icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hello, My Husband

Bab 2 Untuk apa kembali

Jumlah Kata:1139    |    Dirilis Pada: 25/05/2022

tanyaku saat derit pi

aku kembali?" Dia

nisnya di negeri Jiran. Aku tahu betul, dia pergi hanya untuk menghindar dariku. Keterlaluan. Dia

ng. Aku pulang, bukan hanya mampir dan pergi lagi," kata

u berdiri angkuh

ndung banyak pertanyaan. Apa artinya dia bakal menetap? Tapi kenapa? Bukankah

Tak ada jawaban, hanya helaan napas y

? Benarkah tak ada harapan untuk hubungan yang sempat dip

ng menitipkan hati? Giandra Putra Gunawan, nama yang da

udah semakin dekat. Aku sudah tak mencintainya, tapi ke

idur. Kuraih benda pipih berlayar sentuh di sana, waktu sudah menunjuk angka lima lebih tiga puluh meni

ngnya. Mungkin masih di kamar sebelah, kamar yang disulap menjadi ruan

buang napas berat. Sebenarnya, apa tujuan dia pulang? Tak ada kabar

eruannya membuatku

nikah!" Kutatap nyalang laki-laki berpakaian formal yang sedang dud

membuang napas kasar dengan sudut bibir terangkat sebelah. Dia k

tolakku

jamin kesejahteraan itu padamu. Hanya dengan satu syarat ...." Dia seperti negosiator handal. Ck! Keterlaluan, dia kira semua

sangat menggiurkan?" Memang tak bisa diragukan lagi kemampuannya dalam berbisnis, pantas saja cabang perusahaannya yang

p hutang. Jumlah yang sangat besar untuk kami yang tak berpenghasilan tetap. Baginya, i

unggu sampai ayah memberikan seluruh kuasa atas perusahaannya padaku. Ya ... sekitar dua tahun

....," Aku sengaja m

ci yang tersisa untukmu sekarang. Dan murni karena sebuah wasiat konyol pening

aku biasa saja. Gemuruh jantung tak biasa yang dulu

gat menguntungkan untukku? Aku hanya perlu menjadi istri di atas kertasnya, dan semua inginku bakal

ikuti permaina

atakan syarat darimu." Dia masih

hadapan orang-orang, selain itu anggap saja kita tak pernah

ontak kusilangkan tangan di depan dada. Nggak sopan. "Bagaimana mau kontak f

tak bergairah? Jika kamu benar-benar normal, tak

iba-tiba pria itu ba

san. Aku tak mau, secarik kertas hitam putih membuatku kesulitan dikem

jari kanank

tempat saat pria itu tiba-

nmu ratu," bisiknya tepat di samping telinga, hing

mi keluarga dan kebahagiaanku sendiri. Lepas darinya, aku

ng

e-ku sepertinya telah sampai. Benar saja, saat pintu terbuka seorang kurir berseragam hijau

t anggukan dan senyuman ramah darinya. Segera aku

bahkan bungkusan plastik yang k

ku seraya berjalan menuju dapur. Pria yang baru saja keluar dari

ewotku melirik t

bungkusan styrofoam yang baru saja k

likku! Kalau lapa

u, 'kan?" Kepercayaan diri

eli lima bungkus sekalipun tidak akan pernah merasa cukup!" A

ata membola sempurna, beraninya dia berkata begitu pada

ginya lebih sedikit daripada aku, membuka pintunya, meraih sebotol

g satu, ataupun dibuang semuanya, itu urusanku!" Kuraih plastik beri

g mengenal, kenapa dia malah

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hello, My Husband
Hello, My Husband
“"Jika sebatas tanggung jawab, cukupkan hanya sebatas ini. Jangan menuntut banyak hal, jika seperti itu, kamu akan terlihat benar-benar mengkhawatirkanku." "Bukankah kamu keterlaluan?" Dia bangkit, tak berselang lama derap langkah menjauh terdengar. "Kenapa kamu kembali?" tanyaku saat derit pintu mengalun nyaring. "Kamu, tak ingin aku kembali?" Dia bertanya balik. "Apa ... sudah saatnya kita berpisah?" Tak ada jawaban, hanya helaan napas yang disusul suara pintu ditutup rapat. Kuremas ujung piyama yang kukenakan, apa sekarang saatnya?”