icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Hello, My Husband

Hello, My Husband

icon

Bab 1 Mimpi itu datang lagi

Jumlah Kata:1027    |    Dirilis Pada: 25/05/2022

da pemuda yang berdiri pada pingg

engan senyuman terkemban

endu, membuat hatiku tersayat sembilu. Dai tidak b

a. Entah sudah berapa tetes air mata yang kukeluarkan dari peraduan, dia membuatku menangis sesengguka

aku bergegas menghampirinya, menarik

ja kan, Ra?" Pemuda berseragam SMA itu

?" lanjutnya semakin menambah genangan air ben

n kudekap pemuda itu, menguatkan jiwanya, dan mengatakan bahwa semu

endengar perkataannya barusan. Melihat penampilannya yang berantakan, wajah babak belurnya, dan

ng ayah Ravis lakukan, hingga dia menjadi seperti ini. Aku tahu, beliau memang dikenal galak dan bertempramen

ihat depan. "Ra ...." panggilnya membuat

usap kasar pipi dan mata yang ba

titip

u, kamu yang har

akan be

ti padanya itu kamu! Bukan aku

irinya jatuh ke depan. Dia bukan burung, dia tak memiliki sayap, dia

u melongok ke bawah, di sana sudah ada raga tengkurap tak bergerak. Beberapa orang mulai mendekat

Tolong, pastikan bahwa dia aka

mui Ravis ---sahabat karibku-- yang tergeletak tak berdaya, bersimbah darah. Sempat terpeleset dan

ga, tetapi dia diam saja. Bibirnya terbuka, t

enyentuh wajahnya yang mulai dingin, membelai pipi lanjut mengusap rambut

unlah,' aku bergumam seraya me

ku terduduk, tangan ter

sebagian tubuhku, menurunkan kedua kaki dari ranjang. Namun, saat aku berdiri kaki yang bertugas sebagai

ak terlihat di sini. Selalu saja begini, mimpi bu

u kenapa?" Seseoran

taku tersendat, menata

ariton itu

"Ravis ...." Seketika, pria itu menar

u malah membuat tangisku semakin pecah. Aku te

nya mengalun lembut. Rasa bersalah saat tak bisa menye

ini aku rasakan. Dia pun ada di sana saat itu, tapi kenapa

ngah menenangkanku di pelukannya. Sosok yang sanga

u tahun lamanya, pergi tepat setelah ijab qobul terlaksana. Ya, dialah suamiku, s

uaranya, enggan kuingat namanya. Namun, sekuat aku melupa

ras sebelumnya. Wajahku masih basah, meski air mata sudah tak lagi ad

tu mengangkat tubuhku dan mem

a mendudukan dirinya di pin

up mulut rapat-rapat. Memirin

sebagai seorang suami," katanya membuatku menaikkan sebelah bibir. Hah! Tanggung jawab? Sua

antarkan. Kita memang sepakat untuk tak saling mengen

harapkan pada pria dingin

" tanyanya lagi membuatku

terlontar dalam hati. Tentu saja, aku lebih memilih bungkam daripada memb

nya, jawab!" Suara

s ini. Jangan menuntut banyak hal, jika seperti itu

a bangkit, tak berselang lama d

tanyaku saat derit pi

aku kembali?" Dia

Tak ada jawaban, hanya helaan napas y

a yang kukenakan, a

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hello, My Husband
Hello, My Husband
“"Jika sebatas tanggung jawab, cukupkan hanya sebatas ini. Jangan menuntut banyak hal, jika seperti itu, kamu akan terlihat benar-benar mengkhawatirkanku." "Bukankah kamu keterlaluan?" Dia bangkit, tak berselang lama derap langkah menjauh terdengar. "Kenapa kamu kembali?" tanyaku saat derit pintu mengalun nyaring. "Kamu, tak ingin aku kembali?" Dia bertanya balik. "Apa ... sudah saatnya kita berpisah?" Tak ada jawaban, hanya helaan napas yang disusul suara pintu ditutup rapat. Kuremas ujung piyama yang kukenakan, apa sekarang saatnya?”