Aku  Dan Ayahku Super Tajir Melintir

Aku Dan Ayahku Super Tajir Melintir

Celebes

5.0
Komentar
3.5K
Penayangan
30
Bab

Tanpa sengaja Ana bertukar jiwa dengan sang ibu, hingga membuat kehidupan mereka berubah drastis! Dari mengetahui bahwa ayah kandungnya adalah lelaki super tajir pewaris utama bangsawan keraton yang sudah membuat kehidupannya hancur, sampai rahasia kelahirannya! Kini, hanya satu tekad Ana, yakni menyatukan orang tuanya yang sangat berbeda bagai langit dan bumi! Tapi, apakah semua smudah pikiran Ana?

Aku Dan Ayahku Super Tajir Melintir Bab 1 Kejadian Mistis

"Katakan saja siapa ayahku, dan aku akan menurut," ucap Ana gadis remaja kelas tiga SMA. Dengan sangat santai dia melempar beberapa lembar hasil ujian ke atas meja di ruangan tengah. Masih tak peduli, Ana duduk di sofa mengamati Penelope ibunya yang sudah memperlihatkan wajah angker.

"Sudah Ibu bilang. Ayahmu memang meninggal!" Penelope yang biasa dipanggil Pen, membentak sembari mengambil semua lembar hasil ujian milik Ana. Kedua matanya melotot saat melihat semua nilai dengan tinta merah di setiap lembarnya.

Hidupnya selalu saja tidak tenang ketika pulang ke rumah. Ana masih sengaja membuat ulah. Pen yang berusaha menahan amarah, tetap saja gagal. Gadis itu terlihat tidak peduli dengan kemarahannya.

"Empat puluh, tiga puluh sembilan, dua puluh lima? Argh!" teriak Pen semakin keras. Dia meremas semua hasil ujian tengah semester itu. "Ana, ini bukan lelucon!" lanjutnya dengan tegas. "Apa ini ... karena pemuda itu? Pantas nilaimu jelek," imbuhnya kemudian membayangkan pemuda berambut keriting, berkulit hitam, dan gendut yang selalu mengantar anaknya pulang sekolah. Dia lemas, sambil memegang kepalanya yang terasa pening.

"Hei, hentikan!" protes Ana sambil mengunyah keripik. Dia duduk sambil mengangkat salah satu kakinya di kursi sofa, persis seperti pria saat nongkrong di warung.

Selama ini mereka berdua tinggal di sebuah apartemen kecil di tengah kota Yogyakarta. Pen yang terus berusaha membuat sang anak menurut, tetap saja gagal. Semua sudah dia lakukan mulai dari memberikan apa pun yang Ana mau. Tapi, tetap saja hubungan mereka selalu buruk.

Pen mendekati Ana dan menarik kakinya. Spontan menepuk paha Ana yang terlihat karena memakai celana pendek yang sangat ketat. "Kalau nilai ujian itu tidak kamu perbaiki, kau akan menyesal," kata Pen sangat pelan, dengan kedua mata melotot tajam.

"Apa urusanmu?" balas Ana santai sambil memperlihatkan gigi ratanya yang dipenuhi sisa keripik. Pen hanya menghela napas panjang.

"Apa maumu?" tanya Pen lemas dan akhirnya menyerah. Dia merebahkan tubuh di kursi sofa, sambil menatap Ana yang mendadak membuang keripiknya ke sembarang tempat.

Ana mendekati sang ibu, lalu duduk tepat di sebelahnya. Menatap Pen dengan tatapan sangat menusuk. Pen mengerutkan kedua alisnya sangat dalam, membalas tatapan itu. Kedua mata mereka saling bertumbukan tajam.

"Katakan maumu gadis muda?" ucap Pen pelan. Salah satu alisnya terangkat.

Ana tersenyum. Kali ini dia yakin berhasil membuat sang ibu akan mengatakan rahasia tentang ayahnya yang selama ini selalu ditutup rapat.

"Pen, kau tahu apa mauku," balas Ana dengan penekanan lebih. Kedua matanya menyipit. Menyorot tajam ke arah Pen, seperti pedang yang ingin membelahnya.

"Panggil aku dengan sopan," balas Pen sembari menepuk jidat Ana.

Pen berusaha mengatasi hatinya. Anak satu-satunya itu selalu memanggilnya dengan sebutan nama. Hal itu dilakukan Ana agar sang ibu mau mengatakan semua yang ingin dia ketahui tentang ayahnya.

"Aku akan memanggilmu Ibu ... kalau kau mengatakan siapa ayahku. Itu yang aku mau. Kau--"

"Ayahmu sudah mati. Ya, memang seperti itu. Apalagi yang harus Ibu katakan?" balas Pen singkat.

Seperti biasanya Pen masih saja menutup mulut. Pen hanya tidak ingin Ana mengingat sosok yang sudah membuatnya terpuruk. Dia selalu saja mengatakan kebohongan agar Ana bisa mempercayai semua perkataannya. Namun, Ana gadis yang sangat cerdas dan tidak bisa dikelabui begitu saja oleh Pen.

