icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

WINGLESS ANGEL

Bab 6 DIA MILIK AKMAL

Jumlah Kata:2362    |    Dirilis Pada: 14/10/2022

un

ak tadi ia panggil. Bunda terlihat sedang berbicara dengan seseorang melalui telepon. Melihat

an mau bic

t, Sayang? Tumben pagi-pa

matanya penuh permohonan. "Bun

sambar Jefri yang terli

ya, dia masih menuntut

ama kamu?" Bund

a seperti ini sama Helsa. Apa yang Bun

jur?" tanya Bunda

n yang dikandung istr

a?" tanya Adryan

ggung nama perempuan itu selama ini. Kita semua bahkan nggak nyangk

im Helsa adalah anak Adry

ya, sampai Bunda t

apa yang Bunda bicarakan? He

yan dan Helsa," sela Jefri diten

kampus, Jef. Nggak usah i

n nggak pernah memaksa siapapun untuk menerima Helsa di keh

inggalkan bekas kekesalannya di rumah ini. Tidak peduli den

marah. Ayolah, dukung kebahagiaan mereka." Jefry menatap kasiha

kan cari tahu yang sebenarnya, Bunda yakin a

*

strategis di tengah kota. Pengunjungnya juga didominasi oleh anak

g asyik bercengkrama di sudut café tersebut, mereka

dan anak yang saling melemparkan cerita lucu. Sudah ham

u Adryan nggak lanjutin sekolahnya keluar nege

ekali. Benar kata Bunda, mungkin mereka bahkan bisa selamanya bersama. Walaupun Uni

mang kitanya nggak

rharapnya sama ka

nikah, menantunya

tuju pada menantunya. Dia begitu kesal dengan s

ritakan sama kamu," ka

rus mencuri pandang ke arah mereka, mendengar setiap pe

istri Adryan,

, Bunda merasakan ada sesuatu yan

anggal, apa Bun

lum pernikahan te

NGG

dari meja Bunda dan Uni, refleks menjatuhkan cangkir kopi di s

rugi cangkirnya," ucapnya pa

ya. Wajah anak cowok berseragam putih abu itu tidak asing diingatan

ia

l anak itu?

nda masih mencoba mengingat kembali tentang laki-laki itu,

an menghamili istrinya se

*

a. Jarinya terus mencari-cari menu makanan ya

ita itu pada janin dalam rahimnya, jemarin

nta izin untuk menginap disana selama dua m

nget kayaknya. Tapi, 'kan nggak dibolehin terus

n makanan yang pedas. Padahal

rumah. Helsa yang memang duduk memunggungi gerbang langsung terk

lirih

*

ia. Gue bahkan pengen pun

langsung lo te

biar

sud

gu Akmal dan

Kalian

? Brengsek lo! Kalau gitu lepasin, biar g

r-benar bajingan Akmal," t

ngatannya. Arjun memukul stir mobil berulang kali, d

tu darah dagingnya Akmal. Terus yang

!" deca

sa mendapat alamat Helsa yang sekarang. Arjun tahu persis wanita paruh baya itu adalah ibu m

Café adalah Arjuna. Saha

e harus tahu yang sebenarnya,"

mobil di depan gerbang rumah Helsa, Arjun kemudian turun dari sana. Biasanya ada se

gerbang. Dari jauh, Arjun sudah dapat mengetahui bahwa itu adalah Helsa. Pemuda itu segera

enaknya mak

a makan apa

yaknya. Tapi, 'kan nggak dibolehin terus sama papi," uj

r sedang m

n, Arjun kemudian tersenyum dan berpeg

ya boleh,"

lsa. Ia menoleh ke belak

un

jun duduk tepat disamping Helsa. Tatapan cowok tersebut

mal, ya? Dia selalu n

e udah nikah, Jun. Lo dan A

lik Akmal,"

rlambat, tapi ini tidak adil untuk Akmal. Walaupun Akmal brengsek, tetap saja bayi

inginkan. Lo tega pisahin mereka? Dan kenapa

alah karena pernah mengh

a. "Apa perlu gue ce

untuk sesuatu yang dia mau. Apalagi kalau dia sampai tahu gue

o tinggalin dia selain karena d

gue yang rawat anak ini

dokter Adryan?

o. Gue tahu itu, gue kenal siapa Akmal. Dia secinta itu sama lo,

ng benar soal perasaan Akmal. Dia begitu mencintai He

api kenapa lo nggak ngasih dia kesempatan? Gue nggak tah

Akmal kehilangan lo. Akmal kehilangan separuh hidupnya, Sa. Ak

merasakan apa yang saat ini Akmal dan juga Helsa rasakan. Sulit sekali ten

n. Tapi gue udah jadi milik orang lain, gue mil

emuanya, gue berharap Akmal bisa men

dia harus terus melanjutkan sekolahnya. Semangatin dia, jangan

al rawat darah dagingnya

angan egois. Aku nggak mau nasib anak aku sama seperti Papanya,

aki yang tumbuh dengan keras

hidup bahagia bersama Helsa, walaupun hubungan mereka ditentang oleh Renata. Akmal ingin memiliki

sa tidak menepati janjinya. Helsa pergi tanpa m

*

itu tergeletak diatas meja belajar. Sudah saatnya Hels

uduk ternyaman disana. Jemarinya mulai bergerak diatas kertas itu dengan tinta

r Ak

ngkin dia sudah cukup paham

sa sudah memasuki bulan ke enam. Tapi, d

ersendiri di dalam hati Helsa. Maaf untuk tiga tahun kemarin. Helsa jahat, Hels

ng terbaik untuk kita. Dari awal kita memang sakit. Helsa janji akan memberikan se

a pilihan Akmal Helsa masih tetap seperti yang Akmal kenal, perempu

i hal ini, Akmal bisa menanggapinya sikap dewasa. Ini perut He

elsa Se

sebuah kotak berwarna biru langit dari laci meja, mengambil foto hasil USG kehamilannya. Bersamaa

u bahwa dia masih memiliki tempat di hati Helsa. Karena se

tersebut. Ada seulas senyu

imana aku mengenal kamu," ucap He

kotak tersebut. Helsa aka

elihat perempuan hamil itu membawa kotak membuat wanita tersebut ter

Helsa cuma mau masukin k

suami kamu sebentar lagi datang dan menjemput kamu pula

peringat Helsa sebelum akhirn

*

kabarnya hari ini?" ucap Adryan k

ndera penciumannya. Adryan menghampiri Helsa yang sedang du

irih Adryan, menc

sa sedikit ngambek karena Adryan hanya m

nya Adryan. Lagi-lagi, pria yang masih lengka

wab Helsa. Tangannya bergelay

lebih bahagia. Ibu hamil tersebut ingin lebih d

ryan, kebingungan denga

memeluk Adrya

perasaan Helsa. Helsa milik Mas Adryan. Helsa sudah

kuan istrinya. "Helsa sadar. He

kepalsuan disana. Namun, Adryan tidak menemukan itu. Helsa berbicara secara jujur dan sada

membalas p

gan perasaan yang luar biasa bahagia. Lelah dengan pekerjaan dengan tugas kuliahnya akan

manya melupakan sangat muestahil. Mulai hari ini, Helsa mau

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
WINGLESS ANGEL
WINGLESS ANGEL
“Meninggalkan Akmal adalah keputusan final yang dipilih Helsa. Namun kepergiannya tidak sendiri, Helsa membawa sebagian dari laki-laki itu. Adryan Van Brawijaya. Seorang dokter residen di Mawar Medika yang sedang mengambil spesialis Hematologi dan Onkolagi di salah satu universitas ternama di Jakarta. Pernikahan dadakan yang dilaksanakan bersama Helsa tidak membawa perasaan curiga oleh keluarganya. Sampai pada suatu hari, sebuah rahasia besar terkuak dalam pernikahan mereka. Helsa tengah mengandung anak dari mantan kekasihnya. Pernikahan yang seharusnya diawali dengan kebahagiaan berubah penuh air mata. Helsa diderah perasaan bersalah dan juga kebencian dari Ibu mertuanya.”