icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Melisa (Cinta Pertama)

Bab 6 Mel

Jumlah Kata:1134    |    Dirilis Pada: 20/05/2022

begitu indah, nyanyian merdu seorang sind

entara aku duduk agak menjauh sambil melamun. Aku masih memikirkan kejadian kemarin. Rupanya pria yang telah menol

arahku, "kamu ngapain sih, sendirian di situ?

jalan mende

iani, juga datan

ih sakit? Bengkak enggak?"

, gak sampai bengkak, Mel jug

gangguk lega, "kamu mau keru

lagi pengen santai di rumah aja,

aja, gak usah keman

ian terdengar seseo

amuall

wab Nenek sembari m

Ganteng, rupan

, saat mengetahui jika

memanggil

! kok kam

boleh main kesini?" Dio

gitu, tapi Ibu

juga karna Ibu yang nyuruh. Katanya aku suruh main

beg

l! Nenek, dan Kakek, biar meny

alah pergi sih?" kel

ergi ah!" imbu

rgi ...." Ucapku

g sangat mengertian, makanya gak mau ganggu k

i, lagi pula kalau mereka di sini pasti kami akan merasa canggung. Kami tidak bisa b

ktu yang sangat berharga bagi kami. Dan tak berselang lama Dion pun be

ion memberikan s

uat kamu,"

a i

ja," ja

kan lagi butuh banyak uang untuk berobat Bu Nin

eliau ingin agar kamu menyimpanny

pi sayangnya aku tidak yakin jika umur beliau masih panjang. Bukanya aku sok tahu karna takdi

n. Dan salam buat

mengusap rambutku sambil mengecup keni

*

i mulai masuk ke kamarnya untuk tidur siang. Sementara Ne

lai bo

rumah. Ternyata teriknya mentari tak berlaku jika kita bera

di perdesaan yang masih asri i

hon talok orang sini menyebutkan. Kuli

ampau, dulu ada sepasang anak laki-laki

puan itu a

anku. Kalau tidak salah naman

g tua Bagas tinggal di Jakarta karna bekerja di sana. Sem

temu dengan mereka di Jakarta, pad

n aku dong yang n

uh lebih dewasa darinya. Sehingga aku merasa lebih berkuasa, dan anak lelaki itu terus menuruti perintahku. Dia selal

i ini dipertem

masih ingat

waktu itu, selalu memanfaatkan Bagas untuk disuruh-suruh, dan bocah lelaki

di Jakarta ikut dengan orang tuanya? Ah en

*

Mel!

ndengar seseorang

endapati si Pria Tanpa Nama

memanggil namaku seperti memanggil see

ung berdiri m

ra ketus. Kalau disamakan dengan Abang-aban

yaanku, dan dia malah diam me

il-manggil aku ya?!" tanyaku lagi, dan ka

a malah sa

mbak, tuh," jawabnya

manggil nama 'Mel' sampai beberapa ka

a mulutnya seperti syok

yang tadinya damai malah sekarang terusik oleh kahadiranya. Dan dari pada

h pohon talok itu, aku ingin menik

!" teriak

kembali mel

gil namaku tapi ta

Kok gak nyahutin

bermain-main denganku,

gi dan kembali

ya?!" labrakku dengan gaya

u, dan pandangannya malah tertuju kepada seekor k

u kemana aja sih, Mel! Dipanggi

i melotot tajam dengan

ni benar-bena

Mel' itu b

ma kuci

alu pergi saja, toh dia juga tidak memperhatikanku

langkah, pria itu mal

emana,

ambu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Melisa (Cinta Pertama)
Melisa (Cinta Pertama)
“Melisa Aurelie gadis remaja yang tak bisa melupakan cinta pertamanya. Dion, terpaksa harus pindah ke luar kota karena mengurus sang Ibu yang tengah sakit. Menjalani cinta jarak jauh terasa berat, tapi tak pernah menjadi beban bagi Melisa. Dia yakin bisa melewati semua ini. Tapi itu hanya berlaku bagi Melisa saja. Suatu ketika Dion menghilang tanpa kabar, membuat hati Melisa hancur, dalam ketidak-pastian, akan tetapi gadis itu tetap menunggu Dion kembali. Hingga datang seorang pria dari masa lalu, dan mampu mengobati sakit hatinya. Namanya, Bagas, dia adalah teman masa kecil Melisa. Tapi di saat Melisa mulai melupakan Dion, serta sudah menetapkan hatinya untuk Bagas, di saat itu pula Dion datang kembali, dan membuat hati Melisa dirundung dilema.”