Moh Bisriustofa
4 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Moh Bisriustofa
Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku
Romantis Alesha Devandra baru satu minggu bekerja di rumah megah keluarga Arsanta. Gadis polos dengan kecantikan alami itu tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah selamanya dalam satu malam yang kelam.
Malam itu, Reiner Arsanta, putra tunggal keluarga kaya raya tersebut, pulang dalam keadaan mabuk setelah dikhianati kekasihnya yang tiba-tiba menikah dengan sahabatnya sendiri. Dalam keadaan kacau, emosi, dan kehilangan kendali, Reiner melampiaskan rasa frustrasinya pada Alesha-gadis lugu yang kebetulan berada di tempat yang salah pada waktu yang salah.
Trauma berat membuat Alesha memilih melarikan diri ke rumah kakek-neneknya di desa, berharap bisa melupakan tragedi itu. Namun, beberapa bulan kemudian, kenyataan yang lebih pahit menghantamnya-dia mengandung.
Dihadapkan pada pilihan sulit, Alesha harus memutuskan: apakah dia akan menuntut pertanggungjawaban Reiner, pria yang bahkan mungkin tak mengingat kejadian malam itu, ataukah dia akan membesarkan anaknya sendirian dengan segala konsekuensi dan cibiran dari orang-orang di sekitarnya?
Namun, apa yang terjadi saat Reiner akhirnya mengetahui kebenaran? Apakah dia akan menyangkal, atau justru berbalik menuntut hak atas anak yang tak pernah ia duga keberadaannya? Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.