icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Impian untuk Rian

Bab 8 Halaman delapan

Jumlah Kata:1153    |    Dirilis Pada: 10/12/2022

ng saat menemukan boneka berkepala

un tak kalah terke

di cukup mengundang perhatian penghuni kelas. "

a terbata-bata sambil m

ra karna wajah datarnya yang selalu terpasang. "Gue buang." ia membuang boneka itu p

u menjadi bahan untuk menerka-nerka para murid di kelas Anara, mereka mengira mungkin dari sal

sama kak Rian? Ini kayanya jadi

Aku cuma mau temena

Ra," Anara hanya diam, mengingat-nging

at geram dan akan mengadu pada BK juga Rian, namun Anara melarang dan berkata mungkin hanya iseng. I

muk saat melihat teror'an yang tak hen

pi

engan di ikuti Arsya dan Anara yang memandang panik, pasalnya

Janu, Zion yang melihat gelagat aneh dari a

eror Anara selama ini," Zion dan Janu

sama Abang sekal

ang! Ini udah

an api yang berkobar dalam tubuh Ersya. "Ersya gau

pake bangkai lah, pake boneka buntung lah, ucapan-ucapan kasar

pi

!" Ersya me

engan melapor pada guru BK, lagi pula anak-anak kelas se

*

adiknya dan Janu mengantarkan Arsya juga Anara menuju kelas mereka. Janu juga sengaja datang untuk m

bersihin, kalau lo gamau lapor

h ya ka

sama-

ang di milikinya mampu menarik perhatian banyak orang. Di kelas pun s

nggu mental plus konsentrasi lo, inget Ra lo mau iku

bikin masalah, biar aja mereka kaya gitu sampe cape sendiri," Arsya pun jadi gera

detailnya. Tentang seberapa lama Anara di teror, Ersya yang ngamuk di koridor, hingga J

gue dan kalau udah ketemu cepet-cepet laporin," Rian hanya menanggapin

kang sekolah yang jarang berpenghuni. Di sana terikat seorang gadis berbadan ramping dan berpak

g Rian yang berada di sekitarnya, menu

nya." ucap Rian d

o neror c

a sama lo dari lama R

lo asal lo mau sama gue, bahkan gue siap ngangkang di depan lo biar lo betah dan mau sam

sama lo cuma karna selangkangan lo yang bau terasi

KALAN CIUT SETELAH LO ANCEM? SELAMA LO SAMA DIA MASIH SAMA-SAMA,

nding lo berakhir di tangan temen-temen gue." Rian melenggang pergi di ikuti Janu dan Rio di belakangnya. Janu terlalu malas mengurusi perempuan

pa jijiknya ia kepada manusia bernama Teresa itu, ia jadi harus bertindak

alian bertemu dan memastikan keadaan gadisnya. Perca

h Anara, duduk di gazebo yang berhiaskan gantun

tu kak Rian?" Rian

nuh tanda tanya. wajah cantik nan memikatnya menunggu jawaban dar

buat ga n

a dari sampingnya, "syukur

nap

Rian? Dan kenapa mereka sampe segitu

aku juga kan manusia yang butuh pendamping, tapi mungkin karna selama ini m

gin sasaeng," kekeh Anara. Rian yan

h harus deket

g lain Anara... lagian ada aku y

h ya ka

sama s

••℘℘

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Impian untuk Rian
Impian untuk Rian
“❝Kak Rian?❞ gadis bermanik hitam pekat itu menatap Rian dengan penuh tanda tanya. wajah cantik nan memikatnya menunggu jawaban dari Rian, ia yang masih memikirkan jawaban yang tepat untuk gadisnya. *•••••℘℘℘••••* ❝Hai kak Rian!❞ dengan penuh riang gembira gadisnya memanggil namanya. selalu ia menyapa Rian dengan senyuman yang lebar juga mata yang berbinar. *•••••℘℘℘••••* ❝Kak Rian punya impian?❞ ❝Astaga kak Rian!❞ ❝Kak Rian! Aku sayang kak Rian!!❞ ❝Kak Rian sumber kebahagian terbesarnya Anara❞ Rian terlalu menggantungkan hidupnya pada Anara. Bagaimana jika Anara tiba-tiba pergi darinya? Akan kah Rian bisa menjalani kehidupanya seperti biasa? Atau akan terus hidup dalam bayang-bayang Anara?”
1 Bab 1 Halaman satu.2 Bab 2 Halaman dua.3 Bab 3 Halaman tiga4 Bab 4 Halaman empat5 Bab 5 Halaman lima6 Bab 6 Halaman enam7 Bab 7 Halaman tujuh8 Bab 8 Halaman delapan9 Bab 9 Halaman sembilan10 Bab 10 Halaman sepuluh11 Bab 11 Halaman sebelas12 Bab 12 Halaman dua belas13 Bab 13 Halaman tiga belas14 Bab 14 Halaman empat belas15 Bab 15 Halaman lima belas16 Bab 16 Halaman enam belas17 Bab 17 Halaman tujuh belas18 Bab 18 Halaman Delapan belas19 Bab 19 Halaman sembilan belas20 Bab 20 Halaman dua puluh21 Bab 21 Dua puluh satu