Pengendali Sistem Terkuat

Pengendali Sistem Terkuat

Rendi OP

5.0
Komentar
31.8K
Penayangan
186
Bab

Seorang remaja yang memiliki kekuatan terpendam kerap di hina oleh teman-teman sebayanya. Itu terjadi ketika remaja itu diketahui tidaklah memiliki kekuatan di dalam dirinya. Pada jaman ini, semua orang memiliki kekuatan khusus. Dan kekuatan khusus itu akan bangkit ketika usia seseorang telah berumur tujuh tahun. Namun, ada seorang remaja yang usianya sudah lima belas tahun belum juga berhasil membangkitkan kekuatan yang ada di dalam tubuhnya. Bahkan, semua orang mengatakan kalau ia adalah orang cacat yang tidak bisa apa-apa. Remaja itu bernama Martis. Martis lahir dari keluarga sederhana. Kedua orang tua Martis tidak pernah menyesal telah melahirkan anak seperti Martis. Justru kedua orang tuanya sangat memanjakan dan menyayangi Martis. Setiap Martis di hina oleh anak-anak lainnya, maka kedua orang tua Martis akan sangat marah. Namun, Martis sangat yakin kalau sebenarnya dirinya bukanlah orang yang lemah!

Pengendali Sistem Terkuat Bab 1 Sistem

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Martis kembali dipukuli oleh lima orang ketika Martis pulang dari berbelanja.

"Hey, Anak cacat! Jangan lewat sini lagi! Kalau besok-besok kau masih lewat sini, kami akan menghajarmu lagi seperti ini! Hahaha...!"

Markus berkacak pinggang dan sambil tertawa bersama teman-temannya.

Sejak kecil, Markus memang sering kali menghina bahkan sampai memukuli Martis sama seperti ini. Padahal, Martis tidak pernah sedikitpun mengusik anak-anak itu.

Sampai sekarang, ketika usia mereka sudah tujuh belas tahun pun Martis masih kerap menjadi sasaran Markus dan teman-temannya melakukan kejahilan mereka.

"Aku tidak cacat! Aku yang paling kuat!" teriak Martis.

"Apa? Paling kuat? Hahahaha...! Kau bermimpi di siang bolong lagi ternyata! Hahaha...!"

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Markus menendangi tubuh Martis. Martis hanya bisa meringkuk melindungi bagian kepalanya menggunakan kedua tangannya.

"Tunggu saja, aku akan membuktikan pada kalian semua! Aku tidak lah cacat! Aku sangat kuat...!" teriak Martis lagi.

Setiap kali di pukuli seperti ini, Martis juga selalu mengatakan hal seperti itu.

Martis mengatakan kalau dirinya adalah yang terkuat karena di setiap malam ketika ia terlelap di tidurnya, Martis sering kali mendapati sebuah mimpi. Dan di dalam mimpi itu Martis bertemu dengan seseorang yang mengatakan bahwa Martis adalah yang terkuat!

"Hahahaha...! Anjing jalanan lemah sepertimu mengaku sebagai orang terkuat? Hahaha...! Bagaimana bisa? Kekuatanmu saja sampai sekarang tidak bisa bangkit. Cih! Caramu membual kurang cerdas, Martis!"

Bugh!

Bugh!

Tiga puluh menit kemudian barulah Markus bersama teman-temannya pergi meninggalkan Martis yang sudah terlihat penampilannya sangat kacau.

Bajunya sudah kotor dengan tanah. Barang-barang belanjaannya berantakan semuanya. Semua berserakan di mana-mana.

"Kenapa? Kenapa aku seperti ini? Kenapa aku lahir di dunia ini? Kenapa aku berbeda dari mereka?" gumam Martis.

Martis tak mampu membendung air matanya. Ia menangis di sana seorang diri sambil meringkuk menahan sakit di sekujur tubuhnya.

"Bangunlah!"

Tapi tiba-tiba Martis mendengar suara seseorang.

"Si-siapa?" tanya Martis. Namun tidak ada jawaban.

Ketika Martis duduk, hujan langsung mengguyur tanah. Hujan itu cukup deras.

"Martis, kau adalah yang terkuat! Kau orang terpilih!"

Ada suara lagi di sana. Martis menengok ke kanan dan ke kiri mencari sumber suara itu. Namun yang Martis lihat hanyalah air hujan yang turun dari langit.

