icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Melisa (Cinta Pertama)

Bab 4 Pria Tanpa Nama

Jumlah Kata:1205    |    Dirilis Pada: 20/05/2022

ah hampir sore, mataku yang sejak tadi malam belum te

ya udah sore takut Ne

in motor dulu buat ngantarin kamu,"

mana deng

ggal sebentar aja

asih berada didalam kamar, dia memaksakan di

uat, Nenek Sugiyem, makasi kuenya,"

Mel sampaikan," sa

unggung tanga

*

i, rasanya masih belum puas sudah menghabiskan waktu bersama Dion. D

or yang kami tumpangi mendadak mog

k ni," keluh Dion sambil

, apa aku jalan kaki aja

ku anterin kamu sambil jalan kaki aja

mana?" tanyaku sambi

in di si

deh, aku pulang sendir

pulang, tampaknya dia masih merasa tak enak denganku. Padahal aku sendiri tak masalah toh sebentar lagi juga sampai. Just

an Bu Ningrum, sendirian," ujarku, lalu Dion pun mau mendengarkan ucapanku

u anterin kamu pakai mo

jalan kaki sekalian olah raga

i ya," kata Dion sambil

antuin dorong ... hehe,"

Dion. Lalu Dion mengecup keningk

in. Tampaknya di sini baru saja turun hujan, padahal di area kampung tempat tinggal Dion tadi sama sekali tak turun huj

pai di rumah Nenek, na'as kakiku malah terpeleset. Aku p

selain kotor kakiku juga terasa nyeri akib

i sejenak dan memijit-mi

. meny

atuhi wajah dan tubuhku, oh ... tidak ter

epat-cepat bangun!" Aku

mendongakkan kepalaku ke atas, dan ternyata

apa?" tanya si pri

menunjuk kearahnya, ked

ul lagi?' bicara

rkan tangannya kearahku. Lagi-lagi aku r

nya mau duduk di

engapa aku mer

ncoba untuk bangkit, tapi ternyata kakiku

sama saya yang k

agi malah terpeleset, tak sengaja aku menarik tangannya karna

uk

a saking malunya! Tubuh pria itu berada tepat d

uga langsung duduk dengan nafas yang tersengal-sengal, jangan tanya sepert

a, gak a

gga

ayak sesak

mu gede banget!"

engaja," Dia malah memberiku cengiran tak

nggilku dengan sebutan 'Mel' seperti orang-orang terdekatku. D

u siapa?"

Benar-benar aneh dan tidak nyambung. Aku hanya menggelengkan kepalaku karn

bak!" a

berdiri, dan malah dudu

ain?" tanyaku

ya gendong," jawab

enggak!" tolakku

akinya s

" jaw

sa jala

ya

o saya antar

digendong sama pr

karna di jalanan ini sering ada penampakan makhluk-makhluk ajaib lo, Mbak,"

gan wajah memuc

ya?" si

angkalku, padah

watir lo!" ajaknya, bahkan dia juga mengen

rima ajakannya dan aku mau

drakor yang aku lupa judulnya ... yang jelas adegan itu sangat romantis,

aku benar-benar mirip lampu listrik yang sedang

si Pria Tanpa Nama, ini. Sampai tak sadar

long jangan ilerin baju saya!" t

ntak, "Hah! U

aja, gak usah hebo

ejadian tadi siang, dia pun langsung nyelonong pergi begitu saja, tanpa sedikit pun b

ing aku sudah sampai di r

! T

Ku ucap salam sam

kl

kan pintu. Oh rup

g?! Itu badan buluk banget!" ujar

itu di balas dulu Tante, ja

sis kesal sambil meleb

aikumsalam!

ng iklas ya, Tante," ledeku seraya menc

ion!? dan kenapa kamu sampai bulukan begini?!" cecar Tante D

ambu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Melisa (Cinta Pertama)
Melisa (Cinta Pertama)
“Melisa Aurelie gadis remaja yang tak bisa melupakan cinta pertamanya. Dion, terpaksa harus pindah ke luar kota karena mengurus sang Ibu yang tengah sakit. Menjalani cinta jarak jauh terasa berat, tapi tak pernah menjadi beban bagi Melisa. Dia yakin bisa melewati semua ini. Tapi itu hanya berlaku bagi Melisa saja. Suatu ketika Dion menghilang tanpa kabar, membuat hati Melisa hancur, dalam ketidak-pastian, akan tetapi gadis itu tetap menunggu Dion kembali. Hingga datang seorang pria dari masa lalu, dan mampu mengobati sakit hatinya. Namanya, Bagas, dia adalah teman masa kecil Melisa. Tapi di saat Melisa mulai melupakan Dion, serta sudah menetapkan hatinya untuk Bagas, di saat itu pula Dion datang kembali, dan membuat hati Melisa dirundung dilema.”