Pesona Hantu CEO

Pesona Hantu CEO

Lionel Lussy

5.0
Komentar
776
Penayangan
36
Bab

Hal aneh terjadi pada hidup Sion Alexander Robin. Seorang CEO berkuasa pemimpin Robin Group di kota Mayro. Arwahnya terlepas dari tubuhnya, tapi ia tidak bisa sampai ke alam baka. Hingga akhirnya Sion bertemu dengan seorang gadis miskin bernama Roura, satu-satunya orang yang bisa melihat dirinya. Dan satu-satunya objek yang bisa ia sentuh. Sion meminta bantuan Roura, untuk mencari keberadaan tubuhnya. Agar dia bisa menemukan jawaban akan hal aneh yang menimpanya, apakah dia sudah mati atau belum?

Pesona Hantu CEO Bab 1 Pertemuan gadis Ajaib

Sion Alexander Robin, seorang pria dengan reputasi yang tak tertandingi, adalah CEO utama dari Robin Group, sebuah perusahaan raksasa yang berada di kota Mayro.

Namun dua hari terakhir, dunia di sekitarnya terasa tidak normal lagi. Orang-orang kini berjalan melewatinya seolah dia tidak ada.

Setiap kali Sion mencoba berbicara, suara yang keluar dari mulutnya, seperti tidak terdengar. Tangannya yang dulu menggenggam kendali perusahaan besar, kini tak mampu menyentuh apapun.

"Oh, Tuhan. Ada apa denganku? Apa aku sudah mati?"

Pria ini bicara sendiri, tapi tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya. Apakah dia sudah mati? Jika iya, mengapa dia masih ada di dunia ini? Jika belum, lalu mengapa semua orang mengabaikannya?

Sion yang putus asa duduk di sebuah bangku taman. Seperti biasanya, taman ini penuh dengan suara anak-anak bermain atau pasangan yang bercengkerama, tapi tetap tidak ada satupun pandangan yang menoleh padanya.

Membuat Sion semakin frustasi, pria ini mengurut pelispisnys, sambil mencoba mencari jawaban atas apa yang terjadi.

Tapi ketika dia sedang tenggelam dalam pikirannya, tiba-tiba seorang gadis muda duduk di sebelahnya. Gadis itu terlihat sederhana, dengan setumpuk dokumen di tangannya.

Ia sempat menoleh ke arah Sion dengan senyuman, membuat Sion terkejut, tapi masih diam.

"Sialan dosen itu! Tugas akhir tidak disetujui, biaya kuliah menunggak, gaji kecil, dan sekarang ada ancaman pemecatan karena aku dianggap aneh!"

Gadis ini menarik napas panjang, mengomel tanpa henti pada dirinya sendiri.

"Dasar hidup keparat! Kenapa aku harus dilahirkan jadi miskin?"

Sion tetap diam mendengarkan gadis itu bicara sendiri, tapi Sion terus memperhatikan wajahnya, sampai akhirnya gadis itu menoleh ke arah Sion lagi.

"Hei, Bung? Kenapa kau terus menatapku, hah? Apa kau punya masalah yang sama denganku?" tanya gadis itu.

Sion sangat terkejut saat mata gadis ini tertuju padanya. Mata Sion langsung membelalak tidak percaya.

"Hey! Kenapa kau ini? Oh, ya ampun, santai saja! Aku hanya bertanya, kenapa kau seperti baru melihat Lucifer di siang bolong?" tanya gadis itu lagi.

"Apa kau bisa melihatku?" Sion bertanya dengan suara berat.

Gadis muda ini tertawa, tapi setelah itu, ia menggelengkan kepala dengan jengkel

"Tentu saja bisa. Kau duduk di sini seperti orang yang putus asa, apa masalah mu lebih berat dariku, tuan?"

Sion memegang kepalanya, ia merasa semakin bingung. Kenapa gadis ini bisa melihat dirinya, sementara orang lain tidak bisa.

"Kau ini orang yang aneh. Oh, Ya Tuhan ... Aku punya banyak masalah dalam hidup, dan sekarang aku malah bertemu orang aneh sepertimu. Sudahlah!" gadis penggerutu itu pergi dari sana.

"Tunggu! Jangan pergi! Siapa namamu?" Sion berteriak, memohon pada gadis itu.

"Roura. Namaku Roura! Sudah yah! Aku punya banyak tugas yang harus diselesaikan, tagihan yang harus dibayar, dan bos yang siap memecatku. Maaf, aku tidak punya waktu untuk sekedar makan malam atau berjalan-jalan."

