icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Letter I Wrote For You

Bab 3 Chapter 3

Jumlah Kata:1119    |    Dirilis Pada: 19/06/2022

a merasakan banyak cahaya yang masuk ke matanya. Dia menghela napas panjang. T

Saya sudah membuat resep untuk obat yang bisa dikonsumsi oleh pasien." Sayup-sayup Earlyta mendengarkan penjelasan dokter yang-sepertinya-menang

rly

sung menemukan jawaban dari pertanyaannya sebelumnya. Ternyata Ars

ah lama mengenal Arshaka. "Kamu kenapa?" Tangan Earlyta yang te

sebelumnya gerakannya ragu. "Kamu ... kenapa kamu membahayakan diri kamu dengan menemui Gio send

u semua permasalahan yang dihadapi oleh Eralyta. Tapi, dia tidak pernah bisa langsung mengekspresikan kekesalannya pada Gio. Buka

ijak jika nama mereka tercoreng hanya karena Arshaka membantu permasalahannya

mbiarkan kamu tersiksa sepert

ng begitu berarti bagi aku." Earlyta tidak sungkan untuk menyentuh sisi wajah dari Arshaka. "Terima kasih, ya, kamu sudah mau menemani aku selalu." Earlyta kadang heran, apa yang membuat Arshaka mau b

sahabat kamu untuk selalu menemani kamu. Tolong jangan menganggap diri kamu beban atau

rly

H

nta tolong agar kamu tetap bertaha

amun dia tidak menga

*

arikan ke rumah sakit karena luka-luka. Arshaka tidak mengatakan apa yang membuat Earlyta sampai luka-luka, ta

Anne setelah sebelumnya ber

a yang berasal dari keluarga terpandang itu-Anneliese Januar berasal dari keluarga Wijaya, keluarga yang menguasai

ng itu, Earlyta selalu takut karena mer

ulurkan tangannya dan menyentuh punggung tangan Earlyta. "Ta

l. "Tidak apa, Tante

hannya di wajah Earlyta. Anne pernah ada di posisi Earl

apakah Tante boleh

ngguk. "Tentu

Gio, tapi dia tidak tahu kapan lagi dia memiliki waktu berdua dengan Ea

dangannya. Dia tahu pasti Arshaka yang memberitahu Anne Januar-tidak, Earlyta tidak ma

nte sungguh menyesal jika itu terjadi. Tante akan melakukan apapun agar kamu bisa tenang. Bagaimana?" Anne sudah mengetahui segala cerit

yta menghela napas. "Aku

mendengarnya, ya. Apa kamu butuh bantuan Tante? Tante bisa mengenal

angnya, dia memilih untuk tidak selalu mengandalkan mereka. "Aku akan memberitahu Tante nanti. Terima kasih, Tante." Earlyta sedari tadi hanya tersenyum

erluka begini k

." Dan Anne tahu, kalau dia tidak segera mengambil tindakan tegas pada s

*

i mana E

yang sudah membuat sahabatnya menderita. Ketika Anne, ibunya, menggantikannya untuk menjaga Earlyta di rumah sakit, Arshaka memanf

n berjuang

annya bertepatan dengan Gio yang juga

Arshaka memasukkan ponselnya ke saku jasnya dan bersikap biasa

tersenyum kecil. "Apa dia memberitahu sesuatu pada kamu?" Gio meminci

amu melakukan sesuatu? Aku khawatir s

ludahnya gugup

ri tepat di hadapan Gio. "Kamu tahu kalau aku akan membunuh kamu jika Earlyta ke

karena yang pada akhirnya memiliki Lyta adalah aku, bukan?" Gio tersenyum

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Letter I Wrote For You
The Letter I Wrote For You
“Arshaka Januar tahu seharusnya dia tidak pernah jatuh cinta pada sahabatnya. Dia yakin kalau sahabatnya, Earlyta Camille tidak pernah memiliki perasaan yang sama dengannya. Jatuh cinta adalah hal yang dilarang di antara mereka. Tapi, melihat sahabatnya sendiri tersiksa dengan hubungan yang dia miliki dengan suaminya, membuat Arshaka menuntut lebih. "Kalau kamu jadi milik aku, kamu akan lebih bahagia." "Sayangnya, bahagianya kamu memang bukan bersama aku."”