"Aku tidak percaya!" Ana kembali berteriak. Dia berdiri sambil berkacak pinggang. "Mana surat kematiannya?" imbuhnya sambil mengulurkan tangan tepat ke wajah Pen.

"Kami bercerai, lalu dia kecelakaan dan mati. Surat cerai sudah Ibu berikan kepadamu. Apa itu tidak cukup?" Pen menampis tangan Ana, kemudian beranjak dari duduknya. Dia berdiri tepat di hadapan Ana.

"Aku tidak percaya. Dasar pembohong." Ana mendorong pundak kanan Pen dengan kasar.

"Kau!" Pen berusaha menahan amarah ketika Ana sangat kurang ajar.

Ana sebenarnya sangat pintar. Pen pun tahu itu. Saat melakukan tes IQ di sekolahnya, Ana mendapatkan hasil luar biasa. IQ Ana sangat tinggi dan tergolong jenius. Bahkan mengalahkan semua teman satu sekolahnya. Ana hanya ingin kebenaran. Hingga dia selalu melakukan hal buruk di sekolah. Sengaja membuat dirinya terlihat bodoh dan nakal. Untuk memancing Pen agar memberitahunya. Tapi, usahanya selalu gagal. Pen tetap memilih bungkam.

"Argh! Selalu saja berbohong. Ayolah, Pen." Ana melemparkan tubuhnya kembali ke kursi sofa. "Paling tidak, inisialnya saja. Hei, aku sudah berumur 17 tahun, dan aku berhak mengetahuinya."

Pen mengurut pelipisnya. Dia kembali duduk, kemudian menundukkan kepala. "Apakah memiliki seorang ibu saja tidak cukup buatmu?"

Ana kembali berdiri dan menatap Pen yang seketika mendongakkan kepalanya. Kali ini dia menangis sambil menatap ibunya. "Tapi, kau tidak pernah merasakan menjadi diriku di sekolah. Kau tak tahu bagaimana rasanya menjadi seorang anak yang merindukan sosok ayahnya. Kau tidak tahu!" bentak Ana sambil menangis.

Pen semakin kecewa dengan pernyataan Ana. Dia pun berdiri, kemudian mendekati anaknya. Jarak mereka sangat dekat. Mereka semakin saling membalas tatapan dengan tajam.

"Apa kau tahu rasanya menjadi seorang ibu? Bagaimana perasaan Ibu tahu anaknya selalu saja bikin ulah? Kau tidak akan pernah tahu. Karena kau hanya memikirkan dirimu sendiri!" balas Pen semakin membentak.

Ana semakin geram. Dia masuk ke dalam kamarnya dan mengentakkan pintu sangat keras. Pen semakin tak percaya Ana sangat menyebalkan. Dia pun masuk ke dalam kamarnya.

Di dalam kamar, mereka sama-sama menangis. Rasa kesal membuat mereka tidak ingin keluar kamar. Hingga mereka menatap jendela kamar dan sangat terkejut ketika melihat bintang seakan jatuh dari langit. Keinginan masing-masing spontan terucap dalam batin terdalam.

"Andaikan Ibu bisa menjadi diriku dan tahu perasaanku," ucap Ana dengan menangis.

"Andaikan anakku tahu bagaimana menderitanya diriku saat ini," batin Pen sambil menghela napas panjang.

Tangisan keduanya pun reda saat tengah malam. Rasa kantuk semakin melanda mereka, membuat kedua mata yang ingin terbuka sudah terasa berat disangga. Mereka pun terlelap hingga pagi.

KRING!!

"Gawat!" teriak Pen ketika bunyi alarm di atas nakas memekakkan telinganya. "Aduh, aku bisa terlambat bekerja," gerutunya sambil berjalan cepat dan masuk ke kamar mandi.

Sementara, Ana kebingungan saat tidak mendengar alarm yang biasanya dia nyalakan di kamar. Tanpa melihat sekitar, dia segera menuruni ranjang.

"Adew, aku terlambat bangun. Argh!" teriak Ana berlari masuk ke dalam kamar mandi. Dia tak melihat sang ibu yang sudah berdiri di depan wastafel. Tentu saja membuat Pen marah. Apalagi odol yang dia gunakan muncrat akibat senggolan Ana.

"Kau--," ucap Pen terhenti saat melihat Ana. "Apa ini? Kok aku melihat diriku?" lanjutnya sambil menunjuk dirinya sendiri di hadapannya.

"Loh, kok aku kembar?" Ana pun menunjuk dirinya sendiri tepat di hadapannya.

Spontan mereka menolehkan pandangan ke kaca di atas wastafel. Kedua mata mereka melotot tajam, tak percaya dengan penglihatan mereka. Hingga mereka, "argh!" sama-sama berteriak keras.

"Kenapa aku jadi Ibu?!" teriak Ana.

"Kenapa aku jadi Ana?!" teriak Pen.

ARGH!!

