icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hello, My Husband

Bab 5 Grogi

Jumlah Kata:1042    |    Dirilis Pada: 25/05/2022

aninya sekarang. Pasti ujung-ujungnya ber

n saat pria tinggi di hadapan meletakkan kedua tangannya pada sanda

kat sebelah membuatku susah payah meneguk saliva. Dia

a? Takut? Atau ... ah, pilihan yang kedua langsung terte

ap balik netra sipit

akin gaduh. Tidak, tidak, aku tidak boleh terpengaruh

Aku menunjuk kakiku dengan li

an kaki kira-kira apa ya yang bakal kena?" Seketika waja

ihku hampir

a nampak kesal. Padahal aku hanya bergumam, tapi dia bisa mendeng

erangkat tanpa dosa. Lekas beranjak

agian rok yang kukenakan, seolah banyak debu mene

m lenganku dengan tiba-tiba. Menariknya

' batinku

pitnya yang melotot terlihat begitu

yaku kepayahan

telingaku. Dia terlalu dekat hingga napas hangatnya me

atnya, lengkungan di bibir pun l

Pria tegap di belakangku t

Eng-enggak, biasa aja, kok!" Astaga ... kenapa

anget!" Kekehan keluar dari mulutnya

jadi lemah sejak kepu

up, jika terus-terusan begini aku bisa masuk ke dalam lubang

npa ijin seperti tadi!" keluhnya membu

bahas it

kataku masih me

i stabil, meskipun masih penuh penekanan. Aku nggak s

mbelakanginya. "Jangan begini ..

tak saat memanggil namaku. Remasan di ulu hat

membelakanginya, enggan rasanya melihat

a susahnya sih?!" ucapnya memb

u membuatku mengangkat wajah, tak ingin linang

mengerti kenapa dia tib

ng ...." Air mataku luruh satu-persatu, tak mampu lagi menahan sesak y

tatapannya yang terpaku padaku itu. Aku tak

itu salah? Bukankah dia juga sahabatmu?" Bis

lunak. Entah seperti apa raut wajahnya sekarang, ai

ngusap mata, aku ingin jelas melihatnya. Bukan, lebih tepa

ra hubungan kita," katanya yang langs

sa kamu cemburu pada orang yang sudah tiada, Gian? Ravis bahkan tidak ada di sini."

panku, jangan pernah kamu sebut nama itu l

membalas tata

akukan karena aku paling nggak suka pada seseorang yang segala kebutuha

Bisa-bisanya dia bicara seperti itu padaku. Dia ang

n membuatku tak mampu berkata-kata. Membungkam mulu

u istriku selama ini?"

epala, kening pun berkerut dalam. Bisa-bisanya dia mengangg

g apa, kita tetap pasanga

tas kerta

hanmu." Dia masih sama saja

nikah bukan hanya memenuhi kebutuhan menggunakan uang saj

h, aku tahu maksudmu." Kaki jenjangny

ucapnya berdiri tepat di depanku, senyumnya y

mensejajarkan wajahnya dengan wajahku. Reflek

engan sukarela," katanya lirih tepat di depan mukaku, sebe

g ada di pikira

lebarnya hingga dia mundur satu langkah. Gegas berbalik

ggu

t. "Apa lagi?" tanyaku

g dalam mimpimu?" Entah kenapa tata

ran?" Senyum

ah kamarku, memasukinya dan menutup pintunya dengan keras. Meninggalkanku yang sedang

n dia? D

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hello, My Husband
Hello, My Husband
“"Jika sebatas tanggung jawab, cukupkan hanya sebatas ini. Jangan menuntut banyak hal, jika seperti itu, kamu akan terlihat benar-benar mengkhawatirkanku." "Bukankah kamu keterlaluan?" Dia bangkit, tak berselang lama derap langkah menjauh terdengar. "Kenapa kamu kembali?" tanyaku saat derit pintu mengalun nyaring. "Kamu, tak ingin aku kembali?" Dia bertanya balik. "Apa ... sudah saatnya kita berpisah?" Tak ada jawaban, hanya helaan napas yang disusul suara pintu ditutup rapat. Kuremas ujung piyama yang kukenakan, apa sekarang saatnya?”