RUSSIA WITH LOVE,

RUSSIA WITH LOVE,

author adiba

5.0
Komentar
674
Penayangan
33
Bab

Rasa percaya dan bahagia berangsur-angsur luntur.. yang ada sekarang rasa sedih, kecewa, marah. Meskipun sekuat tenaga menginjak kuat-kuat rasa kecewa , sedih, marah dan egois tapi tetap saja masih terasa sakit. Semua ketulusan cinta dan kesetiaan aku jaga meskipun aku jauh di Russia tapi Adit membuang semua kesetiaan dan ketulusan cintaku ke sampah dengan alasan kamuflasenya.. aku jauh di Russia dan Adit di Indonesia. Yaa ALLOH, aku coba tulikan telingaku ...kan mataku ... Dari semua berita sepak terjang Adit bergonta-ganti perempuan penghibur yang ternyata itu semua berkerja di tempat hiburan milik ibunya. Meskipun kutanyakan, kutegur baik-baik dengan sopan dan lembut... Adit malah marah-marah membentakku dengan kasar. Semua kejujuranku di balas dengan kebohongan secara beruntun. Yaa ALLOH, aku di hadapkan pada dua pilihan.... Mempertahankan atau memutuskan hubunganku dengan Adit ?. Sesak rasanya dadaku mendengar permintaan Adit... Menyuruhku ke Indonesia untuk nikah siri dengannya tanpa sepengetahuan orang tuaku yang tinggal di Pakistan dan Adit ingin ikut aku ke Russia. Yaa ALLOH... Apa salah kalau aku menolak permintaan Adit ?. Bagaimana mungkin aku turuti permintaan Adit ?. Abu dan ummu selalu berkata dengan lembut penuh kasih sayang... Betapa bahagianya abu dan ummu mempunyai aku anak titipan Alloh di hidup abu dan ummu. Yaa ALLOH, lebih baik aku yang sedih daripada abu dan ummu yang sedih. Aku benar-benar tidak tahan dengan teror para perempuan selingkuhan Adit, lebih baik aku memutuskan hubunganku dengan Adit. Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri ... Hancurnya hatiku bersamaan dengan hancurnya semua harapanku terhadap Adit selama ini. Di saat aku benar-benar down, di saat itu pula Syden laki Islam Russia itu mendekatiku dan berbisik padaku ... Adit membuatmu menangis sedih tapi aku syden yang menghapus air mata kesedihanmu, Adiba. Aku mencintaimu sejak dulu kita sama-sama kuliah di university of the Philippines. Lama kita berpisah dan sekarang kita bertemu di Russia, Adiba ". Yaa ALLOH, Syden dengan caranya sendiri .. perlahan-lahan mampu membuatku mencintainya. Aku melihat ada ketulusan dan kesetiaan cinta di mata Syden. Masya ALLOH, Syden juga yang membuka semua kebohongan Adit... Ternyata Adit masih beristri bukan duda cerai hidup, Adit tidak bekerja di partai politik Indonesia tapi Adit pengangguran, hidup mabuk-mabukan dan berfoya-foya dengan banyak perempuan penghibur di tempat hiburan malam milik ibunya. Alhamdulillah... Yaa ALLOH, kalau kemarin-kemarin aku menangis sedih karena putuskan hubungan dengan Adit, sekarang aku sedih menyesal kenal dengan Adit. Alhamdulillah, Alloh juga menghadirkan Rowena sahabatku juga tim kerjaku di desain interior dan Morgan seorang psikiater suami Rowena.. yaa, suami istri Russia ini yang selalu ada bersamaku selam lima tahun aku di Russia. Mereka berdua tulus menganggapku seperti adiknya sendiri, semangat bertahan hidup dan bekerja di Russia meskipun aku tidak punya sanak saudara di Russia.

Bab 1 RUSSIA WITH LOVE

Bab.1🇷🇺

Berulang kali kuucapkan bismillah hirohman nirohim di dalam hatiku. Malam makin larut , sendirian berjalan menelusuri kota khimki ini. Dinginnya angin yang berhembus serasa sampai menembus ke tulang-tulang, aku benar-benar menggigil kedinginan. Kurapatkan jaket ini. Langkahku mulai gontai, kedua kakiku terasa gemetaran. Aku berhenti di ujung jalan bersandar di dinding rumah kosong . Kupejamkan kedua mata ini, tak kuperdulikan menetes darah dari hidungku. Denting lonceng jam di tengah jalan kota menunjukkan jam sembilan malam . Yaa ALLOH, jika aku di ijinkan bertanya pasti mulutku bertanya... Kenapa harus aku ?. Bagaimana caranya agar bisa kuhindari semua ini ?. Pertanyaan bodoh macam apa ini, yaa Alloh ?. Sayup-sayup dari jauh terdengar suara teriakan memanggil namaku ....

" Adibaaaaa.... Adibaaa.... ".

Makin lama suara teriakan itu makin mendekat dan keras. Rowena perempuan cantik Russia sahabatku ini terengah-engah....

