Tambatan Hati

Tambatan Hati

the_rain

5.0
Komentar
852
Penayangan
23
Bab

Reynand Arya Wijaya, bukan duda biasa. Di usia 28 tahun, dia sudah merasakan pahitnya cinta, pengkhianatan, dan kehilangan kepercayaan. Empat tahun lalu, Reynand menikahi mahasiswi di kampusnya karena tanggung jawab. Dia berjuang dari nol, rela kehilangan segalanya demi keluarga kecilnya, tetapi yang dia dapat hanyalah luka. Istrinya pergi bersama pria lain, meninggalkan bayi berusia sepuluh bulan dan seorang pria muda yang bersumpah tidak ingin mencintai lagi. Kini, Reynand hidup hanya untuk anaknya. Dia sukses, mapan, tetapi hatinya tetap kosong, sampai seorang guru TK bernama Amanda Mey Diana muncul di hidupnya. Wanita itu bukan hanya membuat putranya tersenyum lagi, tetapi juga mulai menghancurkan dinding hati yang selama ini Reynand jaga rapat. Cinta di antara mereka seharusnya mustahil, tetapi saat Mey memeluk anak kecil itu dengan tulus, Reynand tahu, hatinya mulai kalah lagi. Sebuah kisah tentang cinta kedua, luka lama, dan pria yang belajar membuka hati, untuk cinta yang kali ini, benar-benar dia pilih.

Tambatan Hati Bab 1 Amanda Mey Diana

"Leen, sorry ya ... Aku tadi kena macet, karena ada kecelakaan di jalan," ucap Mey pada Aleena, teman baiknya. Saat ini mereka sedang janjian bertemu di sebuah Mall yang ada di pusat kota.

"Gapapa kali, Mey. Gue juga baru nyampai kok," balas Aleena, kemudian mereka berjalan sambil mengobrol. "By the way, lo jadi ngelamar kerja di kantor gue?" sambungnya.

Mey menggeleng. "Aku udah diterima di TK Nusa Bangsa, TK terbaik di kota ini."

"Astaga, Mey! Kenapa ga jadi ngelamar di kantor gue sih?" sungut Aleena.

"Sorry, Leen. Kamu 'kan tau sendiri, aku pengen banget jadi guru TK." Mey memperlihatkan wajah memelasnya, agar teman baiknya ini tidak marah lantaran kecewa.

Aleena menghentikan langkahnya, otomatis Mey ikut berhenti. Aleena menghela napas dan menatap Mey. "Ya udah deh. Mau gimana lagi? Lo juga udah keterima jadi guru," ucapnya sambil mengedikkan bahu. "Selama lo nyaman dan bahagia di tempat lo sekarang," lanjutnya sambil tersenyum. "Tapi, kalau lo udah ga nyaman di tempat kerja lo, lo harus langsung hubungin gue, ya! Ntar biar gue minta ke bos gue buat merekomendasikan lo, ok!" Alesna merangkul Mey dan Mey mengangguk, menyetujuinya.

Mereka melanjutkan langkahnya untuk jalan-jalan dan berbelanja sejenak.

Tentang Mey yang memiliki nama lengkap Amanda Mey Diana, dia seorang gadis yang berasal dari desa. Namun, meski lahir dan besar di desa, Mey memiliki otak yang cukup pintar hingga dia mendapat kesempatan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi di kota metropolitan ini.

Mey sudah menjadi yatim piatu sejak usianya dua belas tahun. Ibunya lebih dulu meninggal di usia Mey masih dua tahun. Sang ibu meninggal dunia akibat penyakit paru-paru yang dideritanya, sedangkan ayahnya meninggal saat usia Mey dua belas tahun akibat terkena serangan jantung.

Sejak itu, Mey hanya tinggal bersama sang nenek. Neneknya harus bekerja keras untuk menghidupi Mey dan membiayai sekolah gadis itu. Mey tidak pernah sedikit pun kehilangan kasih sayang dan perhatian dari neneknya.

Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, Mey sudah pintar mencari uang untuk membantu sang nenek. Gadis cantik itu bekerja serabutan, apa pun akan dia kerjakan selama pekerjaan itu halal. Setiap mendapat upah, Mey selalu berikan kepada neneknya. Dia juga bisa membiayai sekolahnya sendiri hingga akhirnya dia bisa lulus SMA.

