Liang Hangat Sang Penari

Liang Hangat Sang Penari

Dinda sukmadewi

5.0
Komentar
8.8K
Penayangan
52
Bab

❤Mohon Bijak Membaca tulisan ini khusus dewasa. Tulisan ini mengandung lendir berlebihan 🙏🙏🙏 Lisnawati gadis 16 tahun harus jadi janda setelah menikah satu bulan. Komar suaminya meninggal dunia setelah di begal dan meninggal tragis ditempat dengan luka yang bacok yang mengemaskan. Lisna panggilan nya, sontak menjadi janda kembang di kampungnya. Lisna yang berprofesi sebagai penyanyi dan penari dangdut keliling menjual goyangan disela nyanyiannya. Menjadi rebutan para pria lajang maupun pria beristri. Kabar liang sempit hangat Lisna menjadi pembicaraan hangat dikalangan para pria. Berit kecantikan Lisna dan liang hangatnya sampai ke Tante Shinta mucikari rumah bordil pemilik cafe maksiat yang akhirnya merekrut Lisna. Di cafe Tante Shinta Lisna menjadi primadona sampai akhirnya Lisna terjebak cinta dengan dendam pada Budi Hendrajit seorang pengusaha kaya yang selalu menghinanya dengan kata kata kotor. Budi Hendrajit duda keren yang ditinggal mati istrinya itu tergila gila pad liang hangat penari. Namun keinginannya untuk menikahi sang penari di tentang keras oleh ibunya yang mengetahui asal usul Lisnawati sang penari.

Bab 1 Sang Penari

Mata para lelaki haus lendir melotot dengan mulut terbuka lebar..

Begitu Lisna menjatuhkan jubah merahnya, seketika kedua mata para pelanggan Cafe terkunci menatap penampilan luar biasa provokatif.

Dada sekal dengan penutup puting terlihat ranum menggairahkan dari balik kostum jaring-jaring keemasan.

Tidak terlalu besar, yang justru semakin membuat penasaran jemari para lelaki untuk meremas nya.

Bulat, padat, kencang bagai tidak tersentuh gravitasi Bumi.

Tatapan mereka tidak bisa berhenti menyusuri perut tipis dan kecil Lisna, hingga berhenti pada muara kenikmatan dunia di balik G-string berenda.

Budi pria yang malam itu khusus membayar Lisna untuk menari dihadapannya dan koleganya bagai sesak napas saat Lisna berputar di atas tiang dan memamerkan bokong putih kencang dengan gerakan kelewat sensual. Mendadak kepalanya pusing akibat menahan gejolak kuat yang tiba-tiba muncul. Jantungnya berlarian dan kedua matanya tertahan pada tiang, sampai-sampai tidak menyadari di kanan dan kirinya telah duduk gadis-gadis berpakaian serupa.

Budi tidak bisa menyembunyikan tatap takjub saat Lisna terbalik dengan tungkai menjepit tiang. Topi pesulap entah terlempar ke mana. Ujung rambut panjang menyentuh lantai. Lisna sempat tersenyum dan melirik ke arahnya.

Budi tenggelam sepenuhnya dalam aksi totalitas Lisna.Tersaji sensual memanjakan sisi liar dirinya. Hal seperti ini, tidak akan ia dapatkan di rumah.

Selangkangan putih dan mulus terbuka lebar, berputar-putar di hadapannya. Hanya kain tipis yang membatasi pandangannya. Sesuatu di bawah perut menekan kuat. Dengusan napas makin kentara, saat kejantanannya bereaksi.

Budi tertegun sejenak saat dua orang gadis yang sedari tadi berada di sisi kanan dan kirinya membelai lembut pahanya dan menuangkan minuman untuknya.

Seorang gadis menekan kepalanya dan memaksanya minum. Budi memilih pasrah demi mengembalikan tatapan dengan cepat ke atas panggung.

Masih menatap Lisna dengan tercengang-cengang, kedua matanya terkunci, setia mengamati tiap gerakan yang menjelma candu.

