icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Melisa (Cinta Pertama)

Melisa (Cinta Pertama)

Penulis: Eva Fingers
icon

Bab 1 Harus Berpisah

Jumlah Kata:1357    |    Dirilis Pada: 20/05/2022

, aku masih berdiri denga

... aku akan ber

enjadi cint

a sambil mengelus rambutku dengan lembut. Dion jug

n suara berat tertahan, aku menguta

mu, lebih membutuhkanmu ... aku harap kamu baik-baik saja di san

ditambah lagi, sang ayah sudah menikah dan memiliki keluarga baru di Jakarta, tentu dia tak ingin membiarkan ibunya terlunta-lunta menahan rasa sakit sendirian. Begitu pu

*

n saat pertama k

engikuti kegiatan MOS

bertemu Dion saat ka

ari ini akan mendapat hukuman ya!

ti deh gue," g

at, " sahut seorang anak lelaki yang juga

pasti gue bakal malu banget nih,"

aku Dion, na

bil mengulur

punya teman baru," sahutku se

an berkenalan tiba-tiba terdengar

a dengan lantang, "berhubung kalian telat, jadi kalian dih

emang terkenal s

eriak semua orang sam

embersihkan toilet. Men

aunya, terlebih aku jarang sekali membersihkan WC, di rumahku sudah ada ART y

hamil ya?" tanya Dion

i ucapan Dion de

ain bunting-bunting aja! Gue muntah karna gak tahan tuh sama WC

eli melihat ekspresiku yang mu

biar kelihatan imut gitu jangan 'lo-gue' kesanya kayak Abang-abang P

ya bercandaan Dion yang super-duper garing, tapi aku merasa bahagia dan mulai

ama bahkan kami juga duduk da

t SMA dan siapa sangka dia pun

*

t, semua siswa dan siswi sedang berada d

berkurang, lalu aku memutuskan untuk diam dikelas dan

Dion meng

dan kamu panas nih," D

jawabku yang hampir saja memanggi diriku sendiri de

mu rasakan?"

aku mual, kepalaku ju

amu ha

bil ngegas den

gi mulutnya asal njepla

sal nyerocos dong! Nanti kalau kedengera

ayak orang darah tinggi aja, yau

... aku tidu

makan dulu ya buat kamu!" ucap Dion

emas, karna aku memang benar-benar sedang

a ya!" teriak Dion

kembali menaruh wa

ak makanan dari kantin beserta obat masu

yang sedang tidur menunduk di

makan dulu ...

ngsung mengangkat k

ta orang Betawi. Aku berbicara dengan logat ala orang Betawi, padahal aku adalah gadis berdarah Jawa. Ha

dol ikan! Aku mah Pangeran yang ngegondol hati ka

a dengan gombalan Dion, padahal dalam hatiku, aku sangat

ng aku gak suka ah entar aku ngambek lo," Dion kembali me

tak mau kalah

kamuh ...!" Nada suaraku s

nku. Lalu dia menyodor

ngambek mulu entar cepet tu

*

berhenti di perempatan jalan gang masuk, kami memang s

-tiba kepalaku mendadak pusin

yang terjadi tiba-tiba aku sudah ba

ada disini sih?" tany

ngsan jadi aku bawa ke

ini, untungnya aku gak gendut, jadi kamu gak kebe

api badan kamu tetap berat! Soalnya keb

i lu!" seng

inum obat, tadi aku panggil Bidan yang tinggal di samping

karna mengapa harus panggil Bid

Bidan?" teriakku heboh. Dan

h mikir kalau ak

as kesal, Dion menj

ang periksa bidan kusus buat

idan juga bisa ngobatin orang sakit gak cuman orang lah

aniku yang sedang sakit sendirian, karena waktu itu ayah dan ibu sedang

sendiri. Mungkin Dion tak

uk di sofa, Dion mengam

a memang kala itu tubuhku s

in lama genggaman itu semakin erat. Mendadak suasana menjadi senyap. Dan jantungku seol

on menyatakan perasaannya kepadaku

ka sama kamu. Kamu mau

mbung

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Melisa (Cinta Pertama)
Melisa (Cinta Pertama)
“Melisa Aurelie gadis remaja yang tak bisa melupakan cinta pertamanya. Dion, terpaksa harus pindah ke luar kota karena mengurus sang Ibu yang tengah sakit. Menjalani cinta jarak jauh terasa berat, tapi tak pernah menjadi beban bagi Melisa. Dia yakin bisa melewati semua ini. Tapi itu hanya berlaku bagi Melisa saja. Suatu ketika Dion menghilang tanpa kabar, membuat hati Melisa hancur, dalam ketidak-pastian, akan tetapi gadis itu tetap menunggu Dion kembali. Hingga datang seorang pria dari masa lalu, dan mampu mengobati sakit hatinya. Namanya, Bagas, dia adalah teman masa kecil Melisa. Tapi di saat Melisa mulai melupakan Dion, serta sudah menetapkan hatinya untuk Bagas, di saat itu pula Dion datang kembali, dan membuat hati Melisa dirundung dilema.”