COMPLICATED LOVE

COMPLICATED LOVE

A_Lara

5.0
Komentar
219
Penayangan
18
Bab

Apakah kamu pikir semua orang itu setara? Jelas sekali, orang-orang tidaklah sama dari ras mereka, penampilan dan warna kulit, atau masyarakat tempat mereka berada. Aku hanya berharap anak-anak seperti kami memiliki kesempatan sosial yang setara. Tapi itu tidak mungkin. Semakin miskin keluargamu, semakin sedikit peluang yang kamu miliki dalam hidup. Sedangkan anak-anak yang lahir dengan sendok perak di mulut mereka, hanya tinggal mengikuti peraturan masyarakat untuk menjadi sukses. Karna perbedaan ini, aku berusaha untuk mengangkat diriku. Tapi saat aku mencapai titik tertentu, takdir lagi-lagi menarikku kembali ke tempat aku memulai. ✯✿✯ " Maaf. Gue mungkin agak pemarah di sini. Karena kita teman sekelas. Gue akan mengabaikan Lo. Tapi dengan satu syarat. Bersujud di kaki Gue." _Sean ✯✿✯ " Gampangnya gini deh. Aku sebagai angin dan kau kincir anginnya. Jadi ... Kincir angin (Sean) itu agar bisa menghasilkan listrik membutuhkan angin (Mira). " _Mira " Itu artinya, angin (Mira) sangat penting bagi kincir angin (Sean), kan?" _Sean

COMPLICATED LOVE Bab 1 Amira Frasa Queensa

Apakah kamu pikir semua orang itu setara?

Jelas sekali, orang-orang tidaklah sama dari ras mereka, penampilan dan warna kulit, atau masyarakat tempat mereka berada. Aku hanya berharap anak-anak seperti kami memiliki kesempatan sosial yang setara. Tapi itu tidak mungkin. Semakin miskin keluargamu, semakin sedikit peluang yang kamu miliki dalam hidup. Sedangkan anak-anak yang lahir dengan sendok perak di mulut mereka, hanya tinggal mengikuti peraturan masyarakat untuk menjadi sukses. Karna perbedaan ini, aku berusaha untuk mengangkat diriku. Tapi saat aku mencapai titik tertentu, takdir lagi-lagi menarikku kembali ke tempat aku memulai.

. . . . .

3 Hari yang lalu

Di sebuah tempat pencucian motor dan mobil, tampak seorang gadis berkucir kuda sedang memberikan pelayanan kebersihan pada motor seorang pelanggan. Ia tersenyum puas saat dirasa motor tersebut sudah bersih kinclong.

" Sudah selesai, paman. Jasanya 150 ribu." ucap gadis itu tersenyum ramah.

" Kenapa mahal sekali. Di tempat lain cuma 80 ribu."

Senyum gadis itu luntur digantikan raut wajah datar. " Itu ditempat lain, paman. Sudah tertulis di papan sama bahwa kami mengenakan biaya 150 ribu." gadis itu menengadahkan sebelah tangannya, seraya melirik Mading yang tertempel di dinding.

Terdengar decakan dari pelanggan itu. " Aku tidak mau bayar. Bagaimana bisa ongkos cuci motor Supra saja 150 ribu? Tunggu saja, akan aku bawa ini ke media." Karna emosi, pelanggan menunjuk-nunjuk wajah gadis itu.

Gadis itu berdecak sinis. " Bagaimana bisa paman bilang begitu? Disini kami tidak menggunakan barang murah lho, Paman. Biar saya jelaskan."

Lama-lama emosi juga ada pelanggan yang tidak mau membayar. Enak saja pikirnya. Gadis itu mulai menjelaskan harga barang-barang di sana yang lumayan fantastis, bahkan ia juga menjelaskan gaji harian perkaryawan yang hanya sekitar 500 ribu perhari. Ia tersenyum lebar saat akhirnya pelanggan setuju untuk membayar jasa pencuci motor.

" Terimakasih, Paman." Ia menerim uang tersebut dengan senang hati.