"Masya ALLOH, Adiba.. aku mencarimu kemana-mana ternyata kamu berdiri di sini ."

Semua kata tersekat di tenggorokanku, aku hanya bisa diam memandang Rowena sahabatku..

" Adiba apa yang kamu lakukan di sini ?. Hidungmu berdarah, kamu tidak tahan dinginnya udara. Ayo kita ke kafe minum kopi agar badanmu hangat tidak kedinginan, Adiba ".

Rowena membantu merapatkan jaketku dan menggandeng tanganku berjalan menuju ke kafe kopi. Kami masuk ke dalam kafe yang tidak begitu banyak pengunjungnya. Alhamdulillah, kami memilih duduk di dekat jendela. Seorang pelayan menyambut kami , setelah memesan kopi kreamer dan chicken sandwich. Kami memilih tempat duduk di dekat jendela. Rowena mengambil tissue dan melap bekas darah di bawah hidungku.

"Adiba, kamu tidak tahan dingin tapi bersikeras berdiri di luar. Kami orang Russia tidak senekad dirimu. Ada masalah apa, Adiba ?".

Aku diam menunduk. Rowena berbisik..

" Adiba, aku Rowena sahabatmu sekaligus partner kerjamu di Russia, aku berhak tahu apa masalahmu. Adiba, bukankah kamu selalu mau kita saling jujur. Mana kejujuran Adiba sahabatku " ?.

Kutatap wajah Rowena dan mulutku perlahan-lahan menjawab ..

" Bismillah hirohman nirohim, Rowena ada seorang laki Indonesia yang tinggal di Indonesia menjanjikan kejujuran dan kesetiaan padaku selama aku di Russia ini, ternyata dibuangnya kejujuran dan kesetiaan ke sampah ".

Pelayan mengantar pesanan kami, kulirik pelayan tersebut meletakkan dua piring berisi chicken sandwich dan dua cangkir kopi kreamer hangat di atas meja. Pelayan tersenyum ramah dan berjalan meninggalkan meja kami. Rowena meminum kopinya, menatap mataku..

"Apa maksudmu, Adiba ?."

"Rowena, kami saling berjanji menjaga kesetiaan dan kejujuran di manapun kami berada, nyatanya dia sendiri yang mengingkari semua janjinya, padahal selama aku di Russia selalu menjaga kesetiaanku dan kejujuranku ". "Apa kamu punya bukti kuat , Adiba " ?.

Kupejamkan mata dan pelan pelan menjawab ...

"Semua perempuan selingkuhannya menunjukkan bukti-bukti .. semua screenshot mesengger juga chatting WhatsApp mereka bahkan menunjukkan rekaman phone sex juga sex video call mereka padaku, Rowena. Aku selalu berusaha tanya baik-baik tapi dia berkelit gak mau mengaku malah memojokkan aku sebagai perempuan posesif pencemburu. Aku coba mengalah dan menahan emosi tapi sikapnya semakin makin liar. Yaa Alloh,Rowena.... "Aku benar-benar gak kuat dengan semua perlakuannya ini terhadapku".

Rowena memelukku dan berbisik ..

" menangislah, adiba sahabatku.. jika kamu ingin menangis agar lega hatimu, Adiba".

Mulutku pelan pelan menjawab ...

" kalo aja aku bisa menangis pasti aku sudah menangis dari kemarin, Rowena. Inilah kebodohanku ini menyayangi dan mencintai laki yang gak pernah sudi menyayangi dan mencintaiku, Rowena".

Aku memandang ke luar jendela, tampak beberapa orang berlalu lalang. Rowena menyentuh tanganku dan bertanya..

"Siapa nama laki itu, Adiba ?". "Adit. Namanya Adit, Rowena ".

Rowena menyodorkan sandwich dan segelas kopi kopi kreamer..

"Adiba, makanlah dulu sandwich dan minumlah kopi kreamer. Setelah ini aku antar kamu pulang ".

Yaa Alloh, baru kusadari belum makan sama sekali setelah mengikuti rapat dari kantor tadi siang. Alhamdulillah, kopi kreamer dan chicken sandwich ini mengisi perutku. Seorang pelayan membersihkan beberapa meja, jam dinding menunjukkan jam sebelas malam sepertinya kafe kopi ini mau tutup..

" Rowena, kafe ini mau tutup. Kita pulang yuk ".

" yuppp ... kita pulang. Pakai jaketmu, Adiba. Menginaplah di rumahku , besok kita berangkat bersama ke kantor ".

" Ehmmmm... Terima kasih, Rowena. Aku harus pulang ke tempatku, besok pagi saja aku jemput kamu ".

Kami berjalan keluar, pemilik kafe tersenyum dan berteriak ...

" Be smile , ladies ".

Kami tersenyum sambil melambaikan tangan. Gak bisa kubohongi diriku sendiri, Russia memang menyenangkan meski dingin sekali angin berhembus. Rowena memandangku ..

"Adiba , jangan memaksa dirimu mempertahankan suatu hubungan jika hatimu dan pikiranmu tidak merasa nyaman karena itu pasti merugikan dirimu sendiri. Be yourself, Adiba ".

