menenangkan, adalah wanita yang Rangga anggap sebagai sosok yang benar-benar mendampinginya, bahkan ketika ia dalam keadaan koma.

Raisa merasa seperti seorang bayangan di kehidupan suaminya, berusaha menjadi yang terbaik bagi Rangga, namun tetap tidak pernah bisa mencapai tempat yang Aulia tinggalkan. Cinta yang ia berikan seolah hanya diterima sebagai kewajiban, bukan perasaan yang tulus. Setiap malam, Raisa menunggu, berharap ada kata-kata manis yang keluar dari mulut Rangga, berharap suaminya melihatnya dengan cara yang berbeda. Namun harapan itu tak kunjung datang.

Saat itu, di ruang tamu yang luas dan sunyi, Raisa berdiri di depan cermin besar, menatap bayangannya yang tampak lebih tua daripada usianya. Matanya lelah, wajahnya pucat, dan bibirnya nyaris tidak tersenyum. Ia sudah terlalu lama berjuang dalam hubungan yang terasa seperti hanya satu pihak yang memberi. Keputusannya sudah bulat, meski hatinya merasakan sakit yang dalam. Ia tidak bisa lagi bertahan dalam hubungan yang hanya memberikan luka.

Pintu ruang tamu terbuka, dan Rangga masuk dengan langkah pelan. Ia tampak lelah, matanya sedikit cekung, dan rambutnya sedikit berantakan. Seperti biasa, ia datang dengan ekspresi yang datar, tak pernah menunjukkan kegembiraan atau kebahagiaan ketika melihat Raisa.

"Raisa," Rangga memanggil nama istrinya dengan suara rendah, "kamu baik-baik saja?"

Raisa hanya menoleh, memberikan senyum tipis yang bahkan ia sendiri rasakan tak tulus. "Aku baik-baik saja," jawabnya, meskipun hatinya hampir pecah saat mendengar suara Rangga yang terdengar begitu kosong.

"Ada yang ingin kamu bicarakan?" tanya Rangga, memasuki ruang tamu dan duduk di sofa, memandangi istrinya dengan tatapan yang sedikit kosong. Dia tidak tahu, atau mungkin tidak peduli, bahwa perasaan istrinya sudah berada di ujung jurang.

Raisa menarik napas dalam-dalam. Matanya menatap Rangga dengan tatapan yang penuh rasa sakit, yang sudah terpendam begitu lama. "Aku ingin cerai darimu."

Kata-kata itu keluar begitu saja, seperti beban yang berat akhirnya terlepaskan dari dadanya. Ia tahu, sekali mengucapkannya, semuanya akan berubah. Rangga terdiam, wajahnya yang lelah tampak bingung, tidak mengerti. Dia tidak siap untuk mendengarnya. Mungkin ia berpikir, jika dia masih bisa menunda, semuanya akan kembali seperti semula, seperti ketika Raisa masih merawatnya tanpa keluhan, tanpa pernah menunjukkan bahwa ia terluka.

"Apa?" Rangga akhirnya berkata, suaranya serak, seperti tidak yakin dengan apa yang ia dengar. "Kenapa tiba-tiba seperti ini?"

Raisa merasa tenggorokannya tercekat. Dia menelan ludah, berusaha menahan air matanya yang sudah hampir tumpah. "Aku tidak bisa lagi, Rangga," katanya pelan, hampir tak terdengar. "Aku sudah cukup. Cukup menunggu cinta yang tak pernah datang. Cukup memberi tanpa ada balasan. Aku lelah... lelah menunggu sesuatu yang tak pernah ada."

Rangga terdiam lebih lama lagi, seolah kata-kata itu menembus dinding yang telah lama ia bangun di hatinya. "Tapi... kamu tahu aku tidak bisa memberikan apa yang kamu inginkan," jawab Rangga, matanya kini beralih menatap tangan di pangkuannya. "Aku tidak pernah meminta ini semua. Aku tidak pernah meminta kamu untuk berada di sini, untuk merawatku."

"Aku tahu," jawab Raisa, suara hampir pecah. "Aku tidak mengharapkan apa-apa darimu, Rangga. Aku memberi segalanya dengan tulus. Tapi aku bukan lagi seorang istri yang harus tinggal hanya karena sebuah kewajiban. Aku ingin lebih dari itu. Aku ingin cinta, bukan rasa kasihan."

"Raisa..." Rangga terdengar sangat kebingungan, seolah tidak tahu apa yang harus dikatakan. "Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu. Aku tidak tahu bagaimana harus bersikap. Tapi... kamu tahu aku selalu menghargai semuanya yang sudah kamu lakukan untukku."

"Rasa terima kasih itu tidak cukup, Rangga," jawab Raisa, dengan air mata yang akhirnya menetes. "Aku sudah cukup mendengarnya. Cinta bukanlah tentang rasa terima kasih. Cinta adalah tentang merasakan hal yang sama, tentang saling memberi tanpa merasa ada yang kurang. Tapi aku... aku sudah lama merasa kosong di sini." Raisa menepuk dada dengan lembut, di tempat hatinya seharusnya ada sebuah perasaan yang utuh, yang kini hilang.