"Tidak, aku adalah orang cacat! Pergi kau! Pergi! Argh...!"

Martis berteriak sambil memegangi kepalanya.

Jelegar...!

Ada suara petir menyambar.

"Kekuatanmu akan bangkit, Martis. Percayalah, kau adalah yang terkuat! Kau yang terpilih!"

Tring...!

Nging...!

Martis mendengar suara dengungan di telinganya.

"Argh...!" teriak Martis.

Suara dengungan itu berlangsung selama sepuluh detik. Namun rasanya gendang telinga Martis terasa seperti pecah!

Martis berguling-guling di tanah. Padahal saat ini cuacanya sedang turun hujan yang sangat deras. Hujan bukannya berhenti, tetapi malah semakin deras.

Setelah itu ada suara lagi yang terdengar oleh Martis.

"Sistem diaktifkan! Silahkan terima hadiah pertama dari Sistem!"

Tring...!

"Hadiah terkirim. Peringatan! Cuaca sedang turun hujan. Sistem akan mengaktifkan perisai pelindung tubuh untuk menghindari demam pada tubuh orang yang terpilih!"

Tring...!

"Sistem mendeteksi luka pada tubuh orang terpilih. Sistem akan mengaktifkan pemulihan tubuh!"

Tring...!

Martis terkejut! Ia merasa kalau semua ini adalah mimpi.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Martis.

Kemudian Martis melihat ada sebuah kotak di hadapannya.

"Apa ini?"

Itu adalah hadiah pertama dari sistem.

"Jam tangan? Tapi dari mana?"

Martis mengambil jam tangan itu.

Tring...!

"Hadiah pertama diterima oleh orang terpilih! Selamat! Anda mendapatkan jam tangan spesial dari sistem!"

"Sistem? Apa ini?"

Martis mengamati dan berpikir ulang apa yang terjadi. Martis juga melihat luka-luka yang ada di tubuhnya menghilang seluruhnya.

Tring...!

"Silahkan masukkan username orang terpilih."

Martis terkejut karena ia melihat ada tampilan seperti proyektor di hadapannya.

"Apa ini? Dan suara itu...? Ah..., coba saja!" gumam Martis. Ia pun mencoba memasukkan namanya.

"Nama, Martis. Usia, tujuh belas tahun. Jenis kelamin, pria."

Tring...!

"Data orang terpilih diterima. Selamat! Anda sudah bisa menggunakan semua fasilitas yang ada pada sistem!"

"Sistem? Apa itu sistem? Apakah ini tanda kalau kekuatan seseorang telah bangkit?" gumam Martis.

Martis berjalan menepi untuk berteduh di sebuah gubuk yang ada di pinggir jalan.

Martis masih mengamati tulisan yang ada di depannya. Martis tadi mencoba mengikuti arahan dan membaca panduan bagaimana caranya menggunakan sistem.

"Status!" ucap Martis.

Kemudian muncul informasi. Itu adalah cara melihat status pengguna sistem.

"Jadi begitu. Apakah begini rasanya ketika kekuatan kita bangkit? Aku akan bertanya pada Ayah dan Ibu. Kalau ini benar, berarti aku bukanlah anak cacat! Yes! Aku juga bisa membangkitkan kekuatanku!" gumam Martis. Martis merasa sangat senang dengan adanya sistem yang ia dapatkan itu.

Kemudian Martis berjalan di derasnya hujan menuju rumahnya.

Martis berlari, tentu saja karena perasaannya sangatlah bahagia.

Beberapa menit kemudian Martis langsung membuka pintu rumahnya.

"Ayah, Ibu...!" teriak Martis.

"Ma-martis...? Apa yang terjadi? Kenapa kau basah kuyup seperti ini?" tanya ibu Martis yang tak lain adalah Marta. Marta langsung mengambilkan handuk untuk mengeringkan tubuh Martis.

"Martis, kenapa kau malah hujan-hujanan begini? Dan lagi, mana barang belanjaan yang aku suruh tadi?" tanya Marten. Marten adalah ayah Martis. Tadi Marten lah yang menyuruh Martis berbelanja ke pasar membeli bahan makanan untuk dagangannya esok hari.

"Ayah! Coba lihat ini! Status!" ucap Martis.

Lalu muncul di hadapan Martis sebuah sistem.

Sayangnya, sistem itu hanya Martis sajalah yang dapat melihatnya.