Saat sedang merapikan peralatan, seorang pemuda berjalan menghampiri Mira. " Mira." panggil seorang pria berusia 30 tahun pada gadis itu.

" Ya kak."

Amira Frasa Queensa, gadis berusia 17 tahun yang saat ini sedang bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan membantu sang kakak mencari uang untuk bertahan hidup.

Pria itu memberikan amplop yang bisa ditebak berisi uang gajinya hari ini. " Ini gajimu. Gunakan dengan baik."

" Terimakasih kak." Mira tersenyum manis.

. . . . .

Pukul 9 malam

Mira telah tiba di kontrakkannya. Tempat bernaung dirinya dan sang kakak. Kontrakan nya pun tidak terlalu luas, namun juga tidak terlalu kecil, ada 2 kamar, 1 dapur dan 1 toilet.

" Hei, adikku sayang. Kenapa pulang larut sekali?" ucap Nadira Sastra Elara yang merupakan kakak Mira yang berusia 4 tahun diatas Mira.

" Aku harus menunggu bus. " jawab Mira setelah mendudukkan pantatnya pada kursi. Mira menatap sang kakak yang sedang mengenakan sepatu. " Ooh. Punya sepatu baru nih?" goda Mira dengan wajah lempengnya.

" Hm. Gimana? Bagus, kan?" pamer Nadira.

Mira mata sinis sang kakak. " Kakak pasti mengelabui beberapa pasien tua agar membelinya untuk kakak, kan? Jika keluarga mereka tahu, mereka mungkin berhenti mempekerjakan kakak." omel Mira.

" Kau bisa berhenti mengomel, Mira? Kalau kau cuma menghasilkan uang dari buku, bagaimana mungkin melunasi semua hutang itu? Bulan lalu, kita hampir tidak bisa membayar hutang tepat waktu. Kita nyaris di pukuli."

" Karena itulah Aku mengambil pekerjaan paruh waktu. " air wajah Nadira berubah menjadi murung. Melihat itu Mira merasa bersalah.

" Lapar ah, kita makan apa hari ini?" ujar Mira mengalihkan topik pembicaraan.

" Bubur nasi dan telur dadar. Aku beritahu ya. Aku baru saja mendapatkan beras dari rumah pasienku lho." ujar Nadira membusungkan dadanya bangga.

Mira menatap kaget sang kakak. " Beras pun kakak ambil dari pasien kakak?" Mira menatap curiga sang kakak.

Seakan mengerti isi pikiran sang adik, Nadira pun menjawab. " Aku tidak mencuri. Mereka yang memberikannya padaku."

" Aku pikir kakak bahkan mencuri beras."

" Dengarkan aku. Kau tidak perlu melakukan pekerjaan paruh waktu. Taruh semua perhatianmu pada studimu untuk mempertahankan beasiswa. Kau tahu apa impianku, kan? " ucap Nadira serius.

" Apa? " kepo Mira.

" Numpang hidup padamu." gurau Nadira.

" Itu impian kakak. Aku lebih suka bekerja keras sampai mati." sindir Mira membuat Nadira melotot tajam padanya.

. . . . .

Pukul 06.15 pagi

Pagi menyapa, nampak di lorong konditor banyak siswa/siswi yang sedang berlalu lalang , entah untuk pergi ke kelas ataupun pergi ke kantin untuk sarapan.

' SCARLYA HIGH SCHOOL '

SHS merupakan jejeran kedua sekolah elit yang ada di Lampung. SHS terkenal dengan sekolah yang banyak meraih prestasi, baik akademik maupun non akademik. Namun, tidak menutup kemungkinan SHS juga merupakan sekolah dengan tingkat pembullyan yang tinggi. Banyak siswa/siswi yang sering kali membully siswa/siswi dari kalangan rendah (Siswa siswi yang masuk lewat jalur beasiswa).

Mira berjalan di konditor seraya sesekali menatap sekelilingnya, banyak siswa/siswi yang sedang bercanda tawa dengan temannya, seragam yang mereka kenakan pun rapih dan bersih beda jauh dengan seragam nya yang sudah kumuh dan menguning.