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Celebes

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Ratu Tak Terbelenggu: Jangan Pernah Katakan Tidak

Ratu Tak Terbelenggu: Jangan Pernah Katakan Tidak

Tricia Truss

Hanya butuh satu detik bagi dunia seseorang untuk runtuh. Inilah yang terjadi dalam kasus Hannah. Selama empat tahun, dia memberikan segalanya pada suaminya, tetapi suatu hari, pria itu berkata tanpa emosi ,"Ayo kita bercerai." Hannah menyadari bahwa semua usahanya di tahun-tahun sebelumnya sia-sia. Suaminya tidak pernah benar-benar peduli padanya. Saat dia masih memproses kata-kata mengejutkan itu, suara pria yang acuh tak acuh itu datang. "Berhentilah bersikap terkejut. Aku tidak pernah bilang aku mencintaimu. Hatiku selalu menjadi milik Eliana. Aku hanya menikahimu untuk menyingkirkan orang tuaku. Bodoh bagimu untuk berpikir sebaliknya." Hati Hannah hancur berkeping-keping saat dia menandatangani surat cerai, menandai berakhirnya masanya sebagai istri yang setia. Wanita kuat dalam dirinya segera muncul keluar. Pada saat itu, dia bersumpah untuk tidak pernah bergantung pada belas kasihan seorang pria. Auranya luar biasa saat dia memulai perjalanan untuk menemukan dirinya sendiri dan mengatur takdirnya sendiri. Pada saat dia kembali, dia telah mengalami begitu banyak pertumbuhan dan sekarang benar-benar berbeda dari istri penurut yang pernah dikenal semua orang. "Apa yang kamu lakukan di sini, Hannah? Apakah ini trik terbarumu untuk menarik perhatianku?" Suami Hannah yang selalu sombong bertanya. Sebelum dia bisa membalas, seorang CEO yang mendominasi muncul entah dari mana dan menariknya ke pelukannya. Dia tersenyum padanya dan berkata dengan berani pada mantan suaminya, "Hanya sedikit perhatian, Tuan. Ini istriku tercinta. Menjauhlah!" Mantan suami Hannah tidak bisa memercayai telinganya. Dia pikir tidak ada pria yang akan menikahi mantan istrinya, tetapi wanita itu membuktikan bahwa dia salah. Dia kira wanita itu sama sekali tidak berarti. Sedikit yang dia tahu bahwa wanita itu meremehkan dirinya sendiri dan masih banyak lagi yang akan datang ....

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Aku  Dan Ayahku Super Tajir Melintir Aku Dan Ayahku Super Tajir Melintir Celebes Romantis
“Tanpa sengaja Ana bertukar jiwa dengan sang ibu, hingga membuat kehidupan mereka berubah drastis! Dari mengetahui bahwa ayah kandungnya adalah lelaki super tajir pewaris utama bangsawan keraton yang sudah membuat kehidupannya hancur, sampai rahasia kelahirannya! Kini, hanya satu tekad Ana, yakni menyatukan orang tuanya yang sangat berbeda bagai langit dan bumi! Tapi, apakah semua smudah pikiran Ana?”
1

Bab 1 Kejadian Mistis

22/09/2023

2

Bab 2 Akhirnya Terungkap

22/09/2023

3

Bab 3 Drama Mengejutkan

22/09/2023

4

Bab 4 Ternyata Dibully

22/09/2023

5

Bab 5 Akhirnya Bertemu

22/09/2023

6

Bab 6 Perceraian Palsu

22/09/2023

7

Bab 7 Satu Apartemen

22/09/2023

8

Bab 8 Berita Misterius

22/09/2023

9

Bab 9 Berusaha Mengatur Hati

22/09/2023

10

Bab 10 Sebuah Taruhan Berat

22/09/2023

11

Bab 11 Mulai Bekerja Sama

14/10/2023

12

Bab 12 Ingatan Masa Lalu Yang Buruk

14/10/2023

13

Bab 13 Penculikan Pen

14/10/2023

14

Bab 14 Masa Lalu Terbongkar

23/10/2023

15

Bab 15 Masalah Semakin Besar

23/10/2023

16

Bab 16 Kabur Dari Romo

23/10/2023

17

Bab 17 Losmen Bintang Kejora

23/10/2023

18

Bab 18 Sama-sama Terjebak

23/10/2023

19

Bab 19 Hampir Ketahuan

23/10/2023

20

Bab 20 Keributan Di Malam Hari

23/10/2023

21

Bab 21 Permintaan Aneh Anggara

24/10/2023

22

Bab 22 Jumpa Pers

24/10/2023

23

Bab 23 Akhirnya Berpisah Sementara

24/10/2023

24

Bab 24 Menjadi Detektif

24/10/2023

25

Bab 25 Akhirnya Mengakui

24/10/2023

26

Bab 26 Berusaha Mengerti

30/10/2023

27

Bab 27 Fitnah Mendadak

30/10/2023

28

Bab 28 Bertemu Mbah Dukun

30/10/2023

29

Bab 29 Melakukan Ritual

30/10/2023

30

Bab 30 Berdebat Hebat

30/10/2023