Roura kembali melangkah pergi, tidak menoleh sedikit pun lagi pada Sion.

Sementara Sion masih terpaku di tempatnya, merasa semakin bingung. Kenapa gadis bernama Roura itu bisa melihat dirinya, pria ini langsung berdiri dan mengikuti Roura dari belakang.

Roura sampai di sebuah kedai kopi kecil, tempat ini adalah tempat Roura bekerja paruh waktu. Begitu ia membuka pintu, aroma kopi dan suara mesin espresso menyambut, tetapi tak ada kehangatan di wajah sang manajer.

Pak Will, adalah pemilik kedai kopi kecil ini. Ia berdiri dengan tangan bersilang di dekat meja kasir. Ekspresi lelah dan penuh kebosanan terpampang jelas di wajahnya.

Roura tersenyum manis pada pria itu, tapi Pak Will hanya cemberut. "Ayolah, Pak Will. Tersenyumlah padaku! Aku tidak terlambat kan? Dan aku sudah membawa satu pelanggan lagi untukmu." Roura mencoba membujuk.

"Tuan, kemarilah! Kau akan minum secangkir kopi kan?" ucap Roura pada Sion.

Pak Will menoleh ke arah belakang Roura. Tapi tidak ada satupun orang yang ada di sana matanya menyipit pada Roura. Merasa jika karyawannya ini sedang bercanda padanya.

Roura berbisik. "Pria itu mengikuti aku dari taman tadi."

Pak Will menggeleng kepala, semakin kesal dengan sikap Roura. "Cukup, Roura. Kau mulai bersikap aneh lagi, kau sudah membuat beberapa pelanggan takut minggu lalu. Ingat? Wanita yang sampai keluar sambil menangis, karena kau bilang ada kakeknya di belakangnya? Lalu kau akan mencoba lelucon yang sama padaku, hmh?"

"Tapi aku benar, Pak. Kakeknya memang ada di belakangnya kala itu."

Pak Will menutup matanya sambil menghela napas panjang. Gadis ini selalu membuatnya kesal.

"Kau sangat menyebalkan, nak. Tapi baiklah, akan aku beri kamu satu kesempatan lagi! Tapi jangan bicara aneh lagi, kau mengerti?"

Roura menghela napas menyerah, apalagi ketika ia menoleh ke arah belakang dirinya. Sion memang sudah tidak ada di sana.

Tatapan Roura kembali pada Pak Will, lalu ia mengangguk, tidak ingin berdebat lagi dengan bosnya.

"Aku mengerti, pak Will. Kalau begitu aku ganti baju dulu."

Tapi tiba-tiba, Roura kembali terkejut, ketika Sion muncul dari balik dinding. Pria tampan di depannya ini bicara dengan serius.

"Hey, nona! Kita harus bicara."

Mata Roura membulat. "Hey, bisakah Anda tidak muncul mendadak seperti tadi?"

Pak Will kembali menoleh pada Roura, ia melihat gadis itu sedang bicara sendiri.

"Ada apa, Roura?"

Roura menunjuk pada Sion yang ada di depannya. "Orang ini mengagetkan ku, pak."

Pak Will mengerutkan kening, tidak melihat siapapun ada di sana. Pria tua ini kembali menatap Roura dengan tajam.

"Sudah kubilang untuk jangan bersikap aneh, Roura. Itu membuat orang lain takut. Jika pelanggan ku tidak nyaman, kau akan kupecat!"

Roura semakin bingung dengan ucapan Pak Will, kenapa pria ini menganggap Roura bercanda. Jelas-jelas seorang pria jangkung sedang berdiri di hadapannya.

"Pak Will, tolonglah. aku benar-benar butuh pekerjaan ini. Kuliahku belum selesai, tagihanku menumpuk. Kalau aku kehilangan pekerjaan ini, aku akan habis."

Pak Will diam sejenak, terlihat berpikir dengan berat. Matanya masih menatap Roura dengan ekspresi penuh keraguan.

"Aku janji, tidak akan ada lagi kejadian aneh. Aku akan kerja dengan serius," ucap Roura.

Pak Will menghela napas panjang, lalu mengangguk dengan berat hati. "Baiklah. Ini kesempatan terakhirmu, Roura. Jangan buat aku menyesal."