" Hei, Mira." panggil seorang pemuda bertubuh gempal seraya menghampiri Mira.

" Eh, Ail. "

" Aku sudah dapat tiket lho." ucap Ail antusias tak ayal tangan kanannya membenarkan kacamatnya yang merosot.

" Tiket apa?" bingung Mira.

" Tiket grup Gril favoritku tau. Lihat nih, aku mendapatkan yang VIP dong." ujar Ail seraya menunjukkan tiket miliknya.

" Tunggu dulu. Harga tiket VIP kan hampir 10 juta. Kau merampok siapa agar mendapatkan uang untuk ini?" Mira memicing curiga.

" Aku tidak merampok siapa pun, sialan. Aku pakai tabunganku sendiri."

" Yang bener aja, kalau ibumu tau, aku bisa diomelin olehnya." Mira mendengus kesal.

" kalau begitu, jangan beritahu ibuku. Ayolah. Aku akan membelikanmu makan. Sepakat?"

" Kau mau menyuapku? Kau mulai mengembangkan kebiasaan orang kaya nih ya. " Mira dan Ail tertawa kecil. Mereka memutuskan untuk pergi ke kantin sebelum bel masuk berbunyi, tepatnya 45 menit lagi.

Setibanya di kantin, Mira dan Ail langsung menuju ke stand bakso untuk mengantri, di sana mereka bertemu temannya yang bernama Keyla.

" Kenapa antreannya panjang banget sih?"

" Capek nih, mana gw laper banget."

" Sabar kali. Bentar lagi juga dapet."

Keluh kesah mulai ramai, apalagi saat antreannya bertambah panjang. Saat tiba giliran Mira, Ail ,dan Keyla, 3 orang siswa dengan tidak sopannya menyerobot antrean.

" Mereka memotong antrean lagi." sebal Mira.

" Emang mereka berkuasa banget ya sampai nggak ada yang berani mengajari mereka sopan santun?" geram Kelya.

" Berkuasa atau nggak, ayahnya mencalonkan diri sebagai anggota parlemen. Ayahnya dekat dengan kepala sekolah. Kalau kau bermasalah dengannya dan kehilangan beasiswamu, bisa jadi kau juga mengucapkan selamat tinggal pada masa depan cerahmu." peringat Ail pada Mira dan Keyla. Meraka pun segera memesan makanan mereka setalah dirasa geng pembully itu telah pergi.

. . . . .

Di sebuah gudang, terdengar suara bola yang di pantulkan ke lantai. Di gudang itu terdapat 3 siswa nakal dengan satu siswa bertubuh gempal.

" Hei. Coba Lo tebak. Apa yang lebih menyakitkan daripada dibuang dan merasa kehilangan?" Ujar pemuda berambut pirang dengan dasi tersampir di bahunya seraya bersimrik. " Melihat angka nol di makalahku, dasar brengsek!" lanjutnya menunjuk pemuda gempal.

Pemuda lainnya melemparkan sebuah makalah tepat di pemuda bertubuh gempal itu. Pemuda bertubuh gempal itu mengambil makalah di bawah kakinya dengan tubuh gemetar ketakutan. Melihat itu pemuda dengan rambut terikat memberi kode pada kedua temannya.

Bugh

Pemuda berambut pirang menendang Ail hingga tubuh gempalnya tersungkur. Mereka tertawa melihat itu.

Bugh

Bugh

Mereka terus memukuli Ail yang sudah terkapar tak berdaya. Ingin melawanpun sia-sia.

" Brengsek!" dua orang yang bersembunyi mengepalkan tangannya tak terima, tapi mereka harus menahan emosi mereka mereka tidak boleh gegabah.

Bugh

" Sakit ya? Bangun yuk." ejek salah satu dari mereka.

Pemuda dengan rambut terkucir jongkok, tangannya terulur mencengkram kuat rahang Ail. " Sialan Dasar bajingan miskin. Dan ini." berniat merobek tiket konser milik Ail yang terjatuh. " Lo nggak pantas mendapatkannya." ketiga pemuda itu tertawa iblis.

