icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT

Bab 7 Kesucian yang Direnggut

Jumlah Kata:1075    |    Dirilis Pada: 25/04/2022

ggu waktu Magrib, aku mandi di sana. Tas yang tergantung di punggung dan

Alat mandi, handuk kecil, dan baju ganti. Bahkan sendal

Apalagi sekarang, diri ini bagai musafir sejati. Ada rumah, tapi tak berpunya.

ai di halaman masjid, yang memang luas dan ramai, ditempati jamaah menung

an rumah sewa paling tepat. Teman-teman yang kemarin

Mungkin sahabatan atau ... entahlah. Aku tidak mau piki

ami bercerita pa

, Mas Rio dan Marta mas

n jantung menghentak keras m

teman-teman dan orang-orang y

ah kulakukan sekarang. Harga diriku sebaga

melewati kami. Sementara Marta, bibirnya terangka

sekali belas kasih Kau titip di ha

a dalam hati, mereka tak melihat atau tak mengenali l

kan terjadi juga. Reta menunjuk ke

ggapi. Dadaku kini berdegup kencang. M

nkan dalam hati, "Allahummastur auratii wa amirrautii fagfirllzzunubi. Tutup

r ... Allahu

. "Terima kasih untuk pertolonganmu Ya, Allah. Aku hanya punya Engkau sekaran

ung makan dalam pantai Senggol. Sembari menunggu pesanan,

o muncul dengan rahang mengeras. Sep

an gaya menengadahkan tangan kanan, seda

i kriteria semua pria. Tinggi, atletis, tampan, cool, dan mapan. Saya

u Mas Rio bersikap begitu, tapi hatiku dalam

eta bertindak pimpinan pembul

baper,

nikah se

aja. Toh, dia bentar lagi maka

merona. Namun, segera tersadar.

konon bergelar suamiku ini, mempertontonkan keme

onkan perdebatan gratis, pun ingin menunjuk

meraih ransel di kursi dan berpamitan pada teman-teman. Kedipa

di mobil Mas Rio. Pertengkaran hebat yang ter

da empat bermerk expander keluaran

asi. Sepertinya aman, yang kupikirkan tadi tidak terjadi, mereka ta

iarlah, yang penting t

. Dan dia pun ikut masuk, lalu melanjutkan menutup daun pintu. Tentu

usaha datar. Andai jantung itu terbuat dari seng, mungkin suara gaduhnya organ utama dalam tubuh

kap anggun dan sopan, ya? Sama aku? S

Trus protes sekarang, untuk apa? Cemburu?" ujarku membu

?" Kini rahangnya

erdiri depan pintu, tanda mengusirnya. Lalu jemari menutup mu

its! Lelaki itu malah menutup dan mengunci pintu tanpa sedikitpu

ng kamu

ya terulang lagi. Kali ini dia mendorongku hingga kami

tenaga terlalu kecil. Aku tahu dia punya hak atas tubuh ini, tetapi da

sementara di antara kita hanya benci?"

an lagi aksinya. Sampai darah kehormatan yang kujaga sel

, tak seperih benda lunak warna pink di balik dada yang bernama hat

. Suami yang telah mengambil haknya itu telah kembal

a. Andai tak ada Marta, mungkin sakit ini t

i kamar sebelah masih memenuhi ruangan. Entah kenapa cara ini m

Bulan ingi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT
MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT
“Sebulan setelah pesta meriah akad pernikahanku dengan Mas Rio, konon lelaki yang bergelar suami itu, menikah siri dengan pacarnya sekaligus sahabatku. Kami hidup seatap. Namun, sikap Mas Rio dan Marta hanya menganggapku setan, menjadi yang ketiga. Aku diperlakukan tak selayak istri, pun tak sebagai pembantu. Intinya, aku hanya dianggap pajangan. Pajangan yang hanya mengambil tempat. Namun, tak berarti sama sekali. Entah apa yang merasuki Mas Rio, hingga suatu malam dia mendatangi kamarku dan mengambil paksa kehormatan yang selama ini kujunjung tinggi. Di pagi hari, barulah aku tahu jawabannya. Saat istri terkasihnya-Marta. Berteriak histeris akibat cemburu. Setelah mengetahui, kehormatan itu adalah ganti mahar agar tak sia-sia, jantungku seakan berhenti berdetak. Harga diriku sebagai istri dan wanita, sungguh telah terinjak-terinjak menjadi berkeping-keping. Aku melajukan motor di pagi buta untuk menceritakan kebobrokan rumah tanggaku kepada orang tuaku dan orang tua Mas Rio. Namun, sayang jauh panggang dari api. Pernikahan itu memang direncakanan karena ketiadaan cinta. Ke manakah hendak mengadu? Jika aku memang hanya dijadikan tumbal? Baiklah, aku akan pergi. Mencari obat pada luka di hati, mencari penawar pada lara di sukmaku. Kukirim tulisan pesan pamit ke nomor Mas Rio sebelum menghilangkan semua jejak tentang di mana keberadaanku. Selamat tinggal tanah kelahiran.”
1 Bab 1 Madu di Pengantin Baru2 Bab 2 Tersesat3 Bab 3 Bendera Perang4 Bab 4 Ibadah Dalam Janji Suci Tinggal Nama5 Bab 5 Intimidasi6 Bab 6 Rumah Tangga Ajaib7 Bab 7 Kesucian yang Direnggut8 Bab 8 Kehormatan Ganti Mahar9 Bab 9 Selamat Tinggal Tanah Kelahiran10 Bab 10 Hamil di Tanah Rantau11 Bab 11 Rapuh12 Bab 12 Ulul Azmi, Buah Hati Ummi13 Bab 13 Senam Jantung14 Bab 14 Maafkan Ummi, Nak.15 Bab 15 Kata Cerai Menjadi Penyambutan16 Bab 16 Di Luar Rencana17 Bab 17 Luka yang Tak Akan Pernah Sembuh18 Bab 18 Permintaan Rujuk Ala Drama Korea19 Bab 19 Mudah Dilihat, Mustahil Menjangkaunya20 Bab 20 POV RIO ARINDRA, Sesal yang Terlambat21 Bab 21 POV RIO ARINDRA, Hati yang Merindu22 Bab 22 Biarkan Takdir Menentukan ke Mana Hati Berlabuh23 Bab 23 Harap Dalam Diam24 Bab 24 Lamaran Tak Terduga25 Bab 25 Beratnya Melepas Damba yang Selalu Termohon Dalam Doa26 Bab 26 Alangkah Takut Doa Terijabah27 Bab 27 Andai Aku Duluan Bertemu Dengannya28 Bab 28 Sekeping Hati Menunggu Dia Berpuluh Tahun Lamanya29 Bab 29 Nasib Kisah Persahabatan30 Bab 30 Serba Salah31 Bab 31 Persahabatan di Ujung Tanduk32 Bab 32 Jika Tak Mampu Membahagiakan, Janganlah Menyakiti33 Bab 33 Proses Nikah Ringkas34 Bab 34 Cinta Tak Dapat Dipaksa35 Bab 35 Jangan Menyakiti Diri dengan Ego36 Bab 36 Ending Kisah Menakjubkan