Tanpa sadar sudut bibir tertarik saat Lisna menyajikan gerakan yang sensual, menuruti imajinasi cabul yang mulai berhamburan dari kepalanya.

Lisna kembali melirik dan tersenyum kepadanya seolah bertanya apa kamu suka? Budi menjilat bibirnya sebagai jawaban.

Tatapannya semakin terjerat. Penari cantik dan ranum sedang berakrobat bak bersetubuh dengan tiang.

Sungguh tiang dingin yang beruntung karena berkali-kali bergesekan dengan selangkangan hangat Dara. Thian tidak bisa tidak berpikir cabul.

Budi sudah tidak peduli seberapa sering minuman disodorkan padanya. Bokong padat Lisna bergerak naik turun dan ia menenggak minuman dari sloki dengan frustasi hingga kepalanya berat. Musik berganti, menyajikan desahan wanita yang menjelma intro berulang.

Kepala Budi sudah sangat berat, tetapi ia bertahan tidak ambruk demi melihat Lisna yang sedang menari liar di hadapannya. Gadis di kanan kirinya entah sejak kapan sudah berpelukan dengan kolega nya duduk di sofa mengelilingi meja dimana Lisna menari.

Lisna dengan gerakan sensual menuruni meja yang sekaligus panggung pertunjukannya.

Tatapannya terjerat kedua mata Lisna yang seperti pemburu.

Budi yang sudah mabuk hanya bisa melongo saat Lisna naik ke atas pangkuannya.

Punggung bersandar pasrah pada sofa, ketika Lisna kini meliuk-liuk di atas tubuhnya. Kedua lengan ramping bagai memenjara kewarasannya.

Budi sudah tidak peduli dengan kolega bisnisnya ada di mana dan sedang berbuat apa. Seluruh waktu seperti hanya sedang menampilkan Lisna.

Ujung hidung mereka bersinggungan. Jemari Lisna meremas lembut rambutnya sebelum pagutan mesra menenggelamkan bibirnya dalam lumatan penuh gairah.

Hanya ada rasa senang meski kepala luar biasa pusing.

Kedua tangan Budi dengan sadar menangkap payudara ranum Lisna, merasakan kekenyalannya sebelum beralih meremas bokong gadis itu kuat-kuat.

"Biarkan aku memanjakan mu malam ini" bisik Lisna sebelum menggigiti bibir sendiri kuat-kuat.

Budi tidak kuasa menolak saat Lisna menyuguhkan botol minuman. Ia menenggak dengan rakus, tidak peduli kepalanya sudah sangat pusing.

Berikutnya gadis itu berlutut di antara kedua kakinya. Jemari berkuku merah membuka pengait celana dan menurunkan resletingnya.

Shinta tersenyum lebar saat melihat Budi telah kehilangan kendali atas kontrol diri.

Ia melihat Budi tertunduk dengan desah tertahan, saat Lisna melakukannya dengan baik di bawah sana.

Shinta dengan santai membuang asap rokok, sama sekali tidak risih melihat yang Budi yang sedang meringis nikmat saat sapuan lidah Lisna menghangatkan kejantanan yang mencuat gagah.

Shinta teramat sudah biasa menyaksikan hal serupa setiap harinya.

Dan Shinta selalu memastikan pelanggannya terpuaskan oleh para penari asuhannya.

Sebelah tangan Budi menahan kepala Lisna tanpa ragu meremas keras.

Antara ambang batas sadar dan tidak sadar, melesakkan kejantanannya dengan kuat demi menyetubuhi mulut penari dengan senyuman sinis.

Lisna memang sepertinya ahli karena sama sekali miliknya tidak terkena gigi.

Budi menekan kuat-kuat pinggulnya dan dengan keji menahan kepala Lisna saat cairan kenikmatan menyemprot.

Lisna tersedak.

Budi menarik miliknya dan mencengkeram pipi Lisna dengan sebelah tangannya. Memaksa gadis itu menelan habis cairannya.

Kedua mata Lisna berair. Lelehan sperma menetes dari sudut bibir. Budi yang tersenyum puas.

