icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Impian untuk Rian

Bab 3 Halaman tiga

Jumlah Kata:1154    |    Dirilis Pada: 31/07/2022

ndu. Laki-laki berhoodie hitam itu merindukan pelukan hangat An

an pun tidak, Anara seolah hilang. Rian rindu, sangat rindu p

a, Anara berada di ujung koridor, berlari k

ejak Anara menyuruhnya. Tak lupa senyuman manis, semanis janji ayang pun

kelas?" Anara h

anti aku anterin kamu ke kelas kamu," entah si

a membawa Anara menuju kelasn

gi-pagi. Padahal bukan musim hujan," Rian memak

buatkan tadi. Ia meminta di buatkan dua, secara terang-terangan ia bil

kas

banyaknya siswa-siswi, padahal ini masih terbilang sangat

reka semua melihat Rian membawa gandengan, Janu saja yang sudah mengenal Rian sejak menjadi e

ahnya ada Janu yang sedang bermain game dengan musik yang samar terdengar

ekolah nanti," Anara terheran. Bagaima

lima ratus kilometer dari gue," nada dinginny

O

ada lokernya. Anara memerhatikan sekitar, lalu tertarik

laki itu memba

kak Ria

ik laki-laki itu. Anara sempat menduga bahwa Rian mungkin seperti badboy

aktu lama, bagai menyalin jawaban teman sebangku, hanya waktu 10

n lupa di kumpulin y

menjadi dolphin penurut. Perempuan yang tadi berdebat terna

anget, baru j

uga jawaban

satu buku mereka. "Ini seharusnya di isi sama variabel X bukan variabel Y. Titik

in gue? Lo cuma ade k

cuma ma

o! Lo cuma mau nyari

ungil Anara hingga sedikit terguncan

uan yang sudah mendorong Anara. Gengaman tangan itu membiru,

paskannya, merangkul bahu Anara

a ga gay" gunam Jan

*

h si Ra?" Ucap Arsya dan di benarkan oleh E

ra g

sya hanya geleng-

t sama kak Rian," ta

keduanya memutar b

enanggapi, ia membuka tasnya dan meminum

bu bahasa. Ia terkejut karna tau Rian sekasar

eks lagi kita kekantin bareng nanti, kalau belum kita temenin dia

fokus pada materi yang sedang di berikan oleh guru. Walaupun ia

Anara tiba-tiba bungkam. Tentu i

di pertemuan selanjutnya baru aka

ik

al, Anara mengangkat tangannya. "

murid menatap A

ejut saat melihat hasilnya. "Benar semua. B

mempersilahkan Anara duduk kembali. Anak itu langsung

er

*

e kantin. Begitu pun dengan Ersya dan Arsya, mereka bila

gadis yang sedang fokus membaca novel deng

ari telinga Anara, menatap gadis yang

r sama cewe tadi?" Uc

a ngomong kasar

pintar, ga seharusnya A

watir kalau mereka ga bisa nyelesaiin tugasnya

orang kaya mereka ga suka sama kamu, mereka iri sama kamu. Jangan kaya gitu lagi, kalau ada apa-apa bilang," baru

perempuan yang akan jadi istrinya kak Rian pun cewe. Kak Rian mau kal

aya gitu lagi ok?" Rian mengangguk. Sudah ia pastikan bahwa hatiny

olah nanti

um punya waktu lu

u wee

kabarin kalau

aku biar bisa ngabarin," Yaal

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Impian untuk Rian
Impian untuk Rian
“❝Kak Rian?❞ gadis bermanik hitam pekat itu menatap Rian dengan penuh tanda tanya. wajah cantik nan memikatnya menunggu jawaban dari Rian, ia yang masih memikirkan jawaban yang tepat untuk gadisnya. *•••••℘℘℘••••* ❝Hai kak Rian!❞ dengan penuh riang gembira gadisnya memanggil namanya. selalu ia menyapa Rian dengan senyuman yang lebar juga mata yang berbinar. *•••••℘℘℘••••* ❝Kak Rian punya impian?❞ ❝Astaga kak Rian!❞ ❝Kak Rian! Aku sayang kak Rian!!❞ ❝Kak Rian sumber kebahagian terbesarnya Anara❞ Rian terlalu menggantungkan hidupnya pada Anara. Bagaimana jika Anara tiba-tiba pergi darinya? Akan kah Rian bisa menjalani kehidupanya seperti biasa? Atau akan terus hidup dalam bayang-bayang Anara?”
1 Bab 1 Halaman satu.2 Bab 2 Halaman dua.3 Bab 3 Halaman tiga4 Bab 4 Halaman empat5 Bab 5 Halaman lima6 Bab 6 Halaman enam7 Bab 7 Halaman tujuh8 Bab 8 Halaman delapan9 Bab 9 Halaman sembilan10 Bab 10 Halaman sepuluh11 Bab 11 Halaman sebelas12 Bab 12 Halaman dua belas13 Bab 13 Halaman tiga belas14 Bab 14 Halaman empat belas15 Bab 15 Halaman lima belas16 Bab 16 Halaman enam belas17 Bab 17 Halaman tujuh belas18 Bab 18 Halaman Delapan belas19 Bab 19 Halaman sembilan belas20 Bab 20 Halaman dua puluh21 Bab 21 Dua puluh satu