icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Letter I Wrote For You

Bab 10 Chapter 10

Jumlah Kata:1067    |    Dirilis Pada: 19/06/2022

Earlyta, namun dia kemnbali ke apartemen wanita itu pagi harinya demi mem

a yang kebingungan dengan Earlyta yan

ingkan senyuman manisnya. "Hai, aku tidak tahu kamu akan kemari." Dia berujar dengan nada

sofa dengan tatapan yang tidak lepas dari Earlyta. Jujur, dia selalu memuja penampilan Earlyt

er

ya. "Kamu serius? Kamu masih sakit, Earlyta." Arshaka selalu bersikap protektif pada sahabatnya sendiri. Selama ini,

um pada Arshaka dan mengambil tas yang ada di nakas

l sambil memutar bola matanya malas.

haka yang sedikit sensitif pagi ini

ngin memastikan kamu baik-baik saja,

mangkir dari pekerjaanku terus-menerus. Aku harus kerja untuk menghidupi diriku sendiri." Arshaka tahu ka

" Arshaka tiba-tiba saja berucap dengan

ryitkan dahin

ikah, mud

ngan Arshaka dengan tas yang ia bawa. "Jangan aneh-aneh,

dengan nada yang sangat tenang, berbanding terbalik dengan degup jantungnya yang sudah berpacu dengan

tawa ibunya. Lalu, dia mengngelengkan kepalanya. "Dasar," ujarn

aku sanga

*

ari aku apapun yang kamu lakukan." Arshaka begitu cerewet di sepanjang alan mengantarkan Earlyta ke kan

orang pertama yang tah

kan tangannya dan menepuk-nepuk pelan puncak kepala dari Ear

peran seperti suamiku, yang bahkan suamiku se

asa tercubit sedikit. "Memang, bukankah karena itu juga ak

angan bodoh, itu tid

il. Padahal, kalau Earlyta mau, Arshaka bisa membuat hal itu menjadi kenyataan. Tapi sepertinya, Earlyta tetap pada pendi

ria seolah dia berbicara dengan seorang anak kec

tar bola matanya malas namun juga tidak menolak. Dia tahu kalau Arsha

lah,

di Jakarta. Earlyta mengukir kariernya di butik ini samapi akhirnya dia b

baju di butik tersebut. Dua karyawan wanita itu langsung menoleh

Earl

kerjanya. "Maaf aku baru bisa kembali." Earlyta m

ng bertukar kabar, mereka berbincang seben

na tanpa mengatakan apa-apa

i suami

t ketika yang dimaksud adalah Arshaka Januar. Earlyta kangsung menggelengkan kepalan

r, temanku sejak l

ya untuk menjabat tangan dari dua karyawan Earlyta itu. Padah

t tampan dan rupawan. Earlyta yang menyadari hal itu

nda suaminya, karena ...

"Tidak, aku dan dia tidak

rpamitan. "Earlyta, aku pergi dulu, ya." Dia melingkarkan tangannya di pinggang ramping Earl

ukkan kepalanya.

u aku kalau kamu su

pada dua karyawan Earlyt

*

B

ng sempat ia tinggalkan selama ia sakit ketika

Bu Earlyta itu, sungg

sih saja penasaran dengan Arshaka. "Apa kamu tertarik padanya? Kalau iya, biar aku berit

anya heboh. "Tidak, hanya saja saya melihatnya begitu p

, Arshaka seolah tidak ada yang

saja. Apa Ibu ti

dan kebingungan sen

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Letter I Wrote For You
The Letter I Wrote For You
“Arshaka Januar tahu seharusnya dia tidak pernah jatuh cinta pada sahabatnya. Dia yakin kalau sahabatnya, Earlyta Camille tidak pernah memiliki perasaan yang sama dengannya. Jatuh cinta adalah hal yang dilarang di antara mereka. Tapi, melihat sahabatnya sendiri tersiksa dengan hubungan yang dia miliki dengan suaminya, membuat Arshaka menuntut lebih. "Kalau kamu jadi milik aku, kamu akan lebih bahagia." "Sayangnya, bahagianya kamu memang bukan bersama aku."”