Lisna merasakan mual seperti akan muntah, mati-matian berusaha mengendalikan diri.

Lisna masih berusaha untuk profesional memberikan service pada tamunya.

Budi menyahut botol minuman di atas meja dan menjejalkannya begitu saja pada mulut Lisna.

Sebelah tangan menarik rambut belakang kepala Lisna hingga mendongak dan terpaksa menenggak minuman dari tangannya yang lain.

Tawa Budi berderai. Sangat puas bermain-main dengan Lisna, muara dari segala fantasi terliar.

Shinta dari kejauhan hanya menatap dengan bibir terbuka lebar, sampai batal menyesap rokok yang sudah mendekati bibir. Tidak menyangka dengan apa yang baru saja ia lihat barusan. Ia semakin terheran-heran saat melihat Budi mendorong wajah anak buahnya itu menjauh seperti barang bekas pakai.

Sungguh di luar dugaannya. Ia melihat seringai wajah Budi dengan tatapan keji yang sama sekali belum pernah ia temukan sebelumnya, walaupun Shinta tahu Budi pria yang sangat dingin.

Kalau pun datang ke cafe nya hanya sebatas ditemani minum tidak pernah memakai para wanita itu.

Budi malah membooking para wanita itu untuk memuaskan nafsu kolega bisnisnya.

Budi sendiri tidak pernah tergerak untuk sekedar mencium para wanita itu.

Budi kembali menyangga kepalanya yang pusing dengan sebelah tangan sebelum membetulkan celananya.

"Pak Budi ," Lisna memeluk sebelah kakinya.

"Pergi, perek." Budi melirik ketus. Seringainya mengembang saat ia melihat tatapan heran Lisna.

"Pak Budi kenapa..? Apa ada yang salah. " Tanya nya bingung.

"Ssst!" Budi dengan cepat menempelkan telunjuknya pada bibir Lisna .

"Mulut lo, cuma pantes dapet kontol gue."

Shinta terperangah dari tempatnya duduk. Reaksi pelanggannya itu sungguh di luar dugaannya.

"Lo kurang ajar." Jemari Budi kini meremas bibir merah Lisna . "Mulut lo bau got. Pergi sana!" Budi kembali mendorong kasar wajah Lisna.

Shinta segera berdiri dan menghampiri Budi yang kini menertawakan Lisna.

Sedikit panik, ia menekan batang rokoknya ke dalam asbak.

"Lo pake lipstik merah lo. Jilatin kontol yang lain sana," ucap Budi di tengah derai tawanya.

Shinta hanya bisa melihat Lisna yang mematung di depan kaki Budi.

" Pak Budi, sepertinya bapak sangat mabuk. Yuk kita pulang." Shinta menggamit sebelah lengan Budi.

"Loh pulang?ga, aku masih mau pake memek perek" Budi menatap heran wajah Shinta.

"Gua belum puas ngentot sama dia." Budi menuding wajah Lisna sambil tertawa.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Dinda sukmadewi