Keheningan menyelimuti mereka. Rangga menatap Raisa dengan mata penuh penyesalan, namun tanpa bisa memberikan jawaban yang Raisa harapkan. Akhirnya, dengan suara yang teramat pelan, Rangga berkata, "Jika itu yang kamu inginkan... aku tidak bisa menahannya. Aku tidak bisa memaksa kamu untuk tinggal jika hatimu sudah tidak di sini."

Raisa menunduk, mengusap air matanya dengan tangan. "Terima kasih, Rangga," jawabnya, suaranya lemah. "Ini yang terbaik untuk kita berdua."

Raisa berbalik dan berjalan menuju pintu, meninggalkan Rangga yang masih terdiam di tempatnya. Saat langkah kakinya semakin menjauh, sebuah perasaan berat menggerogoti hatinya. Perceraian ini bukan hanya sekadar akhir dari sebuah hubungan; ini adalah akhir dari sebuah cinta yang tak pernah terbalas, dan akhir dari sebuah pengorbanan yang terlalu lama ia tahan.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Rizal Syamsul Arifin

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Cinta Tak Terbalas Cinta Tak Terbalas Rizal Syamsul Arifin Romantis
“Raisa Putri, seorang wanita muda yang cerdas dan mandiri, dipaksa untuk menikahi Rangga, seorang pria yang terluka parah akibat kecelakaan dan berada dalam keadaan koma. Pernikahan itu adalah cara untuk menutupi biaya pengobatan adiknya yang sakit keras. Keluarga besar Rangga, keluarga Hartanto, berjanji akan membayar seluruh biaya perawatan adik Raisa sebagai imbalan. Tanpa pilihan lain, Raisa menyerahkan dirinya untuk merawat Rangga dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Selama dua tahun merawat Rangga yang masih dalam keadaan koma, Raisa mulai jatuh cinta. Dia mulai merasakan kedekatan dengan pria yang tak pernah ia kenal sebelumnya, membayangkan masa depan bersama, bahkan tanpa memikirkan imbalan yang akan diterimanya. Namun, saat Rangga akhirnya siuman, semuanya berubah. Di balik pengobatan dan perhatian Raisa, dia merasa bahwa Rangga tidak pernah memandangnya lebih dari seorang wanita yang hanya diperlakukan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan fisiknya. Di sisi lain, Rangga masih terikat pada mantan kekasihnya, Aulia, yang selalu hadir dalam hidupnya meski sudah berpisah. Raisa merasa hatinya hancur. Cinta yang ia berikan selama ini tak pernah diterima dengan cara yang sama. Rangga tak pernah menanggapi dengan perasaan yang sama. Hingga akhirnya, Raisa memutuskan untuk mengambil langkah yang paling sulit dalam hidupnya: meminta cerai dari Rangga. Namun, apakah Rangga akan mengerti dan menerima kenyataan bahwa cinta yang telah ia berikan selama ini hanyalah sebuah bayangan yang tak pernah menjadi kenyataan?”
1

Bab 1 Awal yang Terpaksa

24/01/2025

2

Bab 2 Penghujung yang Pahit

24/01/2025

3

Bab 3 Ketika Semua Runtuh

24/01/2025

4

Bab 4 Lika-Liku yang Terlupakan

24/01/2025

5

Bab 5 membuat jarak di antara mereka semakin lebar

24/01/2025

6

Bab 6 ia merasa seolah hidupnya terbelah dua

24/01/2025

7

Bab 7 mencerminkan suasana hatinya yang telah lama murung

24/01/2025

8

Bab 8 Keputusan yang Tak Terbalas

24/01/2025

9

Bab 9 Hati yang Hancur

24/01/2025

10

Bab 10 Rangga merasa seolah hidupnya terhenti

24/01/2025

11

Bab 11 mengguyur bumi dengan deras

24/01/2025

12

Bab 12 menyembuhkan luka

24/01/2025

13

Bab 13 menemani rangkaian pemikiran Rangga

24/01/2025

14

Bab 14 Hati yang dulu penuh dengan rasa cinta

24/01/2025

15

Bab 15 kenangan tentang Raisa

24/01/2025

16

Bab 16 Ketika Cinta Harus Pergi

24/01/2025

17

Bab 17 Di Antara Dua Dunia

24/01/2025

18

Bab 18 Seperti sebuah lautan luas yang tak dapat ia sentuh

24/01/2025

19

Bab 19 Kotak kenangan yang masih terbuka

24/01/2025

20

Bab 20 Dua minggu telah berlalu

24/01/2025

21

Bab 21 Kepergian Raisa

24/01/2025

22

Bab 22 sedikit rasa harapan yang mulai tumbuh

24/01/2025

23

Bab 23 Badai yang Tak Pernah Pergi

24/01/2025

24

Bab 24 Cinta yang pernah ada

24/01/2025

25

Bab 25 merasa seolah Raisa ada di sana

24/01/2025

26

Bab 26 rasa sakit

24/01/2025

27

Bab 27 Kota yang dulu ia kenal begitu baik

24/01/2025

28

Bab 28 Setiap kali ia melihat Aulia

24/01/2025

29

Bab 29 Suara burung berkicau di kejauhan

24/01/2025

30

Bab 30 Menemukan Kedamaian yang Hilang

24/01/2025