Moh Bisriustofa
4 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Moh Bisriustofa
Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku
Romantis Alesha Devandra baru satu minggu bekerja di rumah megah keluarga Arsanta. Gadis polos dengan kecantikan alami itu tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah selamanya dalam satu malam yang kelam.
Malam itu, Reiner Arsanta, putra tunggal keluarga kaya raya tersebut, pulang dalam keadaan mabuk setelah dikhianati kekasihnya yang tiba-tiba menikah dengan sahabatnya sendiri. Dalam keadaan kacau, emosi, dan kehilangan kendali, Reiner melampiaskan rasa frustrasinya pada Alesha-gadis lugu yang kebetulan berada di tempat yang salah pada waktu yang salah.
Trauma berat membuat Alesha memilih melarikan diri ke rumah kakek-neneknya di desa, berharap bisa melupakan tragedi itu. Namun, beberapa bulan kemudian, kenyataan yang lebih pahit menghantamnya-dia mengandung.
Dihadapkan pada pilihan sulit, Alesha harus memutuskan: apakah dia akan menuntut pertanggungjawaban Reiner, pria yang bahkan mungkin tak mengingat kejadian malam itu, ataukah dia akan membesarkan anaknya sendirian dengan segala konsekuensi dan cibiran dari orang-orang di sekitarnya?
Namun, apa yang terjadi saat Reiner akhirnya mengetahui kebenaran? Apakah dia akan menyangkal, atau justru berbalik menuntut hak atas anak yang tak pernah ia duga keberadaannya? Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"