"Aku benar-benar gak tau harus bagaimana, Rowena. Adit sepertinya menganggap hal yang lumrah jika berganti - ganti perempuan sedangkan Adit selalu menolak jika aku ingin memutuskan hubungan kami, Rowena".

"Adiba, tidak ada solusi lain kecuali sholat. Alloh pasti menolongmu, Adiba".

"Ya, Rowena."

Gak terasa sudah sampai di depan rumahku. Aku membuka pintu depan rumahku dan mempersilahkan Rowena masuk ke dalam rumahku tapi dari kejauhan tampak Morgan suami Rowena melambaikan tangannya..

" Hai Adiba tadi aku ke rumahmu menjemput Rowena tapi rumahmu terkunci ternyata kalian berdua pergi.".

Rowena tertawa kecil .

"Adiba, maaf aku tidak sempat mampir ke rumahmu. Insya Alloh, next time,, aku main ke rumahmu. Ingat, jangan lupa sholat. Ok, aku pulang dulu ".

Rowena memelukku , mencium kedua pipiku. Suami istri Russia itu melambaikan tangan ..

"Assalam mualaykum, Adiba

". "Waalaykum salam, Rowena and morgan.. thanks a lot ".

Aku masuk rumah , kukunci pintu ruang tamu. Cepat-cepat aku mandi dengan shower air hangat , sekalian wudhu dan sholat isya di kamar tidurku. Alhamdulillah, setelah sholat isya .. diriku, hatiku, pikiranku tenang dan nyaman. Yaa ALLOH ... Aku gak pernah bisa membohongi diriku sendiri, aku di hadapkan pada dua pilihan... Ingin mempertahankan hubunganku dengan Adit atau ingin memutuskan hubunganku dengan Adit. Selama ini aku berusaha keras kutulikan telingaku dari semua berita buruk tentang sepak terjangnya Adit dan aku juga membutakan mataku dari semua kenyataan buruk yang ada selama ini. Aku mencoba mempertahankan hubunganku dengan Adit dengan harapan Adit bisa berubah dengan baik tapi Adit sengaja makin bersikap buruk dengan mengumbar nafsu birahinya dengan banyak perempuan penghibur. Entah kenapa... Hilang rasa respekku pada Adit ??

***

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh author adiba

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gemoy
5.0

Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku. ''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur. ''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur. lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman. ''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku. jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi . Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri. ''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga. Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku. ''Jangan nak... ibu mohon.... Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat. Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............ Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat! Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar. Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar. Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"

Dilema Cinta Penuh Nikmat

Dilema Cinta Penuh Nikmat

Juliana
5.0

21+ Dia lupa siapa dirinya, dia lupa siapa pria ini dan bahkan statusnya sebagai calon istri pria lain, yang dia tahu ialah inilah momen yang paling dia tunggu dan idamkan selama ini, bisa berduaan dan bercinta dengan pria yang sangat dia kagumi dan sayangi. Matanya semakin tenggelam saat lidah nakal itu bermain di lembah basah dan bukit berhutam rimba hitam, yang bau khasnya selalu membuat pria mabuk dan lupa diri, seperti yang dirasakan oleh Aslan saat lidahnya bermain di parit kemerahan yang kontras sekali dengan kulit putihnya, dan rambut hitammnya yang menghiasi keseluruhan bukit indah vagina sang gadis. Tekanan ke kepalanya Aslan diiringi rintihan kencang memenuhi kamar, menandakan orgasme pertama dirinya tanpa dia bisa tahan, akibat nakalnya lidah sang predator yang dari tadi bukan hanya menjilat puncak dadanya, tapi juga perut mulusnya dan bahkan pangkal pahanya yang indah dan sangat rentan jika disentuh oleh lidah pria itu. Remasan dan sentuhan lembut tangan Endah ke urat kejantanan sang pria yang sudah kencang dan siap untuk beradu, diiringi ciuman dan kecupan bibir mereka yang turun dan naik saling menyapa, seakan tidak ingin terlepaskan dari bibir pasangannya. Paha yang putih mulus dan ada bulu-bulu halus indah menghiasi membuat siapapun pria yang melihat sulit untuk tidak memlingkan wajah memandang keindahan itu. Ciuman dan cumbuan ke sang pejantan seperti isyarat darinya untuk segera melanjutkan pertandingan ini. Kini kedua pahanya terbuka lebar, gairahnya yang sempat dihempaskan ke pulau kenikmatan oleh sapuan lidah Aslan, kini kembali berkobar, dan seakan meminta untuk segera dituntaskan dengan sebuah ritual indah yang dia pasrahkan hari ini untuk sang pujaan hatinya. Pejaman mata, rintihan kecil serta pekikan tanda kaget membuat Aslan sangat berhati hati dalam bermanuver diatas tubuh Endah yang sudah pasrah. Dia tahu menghadapi wanita tanpa pengalaman ini, haruslah sedikit lebih sabar. "sakit....???"

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku