icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hello, My Husband

Bab 4 Makam sahabat

Jumlah Kata:1035    |    Dirilis Pada: 25/05/2022

Kami berjalan bersisian

it lengan kanannya lalu menyandarkan kepal

ja ya ...." Beliau terkekeh mengu

tahun lalu, saat hari pernikahan, setelah itu aku

berkunjung, sekarang sudah sulit." Aku membuang napas panjang. Sebentar lagi a

. Kuangkat kepala, melihat pemilik waja

an ---sahabat almarhum anaknya--- yang sudah dianggap

enyayangi dia, hingga Ravis dan aku mer

etranya menatap depan. "Ingin sekali bunda datang menemuinya, tapi takut dia akan merasa terga

lir bening telah luruh dari pelupuk mata. Kugigit bibir kuat-kuat, tak ingin w

us sering-sering menghubunginya, menemani walau tak bisa bertatap langs

selama satu tahun dia di sana pun mendengar suaranya saja aku belu

g, Bun," ucapku mena

rkan kembali kepala pada bahunya. Menyembunyika

Entah kenapa rasanya sesak saat bercerita tentang di

juga udah lama nggak ketemu kan, malahan ke sini." Wanita paruh

ku bahkan sempat lupa telah me

empat milikku. Mobil yang dibelikan Gian dua bulan setel

warku yang langsung mendap

dariku. "Taksinya sudah nunggu di sana." Kuikuti kemana te

lai merajuk manja, memanyunkan bibir sambil

i rumah, bunda kabarin kamu." Satu tepukan di

ku itu menoleh dengan senyuman, seiring

r. Merenung sejenak, lalu merogoh tas selempang yang kutinggalkan tadi di bangku sebelah. Mengeluarkan

beranjak, dering ponsel terdengar memb

Sempat ragu, namun kuputuskan untuk menggeser ikon

uhkan ponsel dari telinga, saat penelep

iakan dari se

dang telingaku pecah.' Batinku mengumpat

nya lebih keras

n banget tiba-tiba teriak-teriak n

ancaman dari seberang telepon membuat mataku membulat sempurna

a duit, jangan banyak menaruh h

enculik! Pulang sekarang juga

n berteriak seenaknya pada istrinya?

epihak. Kembali melajukan kendaraan dengan napas tersengal dan mata memandan

artu ATM pembuka kunci tertinggal di kamar. Kunci dengan sandi pun tiba-tiba tak bisa digu

benar-be

" Kugedor-g

sahutan. Nomor yang Gian gunakan tadi

geram, berteriak memanggil namany

m sambil menjambak ram

g kumasukkan dapat membuka pintu. Pertama, kumasu

ak ada salahnya dicoba," aku bergumam sambil mene

ini yang terakhir. Kutekan tombo

ek

Gian, sang pencinta diri sendiri menggunakan tangg

langsung menggeleng, diikuti kerjapan mata. Pria itu

enutup pintu, langkah lebar

masuk kamar?!" ucap Gian

pria yang kini sudah berd

ntang Gian yang menatap tajam. Takut sebenarnya

agunya men

dengan mulut m

a itu, artinya perintahnya tak ingin dibantah. D

berjalan menujunya. Me

emutar bola

n saat pria tinggi di hadapan meletakkan kedua tangannya pada sanda

. Aku ...

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hello, My Husband
Hello, My Husband
“"Jika sebatas tanggung jawab, cukupkan hanya sebatas ini. Jangan menuntut banyak hal, jika seperti itu, kamu akan terlihat benar-benar mengkhawatirkanku." "Bukankah kamu keterlaluan?" Dia bangkit, tak berselang lama derap langkah menjauh terdengar. "Kenapa kamu kembali?" tanyaku saat derit pintu mengalun nyaring. "Kamu, tak ingin aku kembali?" Dia bertanya balik. "Apa ... sudah saatnya kita berpisah?" Tak ada jawaban, hanya helaan napas yang disusul suara pintu ditutup rapat. Kuremas ujung piyama yang kukenakan, apa sekarang saatnya?”