ak luntur sejak mendapat telepon dari Bunda. Dengan gaun berwarna merah marun ber
sa sambil melihat arlogi pada
sa. Wanita paruh baya itu mengajak menant
eritahu pada Adryan, karena Bunda
ng
gar. Bunda mengirim pesan bahwa dia sudah berada di lo
" sapa
Helsa mencium punggung tanga
berang
agi itu, karena kata Bunda, arisa
Fokusnya pada jalanan, kare
t, Bu
, tepat di sebuah restoran Nusantara itu arisan dilaksanakan. Helsa banyak tersenyu
an-teman arisan Bunda, menikmati makanan kh
likan Bunda minu
ri mobil, dan segera pergi ke minim
sore, mereka akan
*
etahui sedari tadi mengganggunya. Wanita setengah
selama
lam, dengan
iri. Maaf ini
beritahu bahwa putri anda yang bernama Helsa S
*
nya terlihat sembab. Seorang polisi memandangnya penuh iba. Bagaimana bisa wanita ham
, ia sama sekali
emberitahu bahwa ia sudah keluar
a kasi
elsa masuk ke minimarket, kemudian pergi begitu saja. Helsa menunggu lama disana, sampai dua jam ber
i ini. Mungkin ini tujuan utama Bunda mengajaknya k
yan
a. Dia sangat khawatir pada anaknya. Saat mendapati
sampai di Cimahi, Sayan
umah Mama. Helsa capek," adu
tapi sebelumnya kamu haru
kepolisian yang sudah membantu Helsa. Renata pun mendengar ka
Mereka disupiri Pak Anis⸺supir pribadi almarhum Papa Helsa. Renata memandang Helsa ya
Tepat pukul Sembilan malam, ia pulang ke apartemen dan tida
Helsa dengan mobil, didahului dengan jalanan sekitaran apartemen.
Renata tidak menjawab panggilannya. Mengubungi t
ng
san itu. Jantungnya berdebar kencang saat mendapati pesan dari Ib
an segera memutar balik arah mobil u
*
itu merapihkan ranjang agar anaknya bisa beristirahat dengan nyaman. Renata tidak ingin bertanya
berapa hari di rumah?" Terlihat
tu terserah kamu," sahut Renata, kemudian menghampiri
get. Udah mau panjan
nikah?" tanya Helsa, memandang wajah Ma
kekosongan itu dengan melanjutkan semua yang Papa kerjakan. H
k sama Helsa,"
ayang sama Helsa,
emuanya dari suami k
g .
ng
pintu utama terdengar. Renata melihat jam pada arlojinya, suda
Adryan. Tolong dibukai
a,
Padahal saat masih di mobil sudah Helsa k
am
icara pada suami kamu," tangkas Re
da kening anaknya, lalu beranjak
tau mungkin Helsa yang akan menemuinya. Pria itu masih mengenakan k
nata yang keluar dar
mencium punggung tangan Renata
salam," ba
sofa tunggal yang berseberangan dengan Adryan. Cukup lama merek
u saja tiba di rumah satu j
mu di Polsek Cimahi. Mama juga nggak tahu siapa y
matanya mendelik
k Cimahi seperti orang linglung," kata Renata lagi. Matanya berkaca-kaca
mu, Helsa bisa bahagia. Mama kecewa Adryan, Mama
ngar perkataan Ibu mertuanya bahwa Helsa berada di Cimahi s
g jauh semua itu setelah Helsa masih bisa mengata
hirnya, "ini semua diluar kendali Adrya
luru. "Kasih Adrya
hampiri menantunya dan menyentuh punda
*
nyum yang bercampur dengan kekhawatiran. Wanita hamil itu membuat semua seolah t
Helsa saat berada da
ncium surai hitam itu. Hujan kecu
cemas karena Helsa
apannya begitu sendu saat mengingat pe
lakukan sama kamu. Hubungan ini Mas dan kamu yang menjalaninya.
emeluk Adryan. Menangis dipelukan suaminya. Usaha un
ni. Kehamilan Helsa nggak seharusnya Mas Adryan
a hanya mau Mas Adryan mendapatka
hagia. Sama seperti Bunda, walaupun cara itu salah
gganggu keputusan dari hati Mas, sekali pu
pilihannya. Hati dan jiwanya sepenuhnya untuk Helsa. Segala kons
alah pusat d
/0/8794/coverbig.jpg?v=356ec5c24bfe2a83a3cd638460103b05&imageMogr2/format/webp)