Ucapan Pak Will membuat wajah Roura langsung cerah, senyuman manis terlihat di wajahnya yang cantik.

"Terima kasih, Pak Will!" ucap Roura.

Roura melanjutkan langkahnya, berjalan ke toilet wanita untuk mengganti pakaiannya dengan seragam kerja.

Sion masih berdiri di depannya, tapi gadis ini mencoba tidak peduli, Roura segera masuk ke toilet, mengunci pintu itu rapat-rapat.

Di dalam toilet, Roura berdiri di depan cermin. Ia melihat pantulan dirinya di sana dan segera berganti pakaian dengan cepat, bersiap untuk memulai pekerjaannya hari ini.

Tapi tiba-tiba, seorang pria muncul di belakang Roura, mata tajamnya bagai menusuk mata gadis ini.

Bagaimana mungkin pria ini berdiri tepat di belakang Roura. Sedangkan pantulan dirinya tidak terlihat di cermin.

"Aaah! Kenapa kau ada toilet wanita?" teriak Roura panik.

"Aku ingin bicara denganmu. Karena hanya kau yang bisa melihat aku."

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Pesona Hantu CEO Pesona Hantu CEO Lionel Lussy Romantis
“Hal aneh terjadi pada hidup Sion Alexander Robin. Seorang CEO berkuasa pemimpin Robin Group di kota Mayro. Arwahnya terlepas dari tubuhnya, tapi ia tidak bisa sampai ke alam baka. Hingga akhirnya Sion bertemu dengan seorang gadis miskin bernama Roura, satu-satunya orang yang bisa melihat dirinya. Dan satu-satunya objek yang bisa ia sentuh. Sion meminta bantuan Roura, untuk mencari keberadaan tubuhnya. Agar dia bisa menemukan jawaban akan hal aneh yang menimpanya, apakah dia sudah mati atau belum?”
1

Bab 1 Pertemuan gadis Ajaib

27/12/2024

2

Bab 2 Orang Mesum

27/12/2024

3

Bab 3 Apa Orang tuaku Menjualku Padamu

27/12/2024

4

Bab 4 Hantu yang Tampan

27/12/2024

5

Bab 5 Terjabak Hasrat Tuan Hantu

27/12/2024

6

Bab 6 Memulai Penyelidikan

27/12/2024

7

Bab 7 Jadi Kau Melihat Tubuhku

27/12/2024

8

Bab 8 Sebuah Sandi Rahasia

27/12/2024

9

Bab 9 Gadis Muda yang Gila

27/12/2024

10

Bab 10 Dia Sangat Tampan

27/12/2024

11

Bab 11 Aku Ingin Membuat Kamu Bahagia

27/12/2024

12

Bab 12 Apa Kau Gugup

27/12/2024

13

Bab 13 Berhenti Menakutiku!

27/12/2024

14

Bab 14 Ciuman Pertama

27/12/2024

15

Bab 15 Gadis Frustasi

27/12/2024

16

Bab 16 Dansa Romantis

27/12/2024

17

Bab 17 Perayaan Hari Cinta yang Memilukan

27/12/2024

18

Bab 18 Melanjutkan Petualangan

27/12/2024

19

Bab 19 Jagalah Keperawananmu

14/02/2025

20

Bab 20 Pujian yang Memabukkan

14/02/2025

21

Bab 21 Keputusan yang Berat

18/02/2025

22

Bab 22 Petunjuk dari Hantu Tua

18/02/2025

23

Bab 23 Hubungan yang Mulai Membaik

18/02/2025

24

Bab 24 Foto-foto yang Tidak Asing

18/02/2025

25

Bab 25 Akhirnya Bisa Bertemu

18/02/2025

26

Bab 26 Ingin Bercinta Dengan Perawan

18/02/2025

27

Bab 27 Kau Sangat Menggairahkan

18/02/2025

28

Bab 28 Aku akan Menjawabnya

18/02/2025

29

Bab 29 Berhasil Menemukan Tubuhmu

18/02/2025

30

Bab 30 Sebuah Syarat

18/02/2025

31

Bab 31 Kenyataan yang Mengejutkan

18/02/2025

32

Bab 32 Seorang Gadis Manis

18/02/2025

33

Bab 33 Mengungkapkan

18/02/2025

34

Bab 34 Sakit Hati

18/02/2025

35

Bab 35 Sebuah kenyataan

18/02/2025

36

Bab 36 Penawaran yang Aneh

18/02/2025