icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

The Letter I Wrote For You

Bab 8 Chapter 8

Jumlah Kata:1065    |    Dirilis Pada: 19/06/2022

teman-temannya malam itu ketika di

dia cukup

aku tidak suka,

nya yang mulai mabuk dan dia melipir untuk m

rshaka tahu bahwa Earlyta sedang tidak baik-baik saja. s

nyaan dari Earlyta. Walaupun mereka sudah berteman lama, tapi Arshaka yang mabuk

lum akhirnya bertanya, "Arshak

anya. "Tidak, Earlyta. Ada apa seben

a sudah terlanjur panik. Tanpa memikirkan apapun, akhirnya dia menutup panggilannya dengan Earlyta, berpa

aka sungguh takut bahwa ada sesuatu yang terjadi pada Ealryta. Dia kalut, sampai perjal

Earlyta dan mencari Earlyta yang t

Dia menyentuh dahi Earlyta dengan punggu

haka

*

njak satu hari dia pulang dari rumah sakit. Tapi, dia tidak ingi

Dia tidak bisa beranjak dari sofanya karena badannya hanya akan bertambah lemas kalau dia mem

ya, dan akhirnya dia muntah-muntah di sana. Earlyta sadar kalau dia memb

gunkannya dan membantunya membersihkan sisa-sisa muntahannya. Sebenar

tu sungguh baik hati

gat setelah beberapa menit. "Kamu sakit? Kenapa tidak bilang,

erapa hari ini, puncaknya tadi malam. Aku ingin mengatakannya pada kamu, tapi aku ingat kalau kamu juga memiliki acara lain." Earlyta

"Jangan konyol, Earlyta, mana mungkin aku meni

haka berinisiatif untuk membuatkan bubur instan bagi Earlyta

ahat sambil menunggu bubur instannya jadi, Earlyta justru memilih untu

sha

r yang tidak jauh dari tempa

eperti ini sudah bertengger lama di kepala Earlyta. Beberapa kali dia ingin menanyakannya, namun dia merasa tidak memiliki w

ngan yang kokoh, dibalik kemeja yang sangat pas membentuk tubuhnya. "Kalau nanti aku dekat dengan wanita

begitu tampan malam ini. Mungkin jika dia adalah wanita-wanita

aku merasa bersalah, Arshaka. Aku tidak pernah me

nya, dia mendekati Earlyta yang menatapnya dengan sedikit kesal. "Iya, aku tidak akan menganggap kamu sebuah halangan. T

." Dengan perlahan, dia menyuapi Earlyta dan untungn

a yang polos pada Arshaka dan ucapannya yang seolah tidak

yentil dahi sahabatnya.

a kemaabli mematung. Seolah disadarkan secara tidak langsung, bahw

aktu tuaku sendirian." Dia kembali menyuapi Earlyta yang m

enyuruh kamu untuk men

ri. Tapi, ketika aku sudah menemuka

anpa Earlyta sadari, kehadiran Arshaka dan perhatian pria itu mampu

ikan kamu sedikit saja, ketika a

mengatakan apapun, yang membuat Arshaka lan

tanya p

mengabaikan aku." Earlyta menai

lyta." Dengan penuh perhatian, dia mengusap ujung bibir Earlyta dengan ib

dengan perlahan. Satu perlakuan yang tidak pernah Earlyta dapatk

amu anak keciln

perti ini dengan Arshaka. "Kamu saja yang menganggap aku seperti anak kec

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
The Letter I Wrote For You
The Letter I Wrote For You
“Arshaka Januar tahu seharusnya dia tidak pernah jatuh cinta pada sahabatnya. Dia yakin kalau sahabatnya, Earlyta Camille tidak pernah memiliki perasaan yang sama dengannya. Jatuh cinta adalah hal yang dilarang di antara mereka. Tapi, melihat sahabatnya sendiri tersiksa dengan hubungan yang dia miliki dengan suaminya, membuat Arshaka menuntut lebih. "Kalau kamu jadi milik aku, kamu akan lebih bahagia." "Sayangnya, bahagianya kamu memang bukan bersama aku."”