Pihak sekolah memberikan bantuan beasiswa bagi murid-murid yang berprestasi dan Mey salah satunya. Awalnya, Gadis cantik itu merasa ragu. Jika dia menerima beasiswa itu, dia harus pergi ke kota dan meninggalkan neneknya sendirian di rumah untuk melanjutkan pendidikannya di sana.

Akan tetapi, sang nenek terus meyakinkan dan memberi semangat agar Mey pergi untuk menyelesaikan pendidikannya, karena itu juga demi kebaikan hidupnya nanti. Nenek selalu mendoakan Mey agar kelak kehidupan gadis cantik kesayangannya itu bisa berubah menjadi jauh lebih baik.

Akhirnya, Mey pun pergi ke kota metropolitan dan tinggal di indekos yang letaknya tidak jauh dari kampusnya. Selama empat tahun lamanya, Mey tinggal di kota metropolitan dan mampu menyelesaikan pendidikannya hingga mendapat gelar sarjana S1. Mey begitu bahagia, karena dia masuk dalam deretan mahasiswa dengan nilai terbaik, bahkan Mey sudah langsung mendapat tawaran kerja di sebuah perusahaan ternama di kota tersebut.

Mey pulang ke desa untuk memberi kabar bahagia ini kepada sang nenek, bahkan gadis itu berencana akan mengajak neneknya tinggal di kota bersamanya nanti. Namun, kesempatan itu menguap begitu saja, karena saat Mey kembali ke desa, ternyata neneknya sedang sakit parah hingga akhirnya meninggal dunia.

Mey begitu terpukul dan sangat kehilangan sosok orang tua satu-satunya yang selama ini menyayanginya setulus hati. Tidak ingin larut dalam kesedihan, Mey pun memutuskan kembali merantau ke kota metropolitan untuk mencari pekerjaan di sana, dan di sinilah sekarang ini dia berada.

"Ayo kita ke sana! Gue pengen beliin lo baju, abis itu, gue traktir lo makan, ok!" ajak Lina, teman baik Mey.

Aleena Azreen Shalom adalah sahabat Mey. Mereka mulai menjalin hubungan persahabatan sejak pertama kali masuk kuliah di universitas dan fakultas yang sama. Selain baik, Aleena juga begitu menyayangi Mey.

Aleena merupakan gadis blasteran Inggris, ayahnya berdarah Inggris dan ibunya Indonesia tulen. Aleena terlahir di keluarga yang berada. Namun, yang membuat Mey kagum pada sosok Aleena, sahabatnya itu memiliki pribadi yang sangat baik, tidak sombong, dan sering membantu orang-orang yang membutuhkan.

"Leen, ga usah deh! Mending uangnya kamu tabung. Kamu ga perlu beliin aku baju segala." Mey berusaha menolak dengan halus, tetapi Aleena tidak pernah menerima penolakan dari Mey.

"Udah, ga usah banyak protes! Nurut aja, ayo! Duit gue ga bakal habis cuma buat beliin lo baju doang." Aleena menarik tangan Mey memasuki departemen store.

Keduanya kemudian menikmati pertemuan mereka setelah lama tidak bertemu dengan berbelanja. Aleena yang loyal, dia mengambil beberapa pakaian. Mulai dari pakaian kerja dan pakaian santai untuk sehari-hari. Tentu saja semua itu buat Mey, sahabat terbaiknya.

"Astaga, Aleena ... Udah ya, cukup! Ini udah banyak banget, ntar uang kamu beneran habis loh," rengek Mey sambil cemberut, tetapi hatinya merasa begitu terharu dengan kebaikan sahabatnya ini.

"Biarin! Uang masih bisa dicari, sahabat kayak lo tuh, ga bakal bisa gue dapet di mana pun alias limited edition," balas Aleena sambil terkekeh.

"Dasar, mentang-mentang anak sultan!" gumam Mey.

"Eits, ngaco! Ini gue pake duit gue sendiri ya!" protes Aleena dan Mey hanya terkekeh geli.

Meski Aleena terlahir di keluarga kaya, bahkan ayahnya merupakan seorang pengusaha sukses pemiliki perusahaan makanan ringan yang cukup terkenal, tetapi gadis itu tetap ingin berdiri di kakinya sendiri. Dia memutuskan untuk mencari pekerjaan di perusahaan lain, karena ingin membuktikan bahwa dia juga bisa sukses dengan kemampuannya sendiri.

