icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Tambatan Hati

Bab 5 Pertemuan Kedua

Jumlah Kata:1359    |    Dirilis Pada: 28/08/2023

k Bangsa pun berakhir. Saat ini, Mey dan Aarav seda

nji ayahnya yang mengatakan akan datang, tetapi nyata

u sedih lagi?" tanya Mey yan

ng saja, tetapi matanya kemba

tau sendiri, kan? Kota ini terkenal dengan kemacetannya. Jangan sedih

uga datang? Ayah sudah janji mau datang

nganter Aarav pulang? Aarav mau?" tawa

tadinya murung mendadak

ngguk, "T

g memeluk Mey begitu saja, membuat

gsung akrab dengannya. Entah kenapa hati Mey

"Baiklah, kalau gitu ayo kita pulang!" ajaknya, kemudi

ari kejauhan seketika menghentikan perger

Wajah bocah kecil itu langsung sumringah dengan mata berbinar

k Aarav dengan

tampan yang sejak malam kemarin mengganggu pikirannya. "Apa

rav langsung menarik tangan Mey, mengaj

ikirannya menjadi kacau. Sejak kejadian malam kemarin, M

erti sedang lari maraton ketika langkahn

ng?" kesal Aarav sambil

dengan sosok wanita muda di hadapannya ini. 'Dia ... Bukannya dia cewek yang semalam nabrak gue?' batin pria

ya Aarav sambil memegang tang

lalu berjongkok di hadapan bocah kecil itu. "Maaf,

k cantik ini, karena dia yang sudah menemaniku sampai acara

udian bangkit berdiri tanpa mel

emang sesempit daun kelor. Dia inget ga ya sam

ucap Adrian dengan suara rendah yang

v sama sekali ga menyusahkan kok. Dia anak yang sangat pint

gitu.' Mey menghela napas lega, karena

kemudian menarik tangan Mey, membuat gadi

il itu juga menarik tangan Adrian dan men

" ucap Aarav dengan tingkah polosnya, la

drian sambil men

etar saat bersalaman dengan pria tampan yan

cang, kini keringat dingin mulai me

ahulu, kemudian menatap Aarav. "Ayo kita pulang!"

rah bangku di mana tadi dia duduk, lalu mengambil pialanya

n mendapat ini," ucap Aarav setelah menghampiri ayahnya

i Adrian dengan bangga sambil mene

ng renyah, membuat Adrian dan Mey ikut tert

cantik ini, karena aku merasa seperti punya ibu," uc

Adrian seketika tersentak, sedangkan

Aarav dengan polos ketika

kak baik-baik aja," jawab Mey sambil

am?' batin Mey merasa tak perc

a Adrian memeluknya saat dirinya hendak terjungkal malam kemarin. Mey sangat tidak menyangka kalau Aa

i ibu sambung untuk Aarav, tetapi bolehkah dia

y? Kita sekalian antar Kakak Mey pulang, Yah,

a mengantar guru dari sang putra kesayangan sebagai ucapan terima

h kecil itu sudah berjalan terlebih dahulu sambil b

an Aarav yang terlihat seperti ibu dan anak s

rab itu dengannya?' bat

kit hati dengan kepergian mantan istrinya, tetapi sakit hatinya itu karena Monica yang merupakan ibu

a yang telah Monica lakukan kepada Aarav. Ibu kandung yang tega meninggalkan anaknya begitu saja dan lebih me

a hanya berdiri diam saja di sana, membuat Adrian seketika tersad

sambil membukakan pintu mobil bagian depan untu

lak Mey sambil menahan tubuhnya yang sudah menyentuh jok mobil, lalu berbalik

ucap Aarav yang sudah membuka pintu

n menoleh ke arah Adrian yan

tanpa ekspresi, kemudian pria itu

i berdegup kencang. Mau tidak mau, gadis itu akhirnya masuk ke mobil,

dah berbaring sambil bernyanyi lagu dengan lirik karangannya sendiri. Pria

inisiatif untuk membantu pria itu. "Eu

yerahkan piala milik Aarav tersebut

dingin banget sih?' g

a, lalu segera melajukannya, me

.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Tambatan Hati
Tambatan Hati
“Reynand Arya Wijaya, bukan duda biasa. Di usia 28 tahun, dia sudah merasakan pahitnya cinta, pengkhianatan, dan kehilangan kepercayaan. Empat tahun lalu, Reynand menikahi mahasiswi di kampusnya karena tanggung jawab. Dia berjuang dari nol, rela kehilangan segalanya demi keluarga kecilnya, tetapi yang dia dapat hanyalah luka. Istrinya pergi bersama pria lain, meninggalkan bayi berusia sepuluh bulan dan seorang pria muda yang bersumpah tidak ingin mencintai lagi. Kini, Reynand hidup hanya untuk anaknya. Dia sukses, mapan, tetapi hatinya tetap kosong, sampai seorang guru TK bernama Amanda Mey Diana muncul di hidupnya. Wanita itu bukan hanya membuat putranya tersenyum lagi, tetapi juga mulai menghancurkan dinding hati yang selama ini Reynand jaga rapat. Cinta di antara mereka seharusnya mustahil, tetapi saat Mey memeluk anak kecil itu dengan tulus, Reynand tahu, hatinya mulai kalah lagi. Sebuah kisah tentang cinta kedua, luka lama, dan pria yang belajar membuka hati, untuk cinta yang kali ini, benar-benar dia pilih.”
1 Bab 1 Amanda Mey Diana2 Bab 2 Pertemuan Pertama3 Bab 3 Masih Membekas4 Bab 4 Kakak Cantik5 Bab 5 Pertemuan Kedua6 Bab 6 Terpesona7 Bab 7 Hanya Mimpi8 Bab 8 Pertemuan Ketiga9 Bab 9 Neneknya Aarav10 Bab 10 Cerita Masa Lalu11 Bab 11 Kagum12 Bab 12 Pingsan 13 Bab 13 Andai14 Bab 14 Om Beno15 Bab 15 First Kiss16 Bab 16 Bertemu Mantan17 Bab 17 Ibu18 Bab 18 Kecewa 19 Bab 19 Mencarinya20 Bab 20 Kediaman Pak Teja21 Bab 21 Kesalahpahaman22 Bab 22 Kesal Aleena23 Bab 23 Berusaha Melupakan