"Lihat apa Martis? Ada apa denganmu? Apa kau demam?" tanya Marten bingung.

"Ini, lihat yang ada di depanku! Kekuatanku sudah bangkit Ayah!" jawab Martis.

"Eh...? Aku tidak melihat apa-apa. Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, Nak," jawab Marten.

"Ayah, bukankah kalau kekuatan kita bangkit maka akan ada sistem seperti ini?" tanya Martis.

"Sistem? Sistem apa maksudmu?" jawab Marten heran.

"Apakah Ayah tidak bisa melihat ini?" tanya Martis.

"Tidak. Tidak ada yang aku lihat. Aku justru bingung dengan apa yang kau katakan, Nak," jawab Marten.

"Tapi Ayah..., bukankah ayah memiliki sistem seperti ini juga ketika kekuatan Ayah bangkit?"

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Rendi OP

Selebihnya

Buku serupa

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Pengendali Sistem Terkuat Pengendali Sistem Terkuat Rendi OP Fantasi
“Seorang remaja yang memiliki kekuatan terpendam kerap di hina oleh teman-teman sebayanya. Itu terjadi ketika remaja itu diketahui tidaklah memiliki kekuatan di dalam dirinya. Pada jaman ini, semua orang memiliki kekuatan khusus. Dan kekuatan khusus itu akan bangkit ketika usia seseorang telah berumur tujuh tahun. Namun, ada seorang remaja yang usianya sudah lima belas tahun belum juga berhasil membangkitkan kekuatan yang ada di dalam tubuhnya. Bahkan, semua orang mengatakan kalau ia adalah orang cacat yang tidak bisa apa-apa. Remaja itu bernama Martis. Martis lahir dari keluarga sederhana. Kedua orang tua Martis tidak pernah menyesal telah melahirkan anak seperti Martis. Justru kedua orang tuanya sangat memanjakan dan menyayangi Martis. Setiap Martis di hina oleh anak-anak lainnya, maka kedua orang tua Martis akan sangat marah. Namun, Martis sangat yakin kalau sebenarnya dirinya bukanlah orang yang lemah!”
1

Bab 1 Sistem

11/05/2023

2

Bab 2 Tugas pertama

11/05/2023

3

Bab 3 Uang

11/05/2023

4

Bab 4 Percaya diri

11/05/2023

5

Bab 5 05. Babak belur

11/05/2023

6

Bab 6 Bertemu Mia

11/05/2023

7

Bab 7 Tugas Dadakan Lagi

11/05/2023

8

Bab 8 08. Dikepung

11/05/2023

9

Bab 9 09. Dipermalukan

11/05/2023

10

Bab 10 10. Diganggu lagi

11/05/2023

11

Bab 11 11. Melawan Kelitih

11/05/2023

12

Bab 12 12. Belum jera

11/05/2023

13

Bab 13 Tugas dadakan lagi

11/05/2023

14

Bab 14 Dikepung

11/05/2023

15

Bab 15 Kekuatan iblis

11/05/2023

16

Bab 16 Serangan bertubi-tubi

11/05/2023

17

Bab 17 Bekerja sama

11/05/2023

18

Bab 18 Martanto

11/05/2023

19

Bab 19 Cerita masa lalu

11/05/2023

20

Bab 20 Tugas rahasia

11/05/2023

21

Bab 21 Ancaman

11/05/2023

22

Bab 22 Pengintai

11/05/2023

23

Bab 23 Menyelidiki

11/05/2023

24

Bab 24 Berandalan

11/05/2023

25

Bab 25 Selalu di rendahkan

12/05/2023

26

Bab 26 Melawan pengintai

12/05/2023

27

Bab 27 Seksi

12/05/2023

28

Bab 28 Mulai bergerak

12/05/2023

29

Bab 29 Martis Vs Marco

12/05/2023

30

Bab 30 Lawan Tambahan

13/05/2023

31

Bab 31 Mimpi

13/05/2023

32

Bab 32 Dimensi lain

13/05/2023

33

Bab 33 Mia beraksi

13/05/2023

34

Bab 34 Aura kuat

13/05/2023

35

Bab 35 Sistem berbicara

14/05/2023

36

Bab 36 Masalah

14/05/2023

37

Bab 37 Senjata api

14/05/2023

38

Bab 38 Letusan

14/05/2023

39

Bab 39 Di distrik enam

14/05/2023

40

Bab 40 Tugas tambahan

15/05/2023