Setelah merasa puas berbelanja pakaian, Aleena mengajak Mey berbelanja keperluan rumah dan lain sebagainya. Mey tidak bisa menolak, karena diancam oleh Aleena. Jika Mey menolak, maka Aleena mengancamnya tidak akan pernah mau mengenalnya lagi.

Mey hanya bisa pasrah, tetapi dalam hati terus mengucap syukur, karena diberikan seorang sahabat yang begitu baik seperti Aleena. Dalam hati, Mey berjanji akan membalas semua kebaikan Aleena suatu saat nanti.

"Semoga kamu cepat dapat jodoh, biar ga terus maksa aku kayak gini," gumam Mey yang langsung mendapat tatapan tajam oleh Aleena, tetapi dia malah terkekeh geli melihat sahabatnya itu.

"Gue bakal cari jodoh setelah sahabat gue yang imut ini dapet jodoh dan nikah duluan," balas Aleena sambil mendengus sebal. "Dengan catatan, cowok yang bakal jadi jodoh lo itu harus good looking dan sayang sama lo lebih dari gue!" imbuhnya dengan serius.

"Cieee, kalau gitu ... Gimana kalau kamu aja yang berubah jadi cowok dan nikahin aku?" gurau Mey yang langsung mendapat sentilan di kening dari Aleena..

"Untung aja gue cewek, kalau enggak ... Bakal langsung gue kawinin lo!" seloroh Aleena, kemudian keduanya tertawa renyah.

...

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Tambatan Hati Tambatan Hati the_rain Romantis
“Reynand Arya Wijaya, bukan duda biasa. Di usia 28 tahun, dia sudah merasakan pahitnya cinta, pengkhianatan, dan kehilangan kepercayaan. Empat tahun lalu, Reynand menikahi mahasiswi di kampusnya karena tanggung jawab. Dia berjuang dari nol, rela kehilangan segalanya demi keluarga kecilnya, tetapi yang dia dapat hanyalah luka. Istrinya pergi bersama pria lain, meninggalkan bayi berusia sepuluh bulan dan seorang pria muda yang bersumpah tidak ingin mencintai lagi. Kini, Reynand hidup hanya untuk anaknya. Dia sukses, mapan, tetapi hatinya tetap kosong, sampai seorang guru TK bernama Amanda Mey Diana muncul di hidupnya. Wanita itu bukan hanya membuat putranya tersenyum lagi, tetapi juga mulai menghancurkan dinding hati yang selama ini Reynand jaga rapat. Cinta di antara mereka seharusnya mustahil, tetapi saat Mey memeluk anak kecil itu dengan tulus, Reynand tahu, hatinya mulai kalah lagi. Sebuah kisah tentang cinta kedua, luka lama, dan pria yang belajar membuka hati, untuk cinta yang kali ini, benar-benar dia pilih.”
1

Bab 1 Amanda Mey Diana

27/08/2023

2

Bab 2 Pertemuan Pertama

27/08/2023

3

Bab 3 Masih Membekas

27/08/2023

4

Bab 4 Kakak Cantik

27/08/2023

5

Bab 5 Pertemuan Kedua

28/08/2023

6

Bab 6 Terpesona

28/08/2023

7

Bab 7 Hanya Mimpi

30/08/2023

8

Bab 8 Pertemuan Ketiga

30/08/2023

9

Bab 9 Neneknya Aarav

30/08/2023

10

Bab 10 Cerita Masa Lalu

30/08/2023

11

Bab 11 Kagum

05/09/2023

12

Bab 12 Pingsan

05/09/2023

13

Bab 13 Andai

06/09/2023

14

Bab 14 Om Beno

08/09/2023

15

Bab 15 First Kiss

09/09/2023

16

Bab 16 Bertemu Mantan

12/09/2023

17

Bab 17 Ibu

13/09/2023

18

Bab 18 Kecewa

15/09/2023

19

Bab 19 Mencarinya

16/09/2023

20

Bab 20 Kediaman Pak Teja

19/09/2023

21

Bab 21 Kesalahpahaman

22/09/2023

22

Bab 22 Kesal Aleena

26/09/2023

23

Bab 23 Berusaha Melupakan

30/09/2023