icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Impian untuk Rian

Bab 9 Halaman sembilan

Jumlah Kata:1250    |    Dirilis Pada: 10/12/2022

au teman-temannya tau. Seperti saat pulang sekolah menjelang sore ini, ia suda

u sekedar bersama gadis itu di atas motor hitamnya. Anara akan membawa bekal sendiri dan berdiam diri di kelas saa

rsya sengaja melewatkan jam istirahat pertama untuk bertan

e pertama Anara, di tambah Anara baru kelas 10, banyak rumus dan pengetahuan yang belum Anara kuasain," jelasnya sambil mengapit pulpen

geleng singkat. Ersya hanya ngeri sendiri saat membaya

yain lo Ra, katanya lo

juga beberapa hal pribadi lainn

ng baru menyadari keberadaan perban j

s nolongi

kekhawatiran teman-temannya. Ia sangat bersyukur

••℘℘

berakhir di sebuah panti asuhan yang tak jauh dari sekolah mereka.

ebabkan kerugian materi yang sangat besar. Bunda sama temen-temen arisannya ngegalang dana, tapi karna sibuk jadi gue yang harus nyerahin," Zi

gunan setengah jadi. Semua bangunan terbakar dan hanya meninggalkan bangunan hangus yang tak bi

amual

pa tadi malam ibu panti itu hingga

apa nak?"

untuk panti asuhan ini," Rian menyerahkan uangnya, "semoga membantu," ibu panti itu

g, menemukan Anara yang sedang bermain dengan anak-anak panti itu sambil tertawa lepas. Berlarian saat an

h 6 bulan ini dia selalu datang berkunjung saat pulang sekolah,"

ngguk, menitah ketiganya duduk di bangku tungg

, ibu panti mulai bercerita. "Nak Anara itu dulu tak sengaja menemukan salah satu anak panti yang terse

dolphin milik gadis itu, ia memberikannya dengan penuh keikhlasan juga senyuman yang bisa kalian saksikan saat ini. Dia gadis yang selalu membuat anak-anak tertawa, juga gadis yang mengajarkan anak-ana

ran itu bagaimana?"

n anak-anak. Kebetulan beberapa orang pengurus sedang berbelanja untuk kebutuhan bulanan, Anara dengan sigap membuang tas sekolahnya dan masuk d

menenangkan anak-anak dan memberikan beberapa kata penyejuk pada anak yang menyebabkan kebakaran itu, beruntung seka

lah tanpa mengenal rasa lelah, ia selalu bermain serta memasakan beberapa makanan untuk anak-anak. Terkadang ibu juga melihat darah yang keluar dari hi

es?" Tan

kimia, dan beberapa mapel lainnya. Dia juga bilang kalau dia ingin menjadi salah satu orang pintar agar bisa mengajar anak-anak yang tak bisa bersekolah, seperti anak-anak panti

ara yang akan membuat otak mereka memaksa keluar dari tempat

kenal

ekolahnya," ibu pa

ih pada perempuan itu," lagi-lagi Rian melihat peran

n Rian pada Bundanya. Riasya yang sangat ia sayan

mungkin gue gaakan s

gaakan kuat.. biar orang lain saja.." ucap

Zion berbarengan. Ibu pa

Umi kata kak Anara dimana Umi nyimpen al-qur'an? Kita mau beran

r Umi, suruh kak S

ik

ahuan gadis itu, mereka melihat Anara ya

alon bini idam

rtama kali gue liat Anara pake hi

asa tepat banget mi

n wajah yang masih di penuhi bulir-bulir air wudhu yang tersisa. Dengan telaten ia mengajarkan b

Apa lagi yang ia cari dari sosok Anara? Kesempu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Impian untuk Rian
Impian untuk Rian
“❝Kak Rian?❞ gadis bermanik hitam pekat itu menatap Rian dengan penuh tanda tanya. wajah cantik nan memikatnya menunggu jawaban dari Rian, ia yang masih memikirkan jawaban yang tepat untuk gadisnya. *•••••℘℘℘••••* ❝Hai kak Rian!❞ dengan penuh riang gembira gadisnya memanggil namanya. selalu ia menyapa Rian dengan senyuman yang lebar juga mata yang berbinar. *•••••℘℘℘••••* ❝Kak Rian punya impian?❞ ❝Astaga kak Rian!❞ ❝Kak Rian! Aku sayang kak Rian!!❞ ❝Kak Rian sumber kebahagian terbesarnya Anara❞ Rian terlalu menggantungkan hidupnya pada Anara. Bagaimana jika Anara tiba-tiba pergi darinya? Akan kah Rian bisa menjalani kehidupanya seperti biasa? Atau akan terus hidup dalam bayang-bayang Anara?”
1 Bab 1 Halaman satu.2 Bab 2 Halaman dua.3 Bab 3 Halaman tiga4 Bab 4 Halaman empat5 Bab 5 Halaman lima6 Bab 6 Halaman enam7 Bab 7 Halaman tujuh8 Bab 8 Halaman delapan9 Bab 9 Halaman sembilan10 Bab 10 Halaman sepuluh11 Bab 11 Halaman sebelas12 Bab 12 Halaman dua belas13 Bab 13 Halaman tiga belas14 Bab 14 Halaman empat belas15 Bab 15 Halaman lima belas16 Bab 16 Halaman enam belas17 Bab 17 Halaman tujuh belas18 Bab 18 Halaman Delapan belas19 Bab 19 Halaman sembilan belas20 Bab 20 Halaman dua puluh21 Bab 21 Dua puluh satu