" jangan " lirih Ail terbata.

" Ohoho. Sepertinya lo sangat cinta dengan grup ini. Bagaimana kalo Lo menyimpannya di mulut?" ia memasukkan secara paksa ke mulut Ail.

" Gue ngga akan merobeknya. Sebagai gantinya... Gue akan membakarnya. " pemuda dengan rambut terkuncir menyalakan korek, dan dengan santainya membakar sisi tiket yang masih berada di mulut Ail.

" Kalau kau lepaskan, akan kami robek, bangsat!"

" Cabut!"

. . . . .

" Lihat ini pak guru." Mira menyerahkan ponsel yang berisi video pembullyan Ail di gudang.

" Mengapa kamu ingin saya melihat ini?" guru itu berucap santai.

" ini adalah penindasan di sekolah, pak." geram Mira tak habis pikir.

" Remaja selalu kasar dan gegabah saat bermain-main. Ini hanya masalah mood, you know?"

" Jadi pak guru akan membiarkan mereka lolos begitu saja?"

" Tenanglah. Saya adalah wali kelasnya. Saya akan mengurus ini."

Ceklek

" Pak guru memanggil saya, ada masalah apa?"

BERSAMBUNG...

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Pemuas Nafsu Keponakan

Pemuas Nafsu Keponakan

kodav
5.0

Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku. Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini. Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku. Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis. Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai?

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
COMPLICATED LOVE COMPLICATED LOVE A_Lara Anak muda
“Apakah kamu pikir semua orang itu setara? Jelas sekali, orang-orang tidaklah sama dari ras mereka, penampilan dan warna kulit, atau masyarakat tempat mereka berada. Aku hanya berharap anak-anak seperti kami memiliki kesempatan sosial yang setara. Tapi itu tidak mungkin. Semakin miskin keluargamu, semakin sedikit peluang yang kamu miliki dalam hidup. Sedangkan anak-anak yang lahir dengan sendok perak di mulut mereka, hanya tinggal mengikuti peraturan masyarakat untuk menjadi sukses. Karna perbedaan ini, aku berusaha untuk mengangkat diriku. Tapi saat aku mencapai titik tertentu, takdir lagi-lagi menarikku kembali ke tempat aku memulai. ✯✿✯ " Maaf. Gue mungkin agak pemarah di sini. Karena kita teman sekelas. Gue akan mengabaikan Lo. Tapi dengan satu syarat. Bersujud di kaki Gue." _Sean ✯✿✯ " Gampangnya gini deh. Aku sebagai angin dan kau kincir anginnya. Jadi ... Kincir angin (Sean) itu agar bisa menghasilkan listrik membutuhkan angin (Mira). " _Mira " Itu artinya, angin (Mira) sangat penting bagi kincir angin (Sean), kan?" _Sean”
1

Bab 1 Amira Frasa Queensa

04/03/2024

2

Bab 2 Tempat ini seperti Hutan

04/03/2024

3

Bab 3 Disini ada dua tipe orang

06/03/2024

4

Bab 4 Menjinakkan kucing

14/03/2024

5

Bab 5 Cium Bajingan gendut ini

18/03/2024

6

Bab 6 Tawaran

20/03/2024

7

Bab 7 Khawatir

21/03/2024

8

Bab 8 Tutor Pedofil

29/03/2024

9

Bab 9 Les pertama

29/03/2024

10

Bab 10 Steak A5

29/03/2024

11

Bab 11 Speaking

29/03/2024

12

Bab 12 Speaking 2

29/03/2024

13

Bab 13 Ulang tahun Sean

29/03/2024

14

Bab 14 Pemilik Payung

29/03/2024

15

Bab 15 Ujian dan Hasil

29/03/2024

16

Bab 16 Kembali Asing

29/03/2024

17

Bab 17 Mencari Pekerjaan

30/03/2024

18

Bab 18 Teman atau pacar

30/03/2024