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Perselingkuhan

Gairah Liar Perselingkuhan

kodav
5.0

Kaindra, seorang pria ambisius yang menikah dengan Tanika, putri tunggal pengusaha kaya raya, menjalani kehidupan pernikahan yang dari luar terlihat sempurna. Namun, di balik semua kemewahan itu, pernikahan mereka retak tanpa terlihat-Tanika sibuk dengan gaya hidup sosialitanya, sering bepergian tanpa kabar, sementara Kaindra tenggelam dalam kesepian yang perlahan menggerogoti jiwanya. Ketika Kaindra mengetahui bahwa Tanika mungkin berselingkuh dengan pria lain, bukannya menghadapi istrinya secara langsung, dia justru memulai petualangan balas dendamnya sendiri. Hubungannya dengan Fiona, rekan kerjanya yang ternyata menyimpan rasa cinta sejak dulu, perlahan berubah menjadi sebuah hubungan rahasia yang penuh gairah dan emosi. Fiona menawarkan kehangatan yang selama ini hilang dalam hidup Kaindra, tetapi hubungan itu juga membawa komplikasi yang tak terhindarkan. Di tengah caranya mencari tahu kebenaran tentang Tanika, Kaindra mendekati Isvara, sahabat dekat istrinya, yang menyimpan rahasia dan tatapan menggoda setiap kali mereka bertemu. Isvara tampaknya tahu lebih banyak tentang kehidupan Tanika daripada yang dia akui. Kaindra semakin dalam terjerat dalam permainan manipulasi, kebohongan, dan hasrat yang ia ciptakan sendiri, di mana setiap langkahnya bisa mengancam kehancuran dirinya. Namun, saat Kaindra merasa semakin dekat dengan kebenaran, dia dihadapkan pada pertanyaan besar: apakah dia benar-benar ingin mengetahui apa yang terjadi di balik hubungan Tanika dan pria itu? Atau apakah perjalanan ini akan menghancurkan sisa-sisa hidupnya yang masih tersisa? Seberapa jauh Kaindra akan melangkah dalam permainan ini, dan apakah dia siap menghadapi kebenaran yang mungkin lebih menyakitkan dari apa yang dia bayangkan?

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Liang Hangat Sang Penari
1

Bab 1 Sang Penari

06/12/2024

2

Bab 2 Liang Hangat Sang Penari

06/12/2024

3

Bab 3 Tak Mau Masuk Liang Lagi

08/12/2024

4

Bab 4 Tantangan Sang Penari

08/12/2024

5

Bab 5 Bosan Istri

08/12/2024

6

Bab 6 Pelarian Suami Orang

08/12/2024

7

Bab 7 Hanya Pemuas Pria

08/12/2024

8

Bab 8 Ga Mau Nikah

08/12/2024

9

Bab 9 Sudah Kebelet Nikah

08/12/2024

10

Bab 10 Loyo Saat Istri Minta Jatah

08/12/2024

11

Bab 11 Penari Yang Bisa Masak

08/12/2024

12

Bab 12 Jatuh Cinta Pada Penari

08/12/2024

13

Bab 13 Kepincut Pelacur

08/12/2024

14

Bab 14 Para Penikmat

08/12/2024

15

Bab 15 Pacar Gelap

08/12/2024

16

Bab 16 Pelacur itu bisa dikasari

08/12/2024

17

Bab 17 Kamu Cuma Pelacur

08/12/2024

18

Bab 18 Pelacur Hanya Buat Buang Peju

12/12/2024

19

Bab 19 Gengsi Tapi Butuh Lobang

12/12/2024

20

Bab 20 Imaginasi Pelacur

12/12/2024

21

Bab 21 Lisnawati Angranita

13/01/2025

22

Bab 22 Saya Pelacur Bukan Pelakor

13/01/2025

23

Bab 23 Bayaran Fantantis

13/01/2025

24

Bab 24 Pelacur Yang Laris

13/01/2025

25

Bab 25 Punya Abang Besar Sekali

13/01/2025

26

Bab 26 Liang Hangat Adik Angkat

13/01/2025

27

Bab 27 Pelacur Juga Bisa Jadi Sarjana

13/01/2025

28

Bab 28 Pelacur Dilarang Patah Hati

13/01/2025

29

Bab 29 Baru Nempel Udah Muncrat

13/01/2025

30

Bab 30 Saat Abang Menikah

13/01/2025

31

Bab 31 Jadi Selingkuhan Abang

13/01/2025

32

Bab 32 Lonte Kampus

13/01/2025

33

Bab 33 Beneran Penyuka Lapis Legit

13/01/2025

34

Bab 34 Boss Yang Doyan Serabi

13/01/2025

35

Bab 35 Boss Gantengnya Parah

13/01/2025

36

Bab 36 Bertahan Sama Abang

13/01/2025

37

Bab 37 Ogah Jadi Pelakor

13/01/2025

38

Bab 38 Pelacur Juga Boleh Punya Mimpi

13/01/2025

39

Bab 39 Ngentot Bisa Dimana Aja

13/01/2025

40

Bab 40 Sekertaris plus plus

13/01/2025