an si
yang sama sekali tidak mengingat siapa dia. Wajah kebingungan p
sa tahu mas suka banget jailin
yang menanganinya tidak terkejut dengan kejadian ini, kare
kenal kamu,"
apa kalian." Suaranya lantang, sorot mata
luka-luka kecil. Adryan meringis kesakitan, wajah
itu semakin meradang, dia mene
kasar sama Hel
ngat bunda, kan
bunda pada dua laki-laki yang
rjadi pada anak s
ri amplop putih rumah sakit, lalu menunjukk
aan terjadi, kepalanya terkena benturan benda keras yang
inya rumah sakit bisa memberi
terjadi mudah disembuhkan. Ingatannya bisa cepat pulih kala
etidaknya masih ada harapan unt
terus menatap Adryan. Kasihan sekal
, pasien harus lebih banya
n membeo ucapa
menikah,"
sa lupain. Kalian sudah terikat," ucap Jefry frontal. Dia kesal dengan
ara apa. Biarkan saya is
pa mas Jeff,
ntuk Adryan. Pria itu memang tidak mengingat siapapun, tapi Hel
duli dengan kehadiran keluarganya. Kepalanya
ri kamar tersebut, disusul ayah dan b
elsa akan pulang sebentar lagi. Dia masih ing
ingatannya balik," ucap Jefry yang me
*
i saya tinggalnya di
sih tetap rawat jalan. Di kamar rawat ini sudah
ada Helsa dan Jefry, l
apartemen sama H
utuh bunda. Helsa mana bisa merawat orang
bisa bun,"
ang kemana?" tanya Ad
mu pulang?!" Ayah menatap intens
itu," tunjuknya pada Helsa
ahwa suami amnesianya itu mau pulang ke apartemen. Dia menganggu
ar ayah bawak
an sebelum diambil alih ayahnya. "Biar Jeff aja,
yang lalu, semuanya ditanggung rumah sakit Mawar Medik
Adryan dan Helsa. Sejak tadi Adryan terus memperhatikan
rumah sakit. Tidak ada yang membuka
l ayah dan Jefry. Adryan dan He
antarkan Helsa dan Adryan ke apartemen." Peri
Kalau kamu nggak bisa, panggil bun
nangkap basah adiknya yang terus melihat Helsa.
ikan kamu dari awal saya sad
nya. Biasanya juga dia yang p
erangkat," kata ay
an Helsa duduk di samping kursi kemudi. Tadinya Helsa ingin
kesayangan gue. Dia istri lo, " tanda Jefry yang mewanti
Adryan balik bert
awijaya. Kakak lo yang paling ga
kakak seperti laki-laki itu. Helsa hanya terseny
painya disana, Jefry menurunkan mereka di lobby apartemen
m-macam pukul saja kep
makasih mas Jefry
ya. Adryan gue
n Jefry. Bodo amat dengan laki-laki c
mpanya membuat staff disini merasa ibah. Dokter Adryan itu sosok pria tampan dan
*
," ucap Helsa
n dari sang empunya, matanya mengedar ke seluruh penjuru ruangan besa
urnya dimana?"
nya sama Helsa
ya nggaķ mau terjadi sesuatu antara kita.
berharap akan sekamar dengan suaminya, namun belum seles
asalah kan?"
sa nggak ap
ka berdua? Astaga, apa perlu readers yang
ar atas, Adryan menarik tuas pintu d
nya ke kamar, niatnya mau m
n?" tanya Ad
n kamar," j
uaranya terdengar biasa saja, tapi
ahat aja,
nggak usah. Kamu budek?" pot
t saya mara
i cairan bening yang siap meluruh. Tapi, Helsa tidak
n keras untuk tidak bersuara. Helsa memilih untuk masuk ke kamarnya. Ber
/0/8794/coverbig.jpg?v=356ec5c24bfe2a83a3cd638460103b05&imageMogr